Mulai Mencintai nya

71 5 0
                                        

Namaku Zayne.
Nama lengkap ku Zayne Humaira. Aku adalah gadis kelahiran Aceh, 29 Desember 2003. Aku adalah anak tunggal dari pasangan Qomar dan Maryam. Ayahku sudah tiada sewaktu aku duduk di bangku  kelas 6 SD. Sampai sekarang aku sangat rindu dengan ayah. Begitu juga ibu. Dulu sewaktu aku sedih, aku sering di belikan buah kurma oleh ayah hingga aku tersenyum kembali. Sekarang sudah berubah. Aku sudah dewasa.
~~~
Ibu menyekolahkan ku di Madrasah. Sekolah ku lumayan dekat dengan rumah ku. Seiring berjalan nya waktu, sudah 2 bulan aku belum saja mempunyai teman dan ibuku bilang aku harus mengajak mereka ngobrol agar aku bisa cepat akrab dengan mereka. Akhirnya aku mempunyai 2 orang sahabat dekat ku laki-laki dan juga perempuan. Yang laki-laki bernama Zander. Nama lengkap nya Ahmad Zander. Ia kelahiran Madinah, 4 Maret 2003. Ayah Zander berkewarganegaraan Saudi Arabia dan ibunya Indonesia. Zander anknya baik, dan selalu membuat aku tersenyum lepas. Sama seperti ayah ku, sewaktu beliau masih hidup. Sahabat ku yang perempuan bernama Amira. Amira gadis yang cantik, ia juga baik pada semua orang, termasuk aku.
Besok sudah hari Senin aku harus menyiapkan semua peralatan sekolah ku. Keesokan harinya.

***

Hari Senin, ada pelajaran olahraga di kelas ku. Ketika aku sedang menunggu giliran untuk bermain basket, tidak sengaja teman sekelas ku menembak bola baslet ke ring terlalu kencang dan memantul ke arah ku akhirnya mengenai kepala ku.
"Mira? Amira? Aku sangat pusing." Kataku sambil memegang kepala ku.
Aku sudah tidak sadar lagi ternyata aku pingsan.
***
Setelah aku sadar, aku ternyata sedang terbaring di ranjang UKS.
"Siapa yang menggotong ku kesini wahai Amira?" Tanya aku pada Amira.
"Pak guru dan Zander" jawab Amira spontan. Jantung ku langsung berdetak kencang **deg!**

Bel pulang berbunyi, akhirnya aku pulang bersama Amira dan kebetulan kami satu arah. Tiba-tiba Zander bergabung dengan ku dan Zander juga kebetulan satu arah dengan kami.

Sesampai di rumah, hatiku masih bertanya-tanya.
"Zander menolongku? Zander menolong ku?"
Akhirnya aku coba berpikir positif ~mungkin memang dia ingin menolong~
***
Keesokan harinya aku tidak henti-henti nya memikirkan Zander.
"Matanya berwarna coklat tua, bibir nya merah, dan alisnya tebal"
bicara ku dalam hati.
DORR!!!
Zander mengagetkan ku sambil membawa kotak makannya. Aku hanya tersenyum, dan ternyata isi kotak makan itu adalah BUAH KURMA.
Lalu Zander memberikan nya untukku.
"Apa ini?" Tanya aku pada Zander.
"Itu Kurma untuk mu. Itu oleh-oleh dari kota Madinah. Tolong terima yaa!" Jawab Zander dengan lembut nya. "Trima kasih Zan! Kebetulan Aku sangat suka dengan Kurma, lain waktu aku akan balas kebaikan mu ini." Ujar ku dengan penuh kesenangan dalam hati. "Sama-Sama, tidak perlu, aku senang bila kau senang." Zander sambil tersenyum.
***
Sesampai di rumah, aku jadi tambah sering memikirkan Zander. "Ya Allah... Apakah Zander adalah pengganti posisi ayahku sebagai teman hidup ku?" Kata ku sambil tersenyum-senyum sendiri.
Tetapi aku baru sadar "Astaghfirullah...  Tidak boleh memikirkan lelaki yang bukan makhrom nya." Kataku lagi.
Pikir aku, apakah aku mulai mencintai nya?
****
**

Thank AllahOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz