prolog

12 4 0
                                        

Disana gue benar benar dipandang.
D

isini gue dipandang cuma sebelah mata.

Disana gue punya banyak temen.
Disini gue ngga punya siapa siapa.

Disana gue ngalamin bahagia terus kecewa.
Disini semoga gue bahagia dan terus bahagia selamanya.

Itulah pikiran yang berada di otak seorang gadis cantik. Pasti yang dirasakan gadis itu benar benar ngga adil. Tapi apalah daya, memang begitu jalannya hidup, kita harus jalani dan syukuri.

Aufa Dinaya Ashkhilla, itulah nama seorang gadis yg mempunyai pikiran tadi. Disana, dikota Bandung Dina mendapatkan kebahagian saat keluarganya masih utuh, adanya ayah, adanya ibu, adanya abang dan kakak, beserta adik kecilnya, tapi ekspetasi Dina tidak sejalan dengan realita hidupnya. Ibu Dina mendapat kekerasan dari suami, Dina dan saudara kandung ditelantarkan oleh sang ayah.

"Dina..  Kamu udah beresin barang barang kamu sayang" ucap Gita, ibu Dina.

"Ah.. Iyah bu, kenapa? " Jawab Dina,

"Tuhkan kamu lagi ngelamun yahh" tanya Gita

"ngga bu, Dina ngga ngelamun" cegah Dina

"buktinya tadi ibu manggil kamu ngga direspon sama kamu sayang" ucap Gita.

Gita tau kalau anaknya ini benar benar kecewa dengan dirinya, Dina sekarang sering melamun, dan Gita tau apa yang dilamunkan anaknya itu.

"Dina.. Ibu minta maaf yahh sayang, ibu belum bisa menjadi ibu yang baik buat kamu dan buat abang kakak adik kamu" ucap Gita dengan mata yang sudah berkaca kaca.

Dina yang melihat itu langsung memeluk ibunya dengan hangat.
"Ibu ngga usah minta maaf, ini bukan kesalahan ibu, jadi berhenti minta maaf sama Dina" cegah Dina sambil menahan tangis

"Ibu ngga salah" ucap Rano dingin, abang Dina.
"Iyahh benar kata Dina sama Rano, ibu ngga salah" ucap Rani, kakak Dina dan kembaran Rano.

"Makasih yah sayang, kalian semua adalah anugerah yang paling terindah dalam hidup ibu nak" ucap Gita sambil menangis.

Rano dan Rani menghampiri Dina dan Gita, dan langsung memeluknya.
"Kami sayang sama ibu" ucap Dina,  Rano, dan Rani bersamaan.

"Ihhh...  Epan uga mau di peyuk cama kaliyan" ucap Revan dengan suara anak kecilnya, adik Dina Rano Rani.

"Ngga boleh" ucap Rano
"Ihhhh..  Abang peyit" ucap Revan sambil menangis.

Gita, Dina, Rani dan Rano hanya tertawa melihat malaikat kecil mereka yang menangis.

"Sini van, peluk ibu" ucap gita.
Revan langsung lari menghampiri Gita dan terjadilah tertawa kebahagian yang menyelimuti mereka.

Tbc.

Thanks. Jangan lupa sama vote komennya.

Pcypjmxx_

ArkanDinaWhere stories live. Discover now