Telah lama kau tinggalkan ku
Sempat sia-siakan aku
.
.
.
.
.
Seorang gadis tengah terduduk menatap sebuah bingkai foto yang Tenga dipegangnya. Matanya menerawang jauh, mengingat semua kenangan pahitnya itu.
.
.
.
.
.
Pergi jauh titipkan perih
Tak sedikitpun peduli
.
.
.
.
.
Dimana dalam bingkaian foto itu terdapat dirimu dan seseorang yang dulu sangat ia sayangi. Namun, seseorang itu pergi jauh meninggalkan luka yang masih membekas sampai saat ini. Tanpa pernah berpikir sedikitpun untuk kembali.
.
.
.
.
.
Seandainya kamu merasakan
Jadi aku sebentar saja.
.
.
.
.
.
Ia pernah berpikir, 'kenapa ia harus sedih? Bahkan orang itu tak pernah merasakan apa yang ia rasakan. Bahkan hanya untuk sebentar saja.'
.
.
.
.
.
Takkan sanggup hatimu terima
Sakit ini begitu parah
.
.
.
.
.
Bahkan dia tak pernah kembali sedikitpun untuk peduli! Sakit. Rasa itu yang tengah gadis ini rasakan. Perih. Rasa yang menambahi sakit itu.
Jika luka itu berdarah, pasti sudah sangat banyak. Entahlah! Semua itu membekas meninggalkan luka, perih tanpa berdarah, serta meninggalkan kenangan pahit berurai air mata.
Ia hanya berharap, seseorang itu kini pergi dan tidak pernah kembali lagi!
Namun akankah harapannya terkabulkan? Mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya.
💧❄💧❄💧
Hai semua!
Aku kembali lagi dengan cerita baru. Soalnya yang five aku mau unpublish. Maaf banget soalnya yang five udah lupa lagi jalan ceritanya, insyaallah bakalan di publish lagi kalo jalan ceritanya udah balik. So, thank you! Jangan lupa vote and comen.
YOU ARE READING
RishaKevan
RandomFerisha Kenosha, gadis remaja yang dingin. Dibalik sikapnya yang dingin banyak masalah yang tengah ia hadapi. Mulai dari masa lalu yang kelam, keluarga, sahabat lama, hingga hal lainnya tanpa sepengetahuan orang lain bahkan orang-orang terdekatnya...
