[ RIM£ ]

7 2 0
                                        

Bisakah aku berharap semua ini
Tidak pernah terjadi?

EITSYAR IOLAN YAORA

○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Nafas peria itu memburu saat ia terus membopong seorang perempuan yang memiliki banyak luka dan darah yang terus keluar dari kepalanya saat dia menggendongnya.

"EITSYAR!!!!"

Eitsyar tersentak dan menoleh ke belakang saat mendapati seorang pemuda berwajah tampan namun bertaring sedang menatap tajam ke arahnya dengan mata merah darahnya, dengan cepat Eitsyar melesat dan membuat dedaunan kering di tanah berterbangan seakan tertiup angin karena lesatanya yang sangat cepat.

Pemuda itu mengikuti kemana arah bayangan itu lalu ikut melesat meskipun tidak secepat Eitsyar.

Eitsyar berhenti dan menatap pohon besar di hadapanya, ia mengulurkan tanganya ke arah pohon besar itu sambil mengeratkan pelukanya pada gadis dalam dekapanya .

Tiba-tiba dia menghilang bersamaan dengan datangnya pria yang mengejar Eitsyar di belakangnya, serta cahaya yang sangat samar datang dari seluruh bagian pohon besar di belakang pria itu

Pria itu mendesis dan menunjukan kedua taring tajamnya "Eitsyar.....kemanapun kau pergi aku tidak akan melepaskanmu!"

.......................

Sebuah sinar cahaya yang tidak terlalu terang muncul dari salah satu pohon kecil dan tiba-tiba sebuah sosok hitam muncul dan tersungkur di tanah.

Eitsyar terbatuk dan segera duduk, lalu menatap perempuan yang ada di dalam dekapanya selama beberapa jam terakhir ini, perempuan dalam dekapanya masih menutup matanya serta gaun putih panjangnya sudah ternodai oleh begitu banyak bercak darah dan tanah.

Sementara itu baju hitam ke perakan pada baju Eitsyar juga sama dan bahkan robek di bagian ke dua leganya.

Eitsyar menatap sedih sekaligus menyesal gadis dalam pelukanya, air mata mulai menetes dari salah satu matanya yang beriris Abu-abu.

"Ritisya.....maaf maafkan kakakmu yang tidak berguna ini! Aku...aku terlalu lemah Tisya,tapi aku berjanji akan membalas pria itu untuk keluarga kita"

"Dia membunuh mimpi keluarga kita Tisya....."

Nafasnya terengah-engah dan Eitsyar memeluk adiknya semakin erat, dia bangun sempoyongan dan berjalan dengan tertatih saat terus membawa Ritsya tanpa arah tujuan dari dalam hutan gelap itu, Eitsyar mulai merasa pusing dan semakin letih serta wajahnya yang pucat semakin pucat .

Kemudian saat dia telah keluar dari dalam hutan dan melihat jalanan yang sepi tanpa ada kendaraan yang berlalu lalang tubuhnya tiba-tiba ambruk karena sudah terlalu letih meski sebenarnya ia memiliki fisik dan mental yang kuat tapi karena kejadian yang menimpanya ia menjadi begitu lemah dan pingsan.

Sebelum kesadaranya mulai menghilang dia melihat sesuatu dengan cepat melesat ke arahnya dari jauh dan kemudian berhenti di depan matanya setelah itu kesadaranya menghilang sambil bertanya dengan sedih pada dirinya sendiri di dalam hatinya.

Bisakah aku berharap semua ini tidak pernah terjadi? Dan semuanya baik-baik saja?.

To Be Count.....
______________________________________________________________________




RIMESWhere stories live. Discover now