PROLOGUE

542 83 6
                                        

Hujan tak pernah semenenangkan ini, suara ribuan rintik hujan yang terhempas ke bumi bak simponi indah menyeruak masuk ke dalam rongga telinga Hyewon

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

Hujan tak pernah semenenangkan ini, suara ribuan rintik hujan yang terhempas ke bumi bak simponi indah menyeruak masuk ke dalam rongga telinga Hyewon.

Pajama party-nya semakin menyenangkan semenjak Jungkook menemaninya di atas ranjang dengan berbalut piyama saling berpelukan. Lampu nakas yang temaram menemani keduanya dalam diam. Tiba-tiba Hyewon merasakan jari-jari nakal merambat ke bawah tubuhnya, meremas pantat sintal Hyewon. Ulah siapa lagi jika bukan  Jungkook, hanya ada mereka berdua dalam kamarnya.

“Jung!” pekik Hyewon.

“Ya, Sayang?”

“Jangan kurang ajar atau kutendang—”

Jungkook mengernyit takut, “Kau membuat selakanganku nyeri sebelum melakukannya.”

Hyewon semakin memeluk Jungkook erat, menempelkan sebelah pipinya di dada bidang pria itu, degupan jantung yang ia dengar, Hyewon sangat suka.

Perlahan Hyewon memejamkan matanya sembari bergumam, “Aku masih ingat dulu kau begitu dingin tak tersentuh.” Ungkapnya mengingat saat mereka bertemu di orientasi studi dan pengenalan kampus tiga tahun lalu.

“Kapan?”

“Dulu, tapi kau sudah banyak berubah sekarang, tidak sependiam dan seangkuh dulu.”

“Benarkah? Kau suka perubahanku?”

“Sangat.” Hyewon mengeratkan pelukannya.

Telapak tangan Jungkook mengusap lembut surai Hyewon, bibirnya memberikan kecupan-kecupan ringan di pangkal rambut wanitanya. Pandangannya tertuju pada kaca yang tertutup rapat, air dan udara dingin tidak bisa masuk berembus menerpa mereka seenaknya. Namun, tirai di sana menyibak memperlihatkan rintik hujan di luar serta cahaya gedung-gedung lain yang menjulang di depan apartemennya. Jungkook suka suasana seperti ini. Berbaring di tempat yang sama dengan tenang dan damai.

“Selamat malam, Jung.”

Jungkook mengernyit, “Kau yakin kita hanya akan berbaring lalu tidur?”

“Kau mulai lagi!” geram Hyewon.

“Baiklah.” Jungkook ikut memejamkan matanya, “Selamat mimpi indah, Sayang.”

Hyewon bergumam mengiyakan, “Aku mencintaimu.” Desahnya.

Jungkook merasa lucu, ia tertawa geli sedangkan Hyewon menatap Jungkook kesal dengan mata sayunya.

“Iya, iya, aku juga mencintaimu.” Kali ini tangan pria itu yang membawa Hyewon kembali ke dalam pelukannya.

“Selamat malam.” Ucapnya ketika tawa itu mulai reda dan menghilang.

Hujan semakin deras mengguyur kota Seoul, suara keras ribuan rintik hujan menghantam permukaan tanah secara serentak. Untuk malam ini, hujan dan malam datang di saat yang bersamaan, menyapa semua orang tanpa bintang. Keduanya menikmati hujan dengan sangat baik, dengan bergelung di atas ranjang,berbalut selimut serta rengkuhan yang dinilai Hyewon begitu posesif, namun wanita itu suka.

Rain is fallin down.
Their feelings are so strong, in the night are so sweet. 

—————

Regards,

ymostar
20 Oct 18

FALLIN SLOWLYDes histoires addictives. Découvrez maintenant