Part 1

123 10 4
                                        

Kriiinggg....

Bunyi bel terdengar sangat nyaring dikoridor Antariksa High School. Tepat saat itu, seorang gadis cantik berseragam merah keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Kemudian dari arah lain, seorang pemuda tampan menghampirinya.

"Murid baru aja udah telat, gimana kalo udah jadi murid lama?"  Katanya sambil tersenyum meremehkan.

   "Lo ngomong sama siapa? Gue?"  Kata gadis itu

Nio memutar malas bola matanya, "Bukan. Gue ngomong sama pager dibelakang lo"

Ya dia adalah Antonio Satiyasa cowok tampan sekaligus most wanted di Antariksa High School, yang menjabat menjadi wakil ketua Osis di sekolah tersebut."Oh"  Balas cewe itu, cuek.

Nio Pov
"Ya gue ngomong sama lo lah, pake nanya lagi_-. Emang disini ada siapa lagi selain gue sama lo?" kata gue sebel  ke cewek baru yang lagi celingak celinguk nyari satpam biar dibukain gerbangnya.

"Ya kaga dibuka lah orang AHS aja peraturannya ketat banget."  Kata gue yang masih melirik kearahnya. 

"Oh ya gue ga tau lah, abisnya lo ngomong anak baru gitu, gue kanbukan anak baru." Kata cewek itu.

Gue menaikkan sebelah alis gue, Bingung? " kok gue  ga pernah liat lo?." tanya gue ke dia. " Ya mana gue tau." balas cewek itu, cuek banget dah_-

Gue kesel juga si lama-lama, liat ni cewe celingak celinguk doang, ga ada usaha buat masuk, gue bawa aja ke pintu belakang kali ya? Sekalian gw juga mau masuk. Langsung aja gue tarik tangannya.

"Eh apaaan sih main tarik tarik tangan orang aja!." kata cewe itu.

"Ikut gue."

Author Pov

"Ikut gue."  Kata Nio kepada Evindha.

Evindha Dhea Ardiansyah, si cewe cantik, yang cuek tapi banyak yg naksir:v.

"Kemana sih." balas Evi. Tapi Nio tidak membalas,

Evi pun berusaha melepaskan cekalan tangan Nio, tapi hasilnya nihil, tenaga Nio terlalu kuat untuk dia lawan, Nio malah membawa Evi ke gerbang belakang sekolah. Nio melirik sekilas ke Evindha, yg tampaknya sedang kebingungan. Nio langsung saja berjongkok didepan Evindha, berniat untuk membantu Evindha agar bisa naik ke atas.

"Ck. Lo cepetan naik kepundak gue. Mau masuk kaga lo?." Kata Nio. 

"Terus ntar gue turunya gimana. Gue takut kali kalo disuruh loncat dari atas kebawah sana." balas Evindha sambil memperhatikan gerbang sekolah yang lumayan tinggi.

"Ntar gue duluan yg turun jadi ntar gue tungguin dibawah ga bakalan jatoh deh gue jamin tapi ntar kalo lo jatoh yaudah, gue ga mau tanggung jawab, salah lo kaga ati ati." kata Nio dengan senyum meremehkan.

"Udah cepetan naik." Sambungnya. Akhirnya Evi naik ke pundak Nio dengan muka cemberut.

"Jangan ngintip lo." peringat Evi.

"Iye. Cepetan, berat lo."  Balas Nio yang sedang menahan tubuh Evi.

"Oy gue udah diatas, lo cepetan kesini tungguin gue dibawa, keburu Bu Mar dateng nih." Teriak Evi dari atas gerbang.

Nio pun sudah bersiap untuk naik dan turun untuk menangkap Evindha. Tapi, Nio tidak tau jika dibawahnya ada sebuah batu, yang bisa saja membuat dia jatuh jika tidak hati- hati. Tiba- tiba

"Brughh..."

Hello readers,  ini cerita pertama aku sama teman2 ku. Karna lagi awal2 an bangett bikin cerita, kalo ceritanya ga jelas, atau alurnya aneh2 gimana gitu, maklum yaa 😁  maaf kalo banyak typo 😁
Jangan lupa buat vote and comen,
Follow juga akun kita yaaa. Tq 😋

See you next part😗 Ikuti trs yaa🤗

BAD BOY ANTARIKSAStories to obsess over. Discover now