I

9.7K 521 52
                                        


30 MARET 2000

Jeju malam itu diguyur hujan lebat dengan petir yang begitu mengerikan , angin kencang pun sesekali berhembus kencang menerjang pepohonan didepan bangunan tua , bangunan tua namun tak kosong. Bangunan itu adalah sebuah panti asuhan.

Dua orang lelaki berbadan tegap keluar dari sebuah Van. Dengan gerak gerik yang tak biasa , pria itu sesekali mengecek keadaan sekitarnya seperti memastikan tempat itu aman atau tidak. Sedang yang satunya terlihat mengeluarkan dua buah keranjang bayi berbungkus kain tebal.

" Hyung ..cepat !!

Intrupsi salah seorang yang kini memegang payung dan memayungi rekannya itu.

Keduanya dengan langkah tergesa namun hati hati masuk kedalam halaman bangunan tua itu. Tak ada satu pun penjaga karna panti itu adalah panti sederhana.

Pria itu meletakkan keranjang dengan hati hati bermaksud tak membangunkan 4 bayi mungil yang berada didalam keranjang itu.

" Hyung ..mereka akan baik saja ??"

" Hmm ..aku pikir begitu .. Ibu panti akan mengurusnya , kita akan mengawasi dari jauh itu perintah nyonya "

Keduanya kembali ke Van dan mengawasinya dari jauh.

Hujan semakin lebat , angin bertiup kencang dan petir pun tak ada hentinya menyambar.

Dyarrrr !!

Seketika suara tangisan bayi terdengar begitu berisik hingga salah satu lampu ruangan bangunan itu menyala , tanda orang didalam ada yang mendengar suara tangisan pilu itu.

Kriett !!

Pintu terbuka dan terlihat seorang wanita paruh baya keluar.

" Astaga , .. siapa yang membuang mereka !! Byull ..kemarilah !!" Teriakan shock terdengar dan seorang wanita keluar mendekatinya.

Keduanya terlihat berdebat hingga akhirnya mereka membawa masuk keempat bayi perempuan yang masih merah itu.

"Kita akan merawatnya "

* SEOUL, 10 JUNI 2017

* SEOUL, 10 JUNI 2017

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

" Masuk !!"

Suara dingin dan datar menggema diseluruh ruangan hening yang mewah itu.

" Tuan , Tuan Seunghyun dan yang lainnya sudah tiba "

" Hmmm "

Pria itu hanya melirik sekilas dan fokus lagi pada buku tebal ditangannya. Ia terlihat serius hingga sapuan angin menerpa jendela kamar itu dan membuatnya terbuka.

Pria itu menutup bukunya dan akhirnya berdiri melangkah keluar dari kamar itu.

Dengan langkah angkuh dan dingin tanpa ekspresi sama sekali hanya tatapan tajam yang seakan membunuh siapa saja yang bertatapan dengannya. Pria itu Jiyong namanya.

GANGSTA Stories to obsess over. Discover now