Pagi ini terasa hambar.semua tak menyangka bahwa akan terjadi seperti ini.
siapa yang akan tau ? Perpecahan ini membuat ku lemah
Bahkan rasanya untuk senyum pun sulit ku lakukan.
dalam perjalanan ke sekolah kutemui anak kecil tidur di teras sebuah toko.
Dan aku mulai merenung, bagaimana jika aku seperti itu.aku tak ingin masa depan ku hancur hanya karena perdebatan mereka.
7 jam sudah ku lewati tuk menuntut ilmu.aku pun kembali ke rumah yang dipenuhi kedinginan penghuni nya
Aku masuk ke kamar dan mulai mengerjakan tugas seperti biasa
Waktu menunjukkan pukul 7 malam.
Perempuan itu mengetuk pintu rumah kami dengan keras sambil berteriak memanggil ayah ku
Mas..!! Keluar kamu ! Kamu harus tanggung jawab ! Mas..!!
Aku terkejut ! Perempuan perusak orang tua ku datang dengan marah marah
Aku membuka nya dan dia masuk kedalam rumah, mencari ayahku
Aku sontak marah dan mengusirnya
Dan dia mengancam ku
" Kamu gak usah ikut campur,kalo kamu ikut campur kamu ngga akan melihat bundamu lagi!"ancamnya.
Akhirnya perempuan itu pulang
Aku tak tahan dan akhirnya aku menangis semalaman
Apakah kalian tahu siapa perempuan perusak rumah tangga orang tua ku?
Dia adalah ibu dari teman satu angkatan ku.
Betapa geramnya aku diusia 15 tahun aku harus menjalani seperti ini
Luka yang kuderita tak ku ceritakan pada siapapun. Bahkan ibuku sampai meninggalkan rumah,begitu pula ayahku pergi entah kemana
Dan kini aku tinggal sendiri
Menjalani hari hari yang sunyi.
