PROLOG

16 0 0
                                        

Mading sekolah sudah penuh dengan selebaran pengumuman pendaftaran anggota baru berbagai ekstrakurikuler. Semua dimuat semenarik mungkin untuk mendapat perhatian dari yang membaca. Tapi ada satu yang unik dari lainnya.

"Jadilah relawan tangguh. Bukan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri, tapi juga orang lain. Saatnya kau menjadi salah satu penyelamat bangsa"

Setidaknya itulah yang tertulis dalam salah satu selebaran itu. Sedikit lebay memang. Dengan tambahan sebuah foto seorang pria yang mengangkat piala bersama teman lainnya. Di bawah foto itu tertulis "juara satu jumbara nasional tingkat SMA/SMK tahun 2015"

"Mau gabung mana nih?" Seorang siswa bertanya pada kedua temannya.

"Bagaimana kalau yang ini?" Salah satu temannya menunjuk sebuah selebaran di mading itu.

"Yang bener?!" Siswa ketiga tampak tak percaya dengan pilihan temannya tadi.

"Percaya ama gua. Dijamin seru!" Dia menatap wajah teman-temannya secara bergantian. Menanti jawaban mereka.

"Ayo!" Seru keduanya serentak.

Ketiganya sepakat untuk bergabung dalam ekskul PMR. Sebelum pergi, salah satu diantara mereka menatap dalam selebaran dari ekskul PMR tersebut. Ia tersenyum. Bangga.

"Akni! Ayo buruan, malah diem baek di situ" teriak salah satu temannya yang sudah berada cukup jauh.

Akni berlari menyusul mereka. Entah berapa lama ia memandangi selebaran itu, sampai dirinya tak sadar sudah tertinggal kedua temannya.

"Aku pasti bisa melampauimu" ucapnya dalam hati seraya tersenyum ke arah kedua teman yang sudah berada di depannya. Ia rangkul keduanya lalu tertawa.

ANPANMANStories to obsess over. Discover now