Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 1

49 5 0
                                        

Malam ini sangat dingin. Benar-benar dingin. Tapi aku tak menghiraukannya. Pikiranku sedang kacau. Saking kacaunya aku tak peduli dengan cuaca sekarang. Aku berjalan di tengah keramaian dengan hanya menggunakan kemeja dan dilapisi dengan sweater yang tidak terlalu tebal. Butiran salju sudah memenuhi seluruh tubuhku. Orang-orang memandangku dengan tatapan aneh sembari berbisik-bisik. Aku tau sekarang mereka sedang berpikir aku orang gila yang mau berjalan di tengah salju tanpa memakai jacket, coat bahkan syal. Bahkan mungkin tubuhku ini sudah seperti boneka salju yang hidup.

Aku gila ? Ya ! Aku gila sampai-sampai aku tak memikirkan keadaanku sekarang. Otakku sudah lelah, terlalu lelah hingga aku tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan. Aku tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan. Aku tak peduli dengan tatapan aneh yang mereka perlihatkan kepadaku. Otakku tak bisa berfungsi dengan baik sekarang. Ini karena seorang gadis. Seorang gadis yang selalu aku rindukan. Gadis yang selalu memenuhi setiap ruang di hatiku. Gadis yang selalu menyita seluruh perhatianku. Gadis dengan senyuman yang selalu mampu meluluhkanku. Tapi kejadian kemarin..... Arghhh Shitt !! Apakah benar senyumanmu itu untukku ?

* * * * * * * * * *

Dengan malas aku melangkah menuju kedalam lift. Kutekan tombol yang akan membawaku ke lantai 18. Tak ada yang menaiki lift selain aku. Tuhan benar-benar ingin membuatku tenggelam dengan pikiranku sendiri. Gadis itu.....aku benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan ini. Tapi aku juga tidak tahan lagi dengan semuanya. Tuhan tolong berikan petunjuk kepadaku. Aku berjalan dengan gontai keluar dari lift menuju pintu apartementku. Aku menekan password dan pintu pun berhasil terbuka. Kututup pintu dan......

" Oppa ! "

Aku berbalik dan mendapati gadis itu tengah menatapku dengan khawatir. Khawatir ? Benarkah itu ?

" Oppa ! Kau gila ? Kau keluar tanpa memakai mantel atau coat ? Setidaknya kau harus menggunakan jacket dan syal oppa ! "

Dia berjalan mendekatiku lalu membersihkan salju yang ada di seluruh tubuhku. Dia menepuk-nepuk pundakku lau beralih menuju rambutku. Aku hanya diam tak mampu mengatakan apapun. Kupandangi wajah cantiknya. Biasanya aku sangat senang dikhawatirkan seperti ini. Dikhawatirkan ? Tapi entah mengapa ada sebagian yang hilang dari diriku saat ini. Apa mungkin karena aku sudah sangat lelah dengan semua yang kualami akhir-akhir ini ?

Hatiku benar-benar teriris mengingatnya. Kupegang tangannya yang masih sibuk membersihkan salju yang menempel di tubuhku. Dia menatapku dengan mata yang membulat. Tetap indah dan cantik.

" Hei ! Kang Min Hyuk ! Neo jinjja micheosseo ?! Kau punya kekuatan sebesar apa ? Kenapa kau membiarkan tubuhmu merasakan suhu sedingin ini ? "

Aku tersenyum getir. Soojung-ah.......bagaimana jika aku terus mencintaimu ? Walaupun aku tahu kenyataan pahit ini. Dia menarikku menuju sofa, membiarkan aku duduk dan melihat dia sibuk dengan aktivitasnya. Menyalakan pemanas ruangan, berjalan menuju kamar untuk membawakan selimut dan kembali kehadapanku.

" Aku sudah menyiapkan sup. Sekarang minum dulu teh ini untuk menghangatkan tubuhmu eoh ? "

Lagi-lagi aku hanya diam memandangi kesibukannya membenahi selimut di tubuhku. Dia mulai berdiri, aku mencoba mengumpulkan kekuatanku. Kupegang tangannya utuk menahan dia pergi. Dan aku pun mulai menyuarakan apa yang ada di kepalaku.

" Siapa sebenarnya dirimu Jung Soo Jung ? Ani...... "

Dia berbalik dan menatapku dengan bingung. Aku menengadah menatapnya.

" Ani........ Krystal Jung ? " ucapku sarkastis.

Dan lihat ? Dia terhenyak di tempatnya mendengar ucapanku tadi.

IronyStories to obsess over. Discover now