Mungkin menurut ku cerita Cinta ini seperti sudah ada scenario nya. Dan mungkin karena itu aku ingin melepas semua cerita tentang kita berdua bulan.
Bulan. Aku tau, dan aku sadar bahwa aku tidak pernah membuat mu bahagia sedikit pun.
Dan apalagi setiap kamu ada masalah, aku tidak pernah bisa membantu kamu. Setidaknya aku meluangkan waktu ku sedikit saja untuk mu.
Pacar macam apa aku ini? Tidak pernah bisa menjadi sandaran untuk pacar nya sendiri.
Aku minta maaf bulan. Aku yang udah membuat mu berjuang sendirian, Tanpa ada hadirnya diri aku.
Dan mungkin aku yang terlalu egois, terlalu memikirkan diri aku sendiri. Dan aku tidak pernah memikirkan perasaan mu bagaimana. Bagaimana rasanya dijauhi oleh kekasih tercinta nya. Walaupun kita baru kenal dan baru 1 tahun pacaran. Tapi seharusnya aku sudah bisa lebih dewasa, bulan. Tapi tak ada perubahan dari diriku. Aku seperti anak kecil yang hanya mencari teman bukan kekasih.
Dan mungkin ini udah saat nya aku bilang ke kamu. Kalau sebenarnya aku bosan dengan jalan cerita kita.
Sebenernya aku bingung, apa yang ingin aku ucapkan. Aku bingung mau dari mana aku memulainya. Tapi, aku harus bilang ini. Aku tidak mau kamu terlarut kedalam kehidupan ku. Aku tak ingin melihat mu terluka lebih dalam lagi.
Aku hanya bisa bilang ini ke kamu.
"ada masanya ketika kita tidak mampu punya daya apa-apa, bulan. Tapi kamu harus tetap punya daya. Kamu ga bisa cuma diam dan nunggu keajaiban datang. Itu hanya membuang-buang waktu kamu, kamu tau itukan?. Sekarang aku mau tanya ke kamu. Kamu masih ingat ga?. Kenapa aku Namain kamu bulan? Kenapa ga bintang?. Jawaban nya, karena kamu sama indahnya sama bulan di malam hari. Tapi itu bulan yang ada di langit. Sedangkan kamu, kamu adalah bulan, bulan aku satu-satunya. Ya, walaupun kamu cuma hadir sejenak di dalam hidup aku. Tapi kamu mampu ngasih inspirasi buat aku.
Terkadang, dunia itu perlu dilihat dengan jelas, bulan. Coba deh, sesekali kamu lihat di sekeliling mu dengan apa adanya diri kamu. Sekurang-kurangnya.
Terkadang aku juga suka berkata kepada semesta : 'semesta, jangan buat aku terjebak dengan kamu bulan. Tolong jangan rumit kan hidupku yang sudah pelik ini '.
Dan mungkin juga terkadang aku bertanya kepada semesta : 'Siapa dia, semesta? Untuk apa dia masuk ke dalam kehidupan ku? Pengganggu yang aneh, tapi bukan benalu, mungkin.
Terimakasih bulan kamu sudah pernah mau berkunjung kedalam kehidupan ku. Mungkin malah itu yang lebih mengganggu mu selama ini. Aku bingung bagaimana cara nya berterimakasih kepada kamu. Karena kamu, dan mungkin baru kamu yang meninggal kan ribuan kenangan di kehidupan aku, bulan.
