Entah, tapi siapa dia? Hampir di setiap antara pukul 23.00 - 00.00 dia selalu duduk disana, kursi dengan meja di depannya. Sebuah piano terletak di atas sana.. hampir disaat jam - jam itu, dia selalu hadir dan memainkan piano milikku..
Sebenarnya dia tidak suka kuceritakan.. tapi aku akan ceritakan pengalamanku ini
.
.
.
.
.
Awalnya aku menjalankan aktifitas seperti biasa, berangkat dan pulang sekolah adalah keseharianku. Hingga saat suatu malam.. saat aku dan mamahku sedang kumpul di ruang tamu
"Lang.. gimana piano kamu? Udah 1 tahun ngga di ambil - ambil, inget kan kamu lagi mintanya ke almarhum papahmu kaya gimana.." ujar mamah
"Iyah mah, aku suka lupa soalnya. Mamah tau kan aku sibuk di sekolah, jadi kadang suka lupa" sahutku dengan nada penjelasan
"Bukan, lagian kamu mah pake di pinjem - pinjemin" ucap mamahku
"Iyah - iyah, nanti aku bawa besok.. asal nanti mamah jemput aku ya. Yaudah, aku mau tidur mah" kataku sambil bergegas ke kamar. Setelah itu aku mematikan lampu kamarku dan tidur, sementara Harold sedang memainkan mainanku yang berada di bawah kasur.
***
Keesokan harinya, aku berangkat sekolah dan melakukan kegiatan KBMku di Sekolah Kejuruan Farmasi seperti biasanya. Bel pulang sekolah akhirnya pun berbunyi, aku pergi menuju rumah yang berada di samping sekolahku. Karena kebetulan pianoku ada disana selama 1 tahun ini..
"Mimoooomm.." Sapaku pada wanita yang sedang duduk di depan rumahnya itu.
"Iya gilang, ada apa?" Jawabnya seperti biasanya
"Aku mau ngambil piano aku mimom, udah lama ngga di ambil hahaha" Kataku dengan sedikit tertawa
"Ambil sono, di kolong wastafel noh lang"
"Iyah mimom aku ambil yaa" Lalu aku pergi menuju tempat yang di beritahunya dan mengambil pianoku yang dibungkus dengan kardus dengan rapih, lalu aku membawanya pergi kembali ke sekolah. Saat di sekolah, aku menelpon mamahku untuk menjemputku..
"Hallo, mah.. aku udah pulang nih, jemput aku ya di sekolah" Ujarku pada Mamahku dari ujung telepon disana
"Iyah tunggu ya, mamah mau kesana sekarang"
Ttuuuuuttt......
Singkat cerita, akupun sampai di rumah. Saat itu sore hari, aku membersihkan pianoku yang agak sedikit berdebu itu. Lalu aku menaruhnya di atas meja yang berada di kamarku. Ku nyalakan piano itu dan memainkannya dengan jemariku. Awalnya lagu - lagu biasa, tapi makin kesini jariku seperti di tuntun ke arah nada yang asing kudengar. Semakin lama, aku semakin terbawa oleh suasana dan terus memainkan irama itu. Dia muncul di belakangku dengan ikut bersenandung sesuai irama yang di mainkan oleh jemariku. "Siapa kamu?" Tapi respon darinya hanyalah tawa yang sangat membuatku merinding. Ketika ku menyudahi bermain piano, dia menghilang...
Bersambung.....
Note : sebelumnya maaf, saya buat cerita ini sudah selesai dari beberapa hari lalu. Tetapi tiba - tiba filenya hilang, dia tidak senang saya tulis disini.. jadi saya perlu edit beberapa bagian
KAMU SEDANG MEMBACA
SIAPA YANG DATANG?
HororIni adalah ceritaku beberapa hari ini, terhitung sejak tanggal 4 Oktober 2018 hati - hati, karena dia bisa saja di sampingmu saat membaca kisah ini
