Halo teman-teman, selamat datang di cerpen pertamaku. Selamat membaca semoga kalian terhibur. Jangan lupa like dan komen ya untuk perbaikan kedepannya, atau mungkin mau saran topik buat cerita selanjutnya :) terimakasih supportnya :) happy reading guys :*
"Hai" sapa sang pria.
"iya, siapa ya?" jawab sang gadis.
Berawal dari "hai" perkenalan diantara mereka pun bermula.
Awalnya sang gadis pun merasa tidak nyaman dengan kehadiran sang pria. Tiba-tiba muncul, padahal sebelumnya tidak pernah mengenalnya.
"sok kenal banget sih itu cowok" gerutu sang gadis dalam hati.
Setiap kali sang pria dicuekin oleh sang gadis, sang pria pun tak gentar dan tak patah semangat. Entah ada motif apa, tetapi sang pria selalu dan selalu menghubungi sang gadis.
Layaknya pria yang mengejar-ngejar gebetannya. Padahal perkenalan mereka baru seumur jagung.
Obrolan mereka pun berlanjut, dari yang hanya mengobrolkan hal sederhana hingga mengobrolkan soal perkuliahan mereka masing-masing.
Dengan sikap misterius yang sang pria tampilkan, lambat laun membuat sang gadis penasaran. Tetapi, sang gadis mencoba biasa-biasa saja menanggapi sang pria. Begitu pun dengan sang pria. Sisi cuek yang ditunjukkan oleh sang gadis, membuat sang pria ingin mengetahui lebih jauh mengenai sang gadis tersebut.
Tak terasa sudah berminggu-minggu, mereka saling berkomunikasi lewat chat. Mereka masih tetap menjaga sisi cool dan jaim yang mereka punya. Hingga tiba saatnya sang pria mengalah dan mencoba mengajak bertemu terlebih dahulu. Sang gadis mulai harap-harap cemas. Di satu sisi, sang gadis senang. Namun di sisi lain sang gadis merasa khawatir karena sang gadis takut jika pria yang selama ini berkomunikasi dengannya adalah orang jahat. Ya, pikiran itu pun tiba-tiba muncul. Namun, dengan kelembutan sang pria, akhirnya sang gadis pun menerima tawaran sang pria dengan satu syarat yaitu sang pria menjemput gadis itu tepat di depan rumah, pukul 15.00 tepat dan pulang sebelum maghrib tiba. Sang pria pun mengiyakan syarat dari sang gadis.
Tiba pada pertemuan mereka. Ya, terjadi hal yang tidak disangka-sangka oleh keduanya. Seperti layaknya anak muda kebanyakan, pertama kali mereka bertemu, mereka merasa canggung dan kaku. Tetapi jauh di hati mereka, mulai muncul rasa ketertarikan satu sama lain. Perasaan yang telah lama hilang dari hati sang pria kini kembali muncul. Patah hati yang dirasakan oleh sang gadis beberapa bulan lalu kini telah terobati setelah bertemu oleh sang pria. Pada pertemuan mereka saat itu, mereka mengobrolkan banyak hal. Mulai dari kebiasaan mereka, kegiatan mereka, hal kesukaan mereka, hingga kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Ya, sang gadis berharap bahwa akan ada yang mengobati luka di hatinya beberapa bulan lalu. Dan sang gadis berharap bahwa pria itu lah yang mampu melakukannya.
Begitu pun dengan sang pria. Ia berharap bahwa perkenalan mereka yang tidak disengaja itu merupakan awal yang baik bagi keduanya. Ia berharap bahwa sang gadis mampu menggantikan sosok wanita yang dahulu sempat membuat sakit hati sang pria.
Harapan mereka pun di dengar oleh langit. Tak butuh waktu yang lama, mereka pun akhirnya menjalani hubungan lebih dari sekadar teman.
