Awal Permulaan

80 13 4
                                        

Permulaan saja jika tidak suka dengan cerita saya tidak usah di baca.
Semua gambar bukan milik saya, semua saya ambil dari pinterest.

.
.

.
      Suara dentingan dan tembakan terdengar keras. kabut, darah dan mayat tercecer dimana-mana. akan tetapi wajahmu menyiratkan bahwa itu semua itu adalah hal yang biasa sedangkan jari-jari mu terus menari tanpa henti dan lelah.
DORRR....
CRASH.....
_YOU WIN 100_
"Akhirnya~" kau menghela nafas, dan mencabut headset dari kepala. lalu kau bangkit dari kursimu dan melangkah terus melangkah. hingga kau sampai di depan kulkas dan kau langsung meminum air putih dengan sekali tengguk.
"Ngantuknya~" setelah itu kau langsung tidur dengan lelapnya dibawah bulan sang merah.
       Tanpa kau sadari sebuah cahaya mengelilingi tubuhmu dengan terangnya.
.
.
.
       Gelapnya tanpa cahaya sedikit pun yang ada disekelilingmu hannyalah kegelapan. kau terus berjalan tanpa henti digandrungi rasa yang sangat takut.
       Hingga akhirnya kau melihat cahaya putih yang begitu berkilau. tanpa pikir panjang kau langsung berlari ke arah cahaya tersebut.
.
.
.
      Dirumah sakit namimori terdapat seorang anak yang sejak lahir belum pernah membuka mata nya sama sekali. keluarganya sangat menantikan sang anak kedua membuka matanya, terutama sang kakak kembarnya yang berumur 5 tahun.
"Nee...nee caachan, yuci capan banyun ?" ucap sang anak pertama atau lebih dikenal dengan nama sawada tsunayoshi. sang ibu yang dipanggil oleh tsuna langsung mengelus kepala sang anak dengan lembut tapi dengan tatapan teduh dia berikan pada sang anak.
"Berdoa sajah supaya adikmu cepat membuka matanya dan dapat bermain denganmu"
       Tsunayoshi mengangguk mengiyakan sambil tersenyum polos. sang ibu yang bernama sawada nana langsung tersenyum tulus melihat anak nya yang begitu polos.
"Tsu-chan ayo kita pulang dulu, kau belum mandi hihihi" ucap nana sambil menggendong tsuna.
"Capi cuna penyen dicini" ujar tsuna yang masih cadel walaupun udh berumur 5 tahun.
"Nanti kita kesini lagi ok ?" mereka berdua langsung pergi dari kamar inap orang yang dipanggil dengan yuki tersebut.
       tanpa mereka sadari setelah kepergian mereka, tangan yang semula diam mulai bergerak secara perlahan-lahan begitu pula dengan mata yang selama ini tertutup mulai terbuka.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 20, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Atarashi SekaiStories to obsess over. Discover now