Ana, wanita yang sedang berusah membahagiakan orang tua nya dengan karir yang sedang ia jalani,dengan hidup nya yang tentram dan damai tiba tiba saja terusik oleh kisah cinta nya, akankah berakhir bahagia kisah nya atau berakhir tragis?
ikutin teros...
Ana adalah wanita berhijab yang sederhana dan selalu menjalankan aktifitas seperti orang lain lakukan. Pagi yang cerah menghiasi hari-hari Ana, bangun pagi,mandi pagi,sholat subuh, sarapan, mengantar adik sekolah, dan berangkat bekerja adalah rutinitas Ana di pagi hari.
"Syasya cepet dek... Aku mau ngantor,liat deh udah jam berapa nanti aku telat". Ucap Ana sembari menggunakan sepatu flat nya. Syasya adik Ana adalah anak yang suka ngaret karena dia tidak mau berlama-lama di sekolah ketika pagi hari dan ia masih duduk di bangku SMP.
"Ahelah Mbak masih jam 6 kan, aku males banget di sekolah kepagian". Kata Syasya sembari mendengus kesal.
"Kamu ga kasian apa sama aku, kan nanti uang gajian aku juga aku kasih ke kamu". Kata Ana. Ya setiap Ana gajian Ana selalu memberi Syasya dan kedua orangtua nya uang karena bagi Ana kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan Syasya juga.
"iya iya, tar dulu aku mau pamit sama mama dan bapak, Mbak udah pamit belom?". Tanya nya.
"udah tadi,cepet dek". Kata Ana sambil menyalakan motor matic nya.
Lalu mereka pun pergi dari rumah untuk mengais ilmu dan mengais rezeki.
Ana pov
"Dah ya dek belajar yang bener kamu biar bisa naikin haji mama dan bapak". Kataku sambil mengacak rambut adik ku Syasya.
"iye iye nyonya besarrrr". Katanya sambil mencium tangan ku.
Selanjutnya aku harus buru-buru ke kantor,karena hari ini ada rapat bersama Bos besar di perusahaan aku bekerja.
Jangan kalian fikir Bos ku itu adalah seorang yang tampan,tinggi,berkulit putih,dan dingin. Bos ku adalah seorang wanita berumur yang meneruskan perusahaan nya karena suami nya telah meninggal dunia, dan saat ini ia sedang sibuk mengurus saham nya untuk anak nya, supaya perusahaan nya bisa di jalani oleh anaknya.
Di kantor
Aku harus buru-buru memberikan dokumen ini pada Bu Bos ku itu,karena dia tidak suka kalau ada yang telat sedikit pun.
"Assalamualaikum Bu Ariana, maaf sebelum nya kalau saya telat 1 detik pun". Kataku dengan tunduk.
"Tidak apa-apa, mana coba saya lihat dokumen nya?, karena beberapa hari lagi anak saya akan menggantikan posisi saya". Kata nya dengan lembut.
Lalu kami pun melaksanakan rapat yang memang harus nya kami lakukan hari ini.
2 jam berlalu rapat pun selesai.
"Ana nanti saya minta tolong boleh?". Kata Bu Ariana dengan nada serius.
"Minta tolong apa ya Bu? Saya ga buat masalah kan?". Kata ku dengan panik.
"Ah tidak Ana, Ana kamu itu sudah saya anggap seperti anak saya sendiri karena saya tak memiliki anak perempuan,bahkan saya ingin memiliki nya, jadi saya minta tolong jemput anak saya di bandara jam 11:30 nanti, bisa Ana?". Kata nya dengan di awali basa basi.
"yaelah kenapa ga to the poin aja coba,kuras waktu beberapa detik dah nih,mana tugas ku hari ini bejibun,gapapa deh sekali-kali baik sama Bos sendiri".Kata ku dalam hati.
"oh oke Bu,nanti saya jemput anak ibu, oh ya Bu maaf sebelum nya saya kan gatau muka anak ibu yang mana,nanti saya kayak orang ling lung di sana hehe". Kata ku sambil menggaruk kepala ku yang tak gatal.
"oh iya saya jadi lupa,sebentar saya kasih tau". Kata Bu Ariana sambil mengambil handphone nya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"yang ini, nanti kalau kamu ketemu dia panggil saja 'Iyan' ". Kata nya menunjukkan kepada ku.
"Subhanallah nikmat Tuhan mana yang kau dustakan, ini yaallah cakep banget, tapi sayang anak orang kaya si". Kata ku dalam hati.
"gini aja Bu,saya kan pelupa orang nya, Ibu share aja ke WA saya,jaga-jaga kalo saya kelupaan". Kata ku, karena benar saja aku itu pelupa hehe.