Chapter 2 : Senandung sang musisi.

12 2 0
                                        

Prisilla larasati

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Prisilla larasati

Prisilla larasati

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Retno handari

Retno handari

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Mario dinata

🌹🌹

Mentari perlahan bergerak menuju tempat peredaran nya, langit pagi hari ini tampak masih biru, burung-burung terlihat banyak terbang di langit, udara masih terasa sejuk karena belum terlalu terkontaminasi asap kendaraan bermotor. Pagi ini adalah awal hari yang baru bagi setiap mahluk hidup untuk melakukan rutinitas nya masing-masing.

Sebuah jam dinding yang menempel di sudut tembok sebelah kiri ruangan kamar Prisilla menujukkan pukul 05.30, di dalam kamar tampak Prisilla sedang duduk di tepi ranjang tidur nya.

Prisilla baru selesai mandi, aroma body lotion dan parfum yang Prisilla gunakan menyerbak di dalam kamar nya. Ia sedang menyisir rambut nya yang panjang dan halus. Walau pun kondisi Prisilla memilki kekurangan fisik, ia tetap rutin merawat diri.

TTRREETTTT...

"Prisilla," Ucap mamah Prisilla sambil membuka pintu kamar.

"Iya mah," Ucap prisilla.

"Oh baru selesai mandi," Ucap mamah Prisilla berjalan menuju ke arah anak nya.

"Duhh.. cantik nya anak mamah," Mamah Prisilla memeluk anaknya dengan lembut.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 18 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Eyes of the Heart.Stories to obsess over. Discover now