"hah?? Lo di pilih jadi ketua basket?." Tanya ridho tak percaya bahwa temannya yang berada di hadapannya ini dipilih menjadi ketua basket, "yakin? Ga salah pilih?."
Pria yang berada di hadapan ridho ini pun menautkan kedua alisnya, "emang kenapa? Ngeremehin banget."
"Bro." Setelah menepuk pundak temannya,ia tertawa dengan terbahak bahak, "sumpah demi apapun,lo cocok,tapi lebih cocok kalo lo jadi pengurus perpustakaan." Ridho kembali tertawa dan mengusap air mata nya yang mengalir karena tawanya.
"Terserah."
"Lagian emang riski ga salah pilih? Lu aja sering kalah kalo di adu sama kelas lain." Ucap ridho, "apa karena riski sepupu lo? Jadi dia percaya sama lo? Gitu?."
"Gatau gue. Gue sih taunya riski udah cape jadi ketua basket."
"Ga kebayang ni SMA cemara 1 jakarta ketua basketnya seorang kutu buku,pemuja buku berjuta juta lembar kertas." Ucap ridho,membuat temannya ini menjadi bete dan berdiri dari duduknya,melihat itu,ridho pun mengangkat sebelah alisnya, "mau kemana?."
"Gua mau bilang ke riski,gua gamau jadi ketua basket." Setelah itu,pria ini berlalu pergi meninggalkan ridho sendiri di kantin.
***
"Hah? Ko bisa berubah fikiran sih baal? Padahal lo setuju kan waktu itu." Ucap riski setelah mendengar pria yang memutuskan untuk membatalkan dirinya menjadi ketua basket.
"Iya. Waktu itu sih gua setuju." Jawab iqbaal dengan raut wajah bete, "tapi sekarang udah ngga."
"Iqbaal diafakhri ramadhan...." Riski pun menepuk pundak iqbaal setelah ia duduk di sampingnya, "serius lo gamau jadi ketua basket? Gua yakin lo pasti bisa."
Iqbaal,si cowok berkacamata itu pun menggelengkan kepalanya dengan yakin, "gua serius,lo cari aja orang yang lebih layak jadi ketua basket." Setelah itu ia bangkit dari kursi, "makasih ris,udah percaya sama gue." Iqbaal pergi dari kelas riski menuju kelasnya.
Saat keluar kelas riski,iqbaal menjumpai keberadaan ridho yang sedang bersandar di dinding tepat di samping pintu kelas riski.
"Udah ambil keputusan?." Tanya ridho tanpa menatap iqbaal.
"Hm." Jawab iqbaal singkat kemudian berjalan meninggalkan ridho.
***
Saat jam pelajaran kedua,yaitu pelajaran sejarah,tiba tiba terdengar suara gemuruh yang mengarah ke kelas iqbaal. Mendengar itu,iqbaal menoleh ke arah pintu kelasnya.
Mata iqbaal terkunci pada salah satu perempuan cantik yang sedang berdiri di ambang pintu kelasnya yang diiringi oleh siswa siswa,tentu perempuan ini direbutkan karena kecantikannya yang dapat mengalihkan segala galanya.
"Hey kalian kembali ke kelas sana!." Ucap bu nana kepada siswa siswa yang berada di depan kelas dan bergemuruh berisik, "pelajaran siapa?."
"Gaada guru bu,freeclass." Ucap salah satu murid.
Bu nana segera menutup pintunya membuat siswa siswa itu mendumal kesal karena tak dapat melihat cantiknya perempuan yang sudah masuk ke dalam kelas 11IPA 2.
Iqbaal masih menjatuhkan rahangnya dan masih terpana dengan cantiknya perempuan yang saat ini berdiri di depan kelas dan didampingi oleh bu nana di sampingnya.
ESTÁS LEYENDO
CUPU
Novela JuvenilSeorang pria yang tak mampu mengungkapkan perasaannya terhadap perempuan yang ia cintai. - - setelah baca jangan lupa vote and comment😁
