1🌷

6 0 0
                                        

SMA Haneul hari ini lebih ramai dari sebelumnya terang aja soalnya ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Banyak siswa siswi baru dengan wajah kebingungan mencari lokasi kelas mereka berada karena kurang dari sepuluh menit lagi kelas akan dimulai.

Sedangkan di sisi lain...

"ANJIRRR MAMPUS GUE HARI PERTAMA TELAT MAMPUSSS BUS NYA KEMANA INI ELAHHH"

Dengan setelan seragam putih bersinar khas siswa baru akhirnya dia sampai di depan gerbang sekolah dengan ngos ngosan gak nampak cantik sedikitpun seperti di intro fanfic yg biasanya kita dibaca hhhh.

Sekolah ini bakal jadi saksi kebodohan, kecerobohan, kebahagian dan kesedihan Kim Sorra gadis 16 tahun yang baru aja pindah dari Daegu untuk melanjutkan sekolahnya di Seoul.

Orang tua Sorra sebenarnya nggak setuju dengan keputusannya pindah ke Seoul apalagi seorang diri. Sorra itu gak pernah bisa mengurus dirinya sendiri, apapun yang dia lakukan pasti berakhir petaka, anaknya ceroboh banget, bangun tidur selalu kesiangan ya kayak pagi ini aja dia sampe telat berangkat sekolah dihari pertama padahal ini moment penting banget dan menentukan nasib kita satu tahun ke depan borr.

Memilih tempat duduk yg strategis akan menentukan tingkat prestasi di kelas nanti 😏

Tapi apa mau dikata Sorra sampe di kelas dengan keadaan tempat duduk yang hampir penuh. Dia ngecek lg map dan jadwal yang dipegangnya memastikan udah berada di kelas ya g tepat. Beruntung buat Sorra guru kelas belum datang dan kelas otomatis belum dimulai, jadi masih dengan posisi di ambang pintu kelas dia mengedarkan pandangannya mencari-cari tempat duduk yang masih kosong.

Cuma ada dua tempat yang kosong.

Satu, posisinya ditengah kelas pas di bawah kipas angin. No, Sorra gak bisa kena kipas angin langsung soalnya dia gampang masuk angin apalagi kipas angin bener-bener di atas ubun-ubun kepalanya kalau dia masuk angin nggak ada ayahnya yang bakal kerokin dia kayak waktu di Daegu, huFT. Plus, tempat duduk itu dikelilingin cewek-cewek dengan make up berlebihan, dengan sekali liat aja Sorra udah tau "not my style".

Dua, tempat duduk yang satunya di barisan paling ujung dekat jendela yang menghadap lapangan olah raga. Nomor dua dari belakang dan kayaknya di sebelah kursi kosong itu sudah ada yang ngisi tapi nggak tau siapa soalnya cuma ada tas ransel doang tapi orangnya kagak ada, mungkin ke toilet atau belu susu ultra buat sarapan.

Sorra lebih milih posisi kursi kosong kedua soalnya pas banget dekat jendela secara dia doyan banget melamun kalau lagi jam pelajaran yang ngebosenin. Emang dah ni bocah sekolah dianggap buat nongkrong doang kali.

Nggak lama dia memposisikan duduk di dekat jendela dengan menggeser tas ransel yang ada di atas meja sebelumnya dengan acuh, seorang guru masuk diikuti anak laki-laki yang kemudian langsung menuju ke arah tempat duduk Sorra, berdiri tegap dengan dengan kening yang berkerut.

"Minggir!"

"Oh?" Sorra kaget and celingukan. Dia mikir ni cowok ngomong sama dia apa bukan. Ih ni bocah ngapa ya--"

"Gue duduk disitu. Minggir!"

"Eh gue juga duduk disini"

"Itu tas gue duluan disini, sana lo"

"Yaudah sih duduk aja masih kosong sebelahnya"

"Gue duduk dekat jendela, tas gue tadi di sana"

"Tapi gue udah duduk duluan disini"

"hEY kamu yang masih berdiri duduk sekarang!"
Sebelum anak laki-laki tadi bisa menjawab, guru meraka sudah menyela pertikaian perebutan hak teritori kursi kosong itu.

Mau nggak mau anak laki-laki tadi duduk, nggak mau menarik perhatian lebih banyak lagi di hari pertama sekolah. Karena dia benci itu.

"Aish-"

To be continue

xxWhere stories live. Discover now