Jejak Sasuke

8.7K 329 7
                                        

Hinata P.O.V :
Hari ini aku kembali menatap dia dari jauh. Naruto tersenyum lebar karena Sakura menggandeng tanggannya. Matanya menatap dalam Sakura. Aku tahu cintanya tak pernah padam seiring berjalannya waktu.

***

Tadi pagi nyonya Tsunade memberikan misi untuk mencari Sasuke. Katanya, hanya Sasuke yang tahu lokasi mawar permata ungu. Konoha sedang genting, Nyonya Tsunade harus mendapat penawar untuk Kakashi sensei. Aku, Kiba, Sai, Sakura dan Naruto harus mencari Sasuke secepatnya. Ah...Kenapa harus aku? Kenapa aku harus bersama Naruto lagi?

***
"Naruto, Apa kau lapar?"
"Iya... Sakura, buatkan aku ramen ya!"
"Siap... Naruto..."
"Kau jadi baik ya Sakura"
"Aku memang dari dulu baik Naruto"
"Selain baik, kau juga cantik Sakura"

Seketika Kiba dan Sai tertawa lebar. Naruto benar-benar melupakanku. Mata dan hatinya hanya untuk Sakura. Aku harus menjauh. Aku tak mungkin menangis di sini. Ah... Naruto...sampai kapan pun kau tak akan mendengar goresan luka di hatiku.

"Teman-teman aku ke sana sebentar ya, aku ingin melihat sekeliling hutan ini"

Aku berlari sejauh mungkin sampai menemukan danau yang indah. Aku duduk di atas rerumputan dan menangis. Rasanya, bunga-bunga di pinggir danau ini tak mampu menahan air mataku. Bodoh...aku masih mengharapkan Naruto yang jelas-jelas melupakanku.

Ada apa ini? Kenapa badanku tidak bisa bergerak? Siapa itu yang datang? Apa itu musuh?

"Sa...sa...sa...suke..."
"Hyuga, bodoh sekali sampai tak menyadari aku datang"
"Lepaskan aku Sa...sa...suke!"
"Tidak akan bodoh"
"Ja...jangan...panggil aku bodoh!"
"Kau memang bodoh"
"..."

***

Sasuke P.O.V :
Si cengeng ini masih tertidur pulas di atas ranjangku. Dasar gadis bodoh. Airmatanya terus membasahi pipi chuby yang memerah. Bisa-bisanya dia masih terperangkap genjutsuku. Aku bisa memanfaatkan si bodoh ini untuk menghancurkan Konoha.

"Sa...sa...suke..."
"Hmm..."
"Ini dimana?"
"Hmm..."
"Sasuke, aku serius"
"Berisik"

Aku kembali menatap matanya, tajam. Aku melihat bibir tipisnya gemetar. Manis...aku jadi menikmati setiap getaran dari bibirnya meski airmatanya jatuh.

"Cengeng"
"A...a...ku...tidak"
"Kau bodoh Hyuga"
"A...k...u..."
"Sudah, minggir kau! Aku ngantuk"

***
Rasanya kepalaku pusing. Tubuhku lemas. Apa aku tidur terlalu lama?

Hmm...wangi apa ini? Apa yang si Bodoh lakukan di rumahku? Apa dia memasak?

"Bodoh, apa itu?"
"I...i...ni..."
"Berikan padaku!"
"Ini hanya nasi kepal"
"Oh..."

Kruyuuu...u...ukkk.

Sial, perutku malah bunyi lagi. Ah...tawa itu, si Bodoh itu. Berani-beraninya dia. Sial, kenapa dia mesti tertawa? Bibirnya itu lebih manis daripada dia gemetar. Pipi chubynya itu merah merona. Bodoh...berhentilah menggodaku!

"Kau mau mati? Tertawa begitu"
"Ma...maa..af... Sasuke"
"..."
"Makanlah Sasuke!"
"Hmm...setidaknya kau pintar memasak..."
"Jadi..."
"Tapi...kau tetap bodoh sebagai ninja"
"Sasuke menyebalkan"
"Apa katamu? Mau mati?"
"..."
"Kau tidur di luar!"

Entah apa yang dia pikirkan. Setelah makan dia langsung ke luar rumah. Si Bodoh itu, benar-benar bodoh. Apa dia mencoba kabur? Sia-sia...rumah ini telah ku beri perisai. Aku tak akan melepaskanmu.

"Bu...Hinata kangen..."

Aku mendengar desahan nafas si Bodoh itu. Lagi-lagi dia menangis. Sungguh menyebalkan.

"Heh...apa kau tak bosan menangis? Aku benci orang lemah"
"Sa...sa...suke..."
"Bicara yang benar! Gagap"
"Sasuke"
"Masuk! Tidur di dalam!"
"A...a...ku ingin melihat bintang"
"Bicara yang benar aku bilang!"
"Maafkan aku Sasuke"

***

Hinata P.O.V:

Gubrakkkk........ suara apa itu? Ada orang yang datang? Gerbang rumah Sasuke hancur. Sasuke sangat marah melihat hal itu. Aku sangat takut.

"Na...na...na....ru...to kun"

Nyatanya, suaraku tak mampu mengalihkan perhatian Naruto. Dia sibuk menatap Sakura yang memeluk Sasuke. Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. Apa aku tak penting bagimu Naruto? Kau datang bukan untukku Naruto? Ternyata kau tak khawatir padaku.

***

Entah... aku tak mengerti pikiran Sasuke. Dia mengamuk, melepaskan pelukan Sakura dan menyerang kami. Pertarungan sengit terjadi. Sasuke terjepit karena teman-temanku menyerang bersama-sama. Dia terluka parah.

Sasuke menyerah dan berjanji kembali ke Konoha. Sakura tersenyum manis. Dia berusaha mendekat Sasuke lagi, berusaha mengobati. Sasuke menepis tangan Sakura, menolak keras bantuan medis.

Luka Sasuke sangat parah. Sasuke... apa kau baik-baik saja? Entah kenapa aku khawatir padamu.

***

HeningStories to obsess over. Discover now