prolog

43 5 2
                                        

Fajar masih menetap tapi gadis itu sudah melangkah mantap, dengan rambut terurai, sepatu tali hitam lusuh kesayangan menemaninya untuk menunggu metromini dihalte seperti biasanya.

Tempat yang biasa ia duduki telah ditempati, sang lelaki ber-headset yang menempatinya.

Layaknya pelajar lelaki pada umumnya, baju seragamnya yang keluar, rambut yang berantakan, tali pinggang tidak sesuai peraturan, sepatu nya tidak ada yang salah hanya saja terlalu kotor untuk dapat dibilang layak pakai.

"Permisi?" Aku mencoba menyapanya lebih dulu.
Dan, hal apa lagi yang lebih menyebalkan daripada hanya dilihat sekilas lalu tak diindahkan.

"Maaf, permisi ini tempat duduk saya."

"Maaf nona cantik, ini fasilitas umum, jadi ini milik siapa saja." Terdiam. Itu yang sedang ku lakukan, bengong seperti orang cengo' menambah nilai plus dalam kebodohanku.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 27, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

senja yang berbedaStories to obsess over. Discover now