"Claudia, bawa tasku" gadis itu melempar tasnya asal dan langsung disambut cepat oleh gadis yang dipanggil Claudia itu.
Dia Blaire Griffiths, santero kampus pasti mengenalnya. Kuakui dia cantik, sangat cantik. Tapi sikapnya benar-benar membuatku mual.
Blaire juga mempunyai dayang-dayang yang selalu mematuhi perintahnya. Claudia, Lacy, dan Sandra. Ketiga wanita tolol itu.
Kulihat mereka berjalan memasuki cafetaria dengan gaya yang angkuh. Dasar wanita-wanita gila.
"Harry" oh aku lupa, aku sedang duduk dengan pacarku, Jennifer Richards. Aku lebih senang memanggilnya Jane.
"Ya, babe? "
Dia menggenggam tanganku.
"Jangan benci dia"
Cih, bagaimana bisa aku tak membenci gadis itu!? Lihat dia. Dia sedang mengusir seorang nerd karena sudah menempati mejanya yang agung itu.
"Lihat dia, Jane. Dia tak pantas menjadi temanmu"
"Dengarkan aku, Harry. Itu bukan Blaire yang sebenarnya, dia-"
"Lalu dia siapa? Setan yang merasukinya hingga dia seperti itu? Iya? " aku memotong omongan Jane.
"Harry! Aku mohon, aku sedang mencari cara agar Blaire dapat menjadi Blaire sahabatku yang dulu"
"Sahabat katamu? Dia saja tak menganggapmu sebagai temannya, apalagi sebagai sahabatnya"
"Ah sudahlah. Aku ingin ke perpustakaan, ada yang harus kukerjakan. Bye, Harold" Jane bangkit dan mencium pipiku sekilas. Ah, aku kan ingin lebih.
Aku menatap tubuhnya yang semakin lama semakin mengecil, hingga tubuhnya hilang ditelan lorong-lorong kampus.
"Kau memperhatikan bokongnya, huh? Dasar Cabul " aku terperangah kaget.
"Kau kaget? " lalu dia tertawa. Wanita iblis ini.
"Apa?!" sentakku.
"Wow, Harry. Kau tak tau siapa aku? "
"Kau iblis"
Lalu dia tertawa lagi. Bahkan sekarang labih parah, aku sampai bisa melihat air mata disudut matanya. Fuck.
"Oh, Tuhan. Kau lucu sekali, Harry! "
Dimana letak lucunya? Aku mengatakan dia Iblis, lalu menurutnya itu lucu?
"Apa maumu? "
Tawanya mulai reda dan dia menduduki kursi yang diduduki Jane tadi. Tangannya meraih milkshake-ku Dan meminumnya hingga tersisa setengah.
"Bajingan, aku belum meminumnya sama sekali! "
"Ouch, aku tidak sengaja meminumnya, tampan"
Blaire selalu mencari garagara denganku. Entah apa maunya.
Daripada aku meladeni wanita gila ini, lebih baik aku menyusul Jane diperpustakaan. Walaupun aku sangat membenci buku.
Belum sempat aku bangkit, Blaire menahan tanganku.
"Harry, tunggu dulu. "
"Apalagi? "
"Kau mau kemana? "
"Bukan urusanmu"
Lagi-lagi dia tertawa.
"Beritahu pacarmu yang bodoh itu agar tidak terlalu sering mencoba menegurku. Aku merasa terganggu "
"Jane tidak bodoh, dia mencoba menegurmu karna dia masih menganggapmu sebagai sahabatnya, walaupun kau sangat tidak pantas disebut sebagai sahabat. Comeone, Blaire. Berhentilah bersikap bitchy"
YOU ARE READING
Blaire
FanfictionApa jadinya jika 3 orang pria mencintai 1 wanita yang sama? Apa bentuk kisah cinta mereka? Tidak, bukan cinta segitiga. Jadi apa? Trapesium?! #1 Zarbara on June 8th 2019 Warning ⚠ : Harsh Words Murni hasil kegabutan :))
