Prolog

287 25 1
                                        


Pagi hari itu, SMA Toujou kedatangan guru baru.

"Dia adalah Sakaki Aki, 23 tahun, lulusan Univ Tokyo. Dia akan mengajar Bahasa Inggris mulai hari ini."

Setelah Kepala Sekolah mengenalkannya di apel, wanita yang berjas rapih dan mengenakan rok selutut itu, membungkukkan badannya di depan jejeran para guru.

"Sa- sya belum berpengalaman, jadi mo- mohon bimbingannya!"

"Pfft"

Terdengar suara tawa mengejek dari jejeran para guru. Aki terkejut dan mengangkat wajahnya. Dia makin terkejut saat mendapati banyak sekali yang tertawa.

Apa mereka mengejekku? Apa mereka akan mengintimidasiku? Aki mulai berpikir yang aneh-aneh. Kemudian, Kepala Sekolah menepuk pundak Aki.

Saat Aki menoleh untuk melihat wajah apa yang dibuat oleh Kepala Sekolah, dia makin syok mendapati senyuman dengan jenis yang sama dengan beberapa guru tadi.

Itu membuat Aki sudah ingin berhenti menjadi guru sebelum mulai pekerjaan.

"Ah, bukan... yang tertawa di sini bukan bermaksud buruk padamu."

"Maksudnya...?"

Kalau bukan, lalu apa? Aki sama sekali tak bisa memikirkan apanya yang menarik sampai hampir semua orang tersenyum aneh.

"Kau nanti juga akan tahu."

...

Aki sampai ke depan ruang kelas 2-B. Dia masih memikirkan apa alasan di balik reaksi guru-guru tadi.

Jangan-jangan kelas 2-B dipenuhi orang bermasalah? Aki mulai takut untuk menggeser pintu. Akan tetapi, dia adalah guru.

"Kalau memang begitu, akan kubuktikan aku bisa bertahan!"

Dia menarik napas, dan mengeluarkannya. Setelah mengulang itu beberapa kali, perasaannya menjadi lebih tenang.

Dia menggeser pintu, masuk, dan menutupnya kembali. Dia berjalan menuju ke arah meja guru tanpa memandang sedikitpun ke arah murid-murid.

Kemudian, dia menghadap ke arah murid-murid sambil memejamkan matanya. Sekali lagi dia menarik dan mengeluarkan napas. Dia butuh kesiapan mental untuk ini.

Mmebuka matanya sekarang adalah hal yang menakutkan. Dia terlebih dahulu membungkukkan badan dan memperkenalkan diri.

"Sa- saya adalah guru Bahasa Inggris kalian yang baru, nama saya Sakaki Aki."

Beberapa saat hening. Kemudian, ada suara seorang murid laki-laki tertawa.

Ah, sudah berakhir...

"Baru pertama kalinya aku melihat seorang pengajar membungkuk saat memerkenalkan diri di depan murid-muridnya! Lucu sekali! Ahaha!"

Akia perlahan membuka matanya. Suara laki-laki tadi sangat keras terdengar oleh Aki, ternyata laki-laki itu duduk tepat di depannya.

Mental Aki mulai hancur. Dia benar-benar ingin pulang.

"Oi, Yuu! Kau terlalu kasar! Tapi tak perlu sampai begitu juga kan!"

Gadis di belakang laki-laki itu, mencubit punggungnya. Laki-laki itu langsung berdiri kaget dari kursi.

"Aw! Sakit, Kana!"

"Ini salahmu, kan!"

"Apa kau bilang!?"

Melihat dua orang yang duduk paling depan sedang berdebat, dan masih terus berlanjut, Aki semakin bimbang. Ternyata benar, kelas ini bermasalah.

Lalu, seseorang menarik pelan lengan baju Aki. Aki menoleh ke kanan, dan tahu-tahu di sana berdiri seorang gadis berkacamata dengan wajah yang tampak tegas.

Hikari - A Light For You [Tamat] + ExtraStories to obsess over. Discover now