Bosan.
Hanya itu yang bisa jungkook simpulkan sekarang. Padahal jungkook sudah susah payah menyempatkan waktunya untuk datang latihan di aula kampus, pasalnya Festival Kampus dari anak-anak Fakultas seni tinggal beberapa minggu lagi, tapi teman-teman grup band nya malah terlambat datang. Padahal tadi mereka bilang siapapun yang telat bakalan kebagian bersih-bersih aula kampus kalau latihan sudah berakhir, bahkan jungkook rela kesini dengan tergesah-gesah merelakan makan siangnya agar tidak telat dan membiarkan perutnya berteriak lapar. Padahal tadi ketika dia tidak sengaja lewat kantin makanan favorit nya -Tonkatsu, daging berbalut tepung renyah ditemani nasi hangat dan salad sayur mayonais baru saja matang. Ah memayangkannya saja sudah membuat jungkook bertambah lapar.
"Sial."
Sungguh, jungkook tidak bisa beraktifitas kalau perutnya kosong. Bisa saja sih dia pergi ke kantin dan makan tonkatsu dulu sejenak, tapi kalau teman-temannya datang ketika jungkook pergi mereka pasti akan menuduh kalau jungkook telat, padahal faktanya jungkook yang pertama kali datang dan menunggu mereka sampai lumutan. Dasar, untung teman.
Daripada jungkook hanya menunggu dan meracau tidak jelas, pria itu lebih memilih keluar aula mencari mesin minuman dingin dan membeli sebuah minuman, siapa tahu rasa bosannya sedikit hilang ketika dia meminum minuman segar bukan? Kebetulan dari aula musik kampusnya terdapat mesin minuman dingin didekat tangga, langsung saja jungkook menghampiri mesin tersebut sambil mengeluarkan beberapa uang receh memasukannya dan memilih minuman dengan bermacam warna menggoda disana.
"Sepertinya jus jeruk menggoda sekali."
Jungkook langasung menekan tombol guna memilih jus jeruk dalam kaleng itu turun, jungkook menelan saliva nya sekali, dia pikir jus jeruk dingin yang manis bercampur asam akan nikmat sekali ditambah cuacanya lumayan panas hari ini, wajar sih sekarang sudah memasuki bulan agustus yang artinya musim panas sebentar lagi akan tiba. Dan sungguh itu sangat amat membuat seorang Jeon Jungkook kerepotan karna dia tidak tahan panas.
Jungkook tersenyum lebar, membuka kaleng jus dan meminumnya tidak sabaran seakan-akan baru saja melihat dan meminum oasis di padang gurun, oke jungkook berlebihan. Tetapi tak sengaja ketika menenggak minumannya tadi jungkook beralih pandangan ke sebuah pintu diatas tangga sana, pintu bewarna abu-abu tersebut terlihat sedikit terbuka yang menandakan pintu itu sudah ada yang membuka. Jelas, kakek-kakek pikun pun tau itu sudah ada yang membuka, tapi setahu jungkook pintu yang menuju ke atap gedung kampusnya jarang sekali terbuka, karna aula musik di fakultas seni tersebut berada hampir dilantai paling atas, jadi jungkook dengan mudah dapat melihatnya.
"Apa aku kesana saja kali ya? Mencari angin segar sepertinya tidak buruk."
Berhubung di koridor ini agak pengap, jungkook memutuskan untuk menaiki beberapa anak tangga agar bisa sampai ke atap, siapa tahu mood nya kembali bagus jika dia menghirup udara segar diatas sambil menghabiskan jus jeruk ditangannya. Setelah sampai diatas jungkook baru sadar atap kampusnya lumayan enak untuk dikunjungi siang-siang begini. Jungkook terus berjalan sampai menghampiri pagar atap menikmati pemandangan dari atap gedung, sambil sesekali menghirup udara yang bercampur aroma parfumnya.
Jungkook pikir berada di atap sambil mendengarkan lagu pasti akan seru.
"Kita liat playlist apa yang cocok untuk saat ini? Linkink Park? Oh terlalu berisik untuk suasana tenang seperti ini."
Jungkook memasang earphone hitamnya ke ponselnya sembari mencari-cari lagu yang cocok, beberapa lagu disana hampir kebanyakan lagu rock dan metal karna jungkook memang menyukai genre tersebut terutama rock akustik dan R&B, tetapi jungkook ingin lagu yang easy listening untuk saat ini, sampai pilihannya terjatuh pada lagu
Fall for you - Secondhand Serenade.
Ini adalah salah satu lagu kesukaan jungkook akhir-akhir ini. Buru-buru jungkook memasangkan earphone ke telinga sebelah kiri dan kanan nya setelah lagu diputar, seakan mengikuti irama, sesekali jungkook mengangguk-angguk menikmati musiknya, menyesap kembali jus jeruknya sambil melihat pemandangan sekitar atap gedung. Tetapi, pandangannya terhenti di sebuah sudut.
Jungkook tertegun.
Ayolah ini masih siang bolong, tapi kenapa saat ini dia melihat seorang perempuan berbaju putih tengah duduk dipojok lengkap dengan sebuah kanvas dan cat air? Untuk beberapa saat jungkook meneliti pandangannya, memastikan yang ia lihat saat ini manusia atau hantu, apakah kakinya melayang? Tidak, jelas-jelas perempuan itu duduk. Tapi kenapa diam saja?
Jungkook kembali tertegun dan menelan saliva nya beberapa kali, dia pikir apakah sudah waktunya hantu untuk muncul? Hey men, bahkan ini masih siang bolong dan tentu saja hantu enggan keluar karna itu akan membuat mereka terbakar bukan?
Memangnya vampir
Dengan terpaksa jungkook perlahan mendekat ke sana sambil bergidik ngeri, takut-takut hantu tersebut memakannya. Ayolah, bahkan jungkook belum menikah dia tidak ingin mati muda, kuliah saja belum selesai. Dia memang agak berlebihan kalau membayangkan sesuatu secara spontan. Perlahan tapi pasti jungkook mulai mendekat, hanya beberapa meter jaraknya dari perempuan tersebut, jantungnya kini benar-benar tidak karuan seakan-akan ingin lompat dari tubuhnya saat itu juga.
Sampai-sampai..
"Permisi..."
Perempuan itu menoleh.
"Kau.."
Jungkook ingin pingsan rasanya.
Haiiiii✨✨✨
Perkenalkan aku newbie sih disini, ini first time aku nulis ff di wattpad biasanya nulis di blog atau note fb gitu itupun udah lama banget. Aku mau bikin cerita ini dgn genre fluff ajasih, gamau cerita yang complicated, agak mainstream sih tapi aku pastiin kalian gabakalan bosen, so mau dilanjut ga ya? Hehe ditunggu sarannya~~~
(Judulnya kaya nama band yaa btw)
YOU ARE READING
5 Second Of Summer
RandomApa jadinya kalo seorang Jeon Jungkook yang notebene nya anak band aliran rock akustik ini tertarik sama perempuan judes yang cuma ngabisin waktunya cuma buat melukis?
