"Minta maaf Daniel.." Kata seorang gadis muda dengan baju formal yang melekat pas pada tubuhnya.
"Aku tak bersalah.. harusnya dia yang minta maaf kepadaku.." Kata seorang lelaki tampan yang duduk di depan sang gadis.
"Minta maaf lah.. Atau kau ingin tidur dengan Long-ku??" kata gadis itu sambil berbisik dari belakang lelaki bernama Daniel itu.
"Tap.." Daniel tak dapat melanjutkan kata- katanya ketika sang gadis sudah lebih dulu membungkukkan badan Rei ke depan meja pak polisi. Rei sempat mengaduh ketika kepalanya terantuk pinggiran meja.
"Maafhnn saya.." Kata Daniel dengan malas- malasan.
"Daniel.." Kataku sambil menggertakkan gigiku kuat-kuat.
"M, maafkan saya..." Daniel mengatakan dengan nada yang bersungguh- sungguh kali ini.
Terlihat lelaki di sampingnya tersenyum mengejek.
Setelah menyelesaikan masalah yang dibuat oleh Daniel di kantor polisi, mereka berdua pun keluar dari. Terlihat daniel yang masih melipat wajahnya, mungkin karena sang gadis memarahinya tadi.
Si gadis pov.. (sengaja gw nggak kasi liat nama dulu yaa.. HAHAHA)
"Jangan melakukan hal- hal yang membuatku marah, dan tunggu aku di sini.!!!" Bentakku sambil meninggalkan Daniel, kakak keduaku. Ya, dia kakakku.. Kakak yang selalu mebuat masalah.
Aku pun berjalan menuju parkiran mobil. Masuk, menyalakan mobil dan mengendarainya. mendekat ke arah kak Daniel. Dia tidak ada di tempatnya menunggu tadi. Aku segera turun dari mobil untuk mencari kak Daniel, sebelum dia membuat keributan lain. Ku cari sosok lelaki jakung tadi di sekitar kantor polisi.
Kakiku berhenti melangkah, ketika ku dengar samar- samar orang tertawa dan beberapa kali suara pukulan. Dengan perlahan, aku mulai mendekati arah suara. Terlihat kak Daniel yang sedang dipukuli hingga wajahnya lebam dan juga hidungnya yang mengeluarkan darah.
"Jadi kau takut denagn adikmu?!! Haaahh.??!!!" Bentak seorang lelaki yang ku kenali sebagai korban kak Daniel tadi di kantor polisi.
"Dasar Banc.."
"Blue.!!!" Kak Daniel terlihat sangat terkejut ketika aku menarik krah lelaki yang bernama Rudi. Ku tarik Rudi dengan sebelah tanganku dan memasuki kantor polisi kembali.
"Blue tak perlu.." Kata- kata kak Daniel tak terdengar lagi karena aku sudah terlanjur masuk ke kantor polisi.
"Heh, gadis dinting.!!! Lepaskan.!!! Pak, mereka ingin mengeroyok saya pak.. Saya baru saja keluar dari kantor ini.. Tolong saya pakk.." Rengek Rudi pada petugas polisi yang tadi menangani Rudi dan kak Daniel.
"Kau sudah memukul wajak kakakku.!! Dan tahu berapa lama aku harus merawat lukanya, Haahh??!!!!" Bentakku. Hilang sudah kewarasanku saat ini.
"Itu karena dia memukuliku duluan.!!! Kita impas sekarang.!!!" Teriaknya.
BRUAKKK.!!!
"AAAAA.!!!" Rudi berteriak dengan keras ketika kepalanya beradu keras dengan sudut meja kantor polisi.
"Blue.!! Sudah cukup.. Dia bisa mati.." Kata kak Dashniel yang muncul entah darimana.
"Dia, Dia butuh pencerahan.!!" Teriakku sambil terus mencoba menggapai tubuh Rudi yang sudah diamankan oleh beberapa polisi yang berjaga malam ini.
"Panggil ambulance.!!" Kata kak Daniel pada seorang petugas. Suasana kantor polisi pun menjadi kacau. Kak Daniel maupun kak Dashniel terus mencegah diriku untuk terus mennghajar lelaki banci tadi.
Aku yang kalap segera dibawa oulang oleh kak Daniel dan kak Dashniel. Ini bukan pertama kalinya aku berbuat onar.
"Ini sudah kelima kalinya Blue.!" ujar kak Dasniel dengan nada yangmeninggi.
"..." Aku masih terdiam sambil mengobati luka- luka kak Daniel.
"Ini bukan di Jepang, maupun di negri asal kita Blue.. Kita di Korea sekarang.." Ujar kak Dashniel lagi. Kali ini nada bicaranya mulai melembut.
"I know.." Kataku yang kemudian beranjak dari sofa dan meninggalkan kedua kakak kembarku.
"Lu gila.!!!??? Panggil Blue ke kantor polisi hanya karena lu mukulin orang?!" samar- samar, aku masih mendengar kak Dasniel memarahi adik yang hanya selisih beberapa menit itu.
"Karna itu tadi masalah kecil.. Dan lagi, Blu nggak se bawel elu.!" Kata kak Daniel santai.
"Tapi itu kan bahaya Niel.!!! Dan juga, Blue masih belum bisa mengendalikan emosinya.!!!" Kata kak Dashniel masih dengan nada emosinya.
"Yaaah, Cukup.! Sekarang waktunya tidur.!!!" Teriakku dari lantai atas. Kedua kakakku sontak langsung berdiri dari sofa yang mereka duduki dan pergi menuju ke kamar mereka masing- masing.
.
.
.
THS
.
.
.
Cukup sekian dulu.. Tangan gw udah kee beku... dinginnya ..
Hayooooo... jangan lupa di hujat lho yaaa..
jangan sampe nggak...
nggak di vote sii nggak masalah..
wkwkwk..
.
.
.
YOU ARE READING
Blue
FantasyNaga, Naga Biru.. Itu yang ku cari. Apakah dapat ku temukan dirinya? Tapi, mulai dari mana? - - - Cerita pertama, Design cover dari "Dsygner". Mohon beri kritik dan saran. ^_^ Cerita ini sudah ada sejak 5 atau 6 tahun yang lalu, tapi mulai saya tuli...
