Semua pasang mata menatap kearahnya, menatap kearah seorang pemuda yang baru saja memasuki club dengan menggunakan kaos hitam yang di padukan dengan jaket baseball. Bukan kaos hitam atau jaket baseball yang di gunakannya yang menarik perhatian orang-orang melainkan parasnya yang cantik, alisnya yang rapih, mata besar dengan bulu mata yang panjang, hidung mancung serta bibir tipisnya. Benar-benar perpaduan yang indah.
Si pusat perhatian itu tidak memilih menggerakan tubuhnya di lantai dansa seperti yang di harapkan orang-orang disana. Ia lebih memilih untuk duduk di meja panjang yang terdapat bartender disana. Selagi menunggu pesanan minumanya, sosok cantik itu menyalakan rokok yang sebelumnya ia simpan di saku jaket baseballnya.
Orang-orang di club tampaknya masih enggan untuk mendekati sosok cantik yang masih asik dengan rokok murahnya. Mungkin takut karna selera si cantik itu tinggi? atau takut tidak memiliki cukup banyak uang untuk bersama si cantik? tapi tidak untuk seorang Mark Lee. Mark yang sejak awal juga ikut memperhatikan sosok cantik kini berjalan mendekat.
"Kau tau? Semua orang disini memperhatikanmu tapi tidak berani mendekatimu" dengan rasa kepercayaan diri yang penuh, Mark mengambil tempat di samping sosok cantik itu. Sedangkan si cantik hanya mendengus geli sebelum kembali menghisap tembakau tersebut. "Tapi aku tidak" Mark membisikan si cantik yang di akhiri dengan tiupan ringan di telinga si cantik.
"Aku malah berharap kau seperti orang-orang" sosok cantik itu meletakan rokoknya di asbak kemudian meraih shot glass yang berisikan minuman keras. Dengan sekali tegukan minuman itu di habiskan "Tambah" si cantik itu berteriak pada bartender yang dengan cekatan menuangkan minuman keras pada shot glass sosok cantik itu.
"Sangat tidak sopan jika kau tidak menawarkan minum pada orang di sampingmu" sosok cantik itu terkekeh pelan menaggapi ucapan Mark. "Kau tidak memiliki wajah yang kuat minum" sekarang giliran Mark yang terkekeh, di ambilnya rokok si cantik kemudian di hisap dan menghembuskan asap rokok itu tepat di wajah cantik orang itu "Kita lihat saja"
○
"Cukup..." di dorongnya dengan pelan botol minuman keras itu yang hendak di tuangkan ke dalam shot glass milik sosok cantik tersebut. Sudah cukup rasanya 18 shot glass yang berisikan minuman keras itu, si cantik tidak ingin mendapatkan jackpot disini. Sedangkan Mark, melihat sosok cantik itu sudah menyerah kini tertawa puas melihatnya.
"Aku menang" Mark merapatkan dirinya kepada sosok cantik itu "Aku ingin hadiah" bisik Mark tepat di telinga si cantik "Aku ingin hadiah yang istimewa" si cantik yang sudah dalam keadaan mabuk itu tertawa keras "Kau mengharapkan hadiah? dariku?" kembali lagi si cantik tertawa keras karna ucapannya sendiri.
"Aku mengingkanmu di bawahku... berteriak memohon" Mark memeluk pinggang ramping itu dari belakang, di berikan kecupan kecupan ringan pada leher jenjang itu "Bagaimana?" bisik Mark sebelum menyesap leher jenjang putih itu yang meninggalkan bekas merah di sana. Bekas merah itu tampak sangat indah bagi Mark.
Sosok cantik itu mendesis pelan, merasakan lehernya yang mendapatkan kecupan kecupan ringan hingga bekas memerah "Aku bahkan tidak mengetahui namamu... tuan" nada suaranya pelan, terkesan menggoda. Mungkin karna pengaruh minuman keras. "Namaku Mark Lee dan siapa namamu cantik?"
"Jaemin, Na Jaemin"
○
Tidak ada yang tahu siapa yang membuat suasana semakin liar, setelah mendapatkan kamar hotel yang memang satu gedung dengan club dimana mereka bertemu. Kini suara kecapan mendominasi ruangan kamar mereka. Saling melumat bibir satu sama lain, beradu lidah untuk mengetahui siapa yang lebih dominasi dan setelah merasakan Mark yang memenangkan perang lidah kini keduanya melepas ciuman mereka yang menyisakan benang liur entah milik siapa.
"Ahhh~"
Jaemin memejamkan matanya, Mark mengecup lehernya, menghisap hingga meninggalkan bekas merah yang lain dan tidak hanya di situ saja tangan Mark sudah masuk ke dalam kaos hitam yang di gunakan Jaemin. Dengan sengaja Mark mencubit puting Jaemin dan kemudian memilinnya.
"Ngghhhh"
Jaemin bergerak semakin gelisah begitu Mark menyudahkan kegiatannya untuk memberikan kecupan di leher jenjang Jaemin. Setelah Mark melepaskan jaket serta kaos Jaemin, kini Mark memanjakan daerah dada si cantik. Puting kirinya masih di pilin dengan gerakan pelan sedangkan puting kanannya di jilat dan sesekali di beri gigitan pelan.
Tidak hanya sampai situ, tangan Mark yang menganggur kini berusaha melepaskan celana jeans milik Jaemin. Jaemin sendiri memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan Mark, kelima jemari Jaemin meremas kencang surai gelap milik Mark saat merasakan tangan dingin itu mengenggam penisnya.
Mark mengenggam penis mungil Jaemin. Di gerakannya penis itu naik turun secara teratur. "l-lebih cepat aahhh" pinta Jaemin tidak sabaran dan dengan senang hati Mark menuruti permintaan si cantik, menggerakan penis mungil itu dengan cepat sampai.
"Akhhhh" Jaemin mendesah setelah pelepasan pertamanya. Mark menyeringai melihat cairan putih kental yang mengenai tangannya, dirasanya cairan milik Jaemin sebelum Mark berbisik tepat di telinga Jaemin "Manis, seperti dirimu..."
Mark masih menyeringai selagi merasakan sisah cairan milik Jaemin yang masih tersisah di jari-jarinya kemudian Mark. Mark meludahi ketiga jarinya dan mengarahkan ketiga jarinya yang sudah basah kearah lubang merah Jaemin yang seolah minta diisi itu.
"Ppelan..shhhh" Jaemin menahan tangan Mark yang semakin memasukan ketiga jarinya sekaligus kearah lubungan Jaemin. "Rileks na" bisik Mark pada Jaemin sebelum kembali menggerakan jaringan maju mundur yang temponya menjadi semakin cepat.
"Ahhh~" Jaemin kembali mendesah nikmat merasa jari Mark yang baru saja menyentuh titik ternikmatnya. "Disitu?" tanya Mark yang kembali mengenai titik ternikmat Jaemin. Jaemin mengangguk cepat begitu merasakan sensasi nikmat di lubangnya. "Terus mendesah sayang" bisikin Mark.
"Ngghhh..."
"Ahhhh..."
Mark menghentikan kegiatanya melihat Jaemin yang sepertinya akan melakukan pelepasan yang kedua. Jaemin menatap Mark dengan bibir yang mengerucut, kesal karna Mark menghentikan aktifitasnya. "Inilah puncaknya sayang" ucap Mark dan kini Mark telah memposisikan penisnya yang sebelumnya di beri pelumas buatan yang merupakan cairan milik Jaemin dan kini posisi penisnya tepat berada di depan lubang Jaemin.
'Jleb'
"Akhhhhhhh..."
Mark memejamkan matanya, mengabaikan jeritan kesakit dari Jaemin. Sial, lubang milik Jaemin benar benar ketat dan menjepit penis Mark dengan sempurna. Tanpa menunggu persetujuan dari Jaemin lagi, Mark mengeluarkan penisnya keluar dan kembali mendorong masuk.
"Ahhh..."
"Shh..."
Mark mendesis pelan, melihat betapa seksinya Jaemin yang tengah mendesah di bawah kukungannya apa lagi leher jenjang Jaemin yang di penuhi dengan karyanya. Membuat libido Mark semakin tinggi, Mark kembali menggerakan pinggangnya maju mundur. Menciptakan suara kulit yang bertabrakan.
"Mmarrkhhh..."
Desah Jaemin yang telah sampai puncaknya untuk kedua kalinya. Mark menggeram pelan, menambahkan tempo pergerakanya sampai dirinya-
"Akhh...."
Juga melakukan pelepasnya di dalam tubuh Na Jaemin.
TBC/Unpub?
WIKWIKWIKWIKWIK~
SIAPA AUTHORNYA ANJAY?! TAU KOK GAK HOT
Ada yang mau lanjutanya? tapi bukan yang jorok lagi njay:( demen amat jorok si kalian pada untung aku suci
oke segitu aja(?)
![Kiwi [Markmin]](https://img.wattpad.com/cover/164518195-64-k377958.jpg)