0. zєяσ

9.6K 1K 67
                                        

100 vote =up
biar lama :)

Lonceng yang diletakkan sengaja di atas pintu berbunyi menandakan seseorang pulang kerumah. Seseorang lain juga memastikan siapa yang pulang larut malam seperti ini.

Bang Chan pulang pada pukul 9.30 pm. Tubuh penuh peluh,jaket yang terlihat berdebu,muka lesu menjadi suatu kebiasaan jika dia harus memimpin rapat OSIS.

Ya,Chan adalah ketua OSIS di SMA Garda Cempaka yang aktif dalam berbagai kegiatan penghijauaan dan event-event lainnya.

"Kak,kau baru pulang? Aku sudah siapkan haduk dan air hangat di kamar mandi. Jika kau ingin makan malam,sudah ku siapkan di meja makan" ucap sang lebih mudah dengan nada halus dan lembut.

"Cihh"

Chan hanya mendecih dan menatap jijik pada adiknya. Adik hadir bersamaan dengan kematian ibunya. Membuat kebencian dihatinya semakin menebal ketika ingatan pahitnya bermunculan.

"Yasudah,aku akan kembali belajar" sang adik sudah terlalu sering untuk diacuhkan kakak dan satu-satunya keluarga yang dia miliki.

Chan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu menghilangkan rasa lelah akan kegiatan yang semakin lama semakin menumpuk.

Chan menutup rapat pintu kamar mandi,mengunci pintu dan menyalakan shower . Untuk kamar mandi adalah tempat yang paling pantas untuk meluapkan emosi karena ruangan ini sudah dilengkapi dengan peredam suara.

"ARGHH! DIA SEMAKIN DEWASA!"

Chan membasahi tubuhnya yang masih berbalut kemeja putih OSISnya.

"MENGAPA DIA TIDAK MATI SAJA?!"

Chan terus mengumpat dan memaki adik yang memang benar benar dia benci.

"Semakin dia tumbuh dewasa,semakin perasaan sialan ini semakin besar"

Nada bicaranya mulai menurun dan matanya kini tak begitu memancarkan kemarahan.

"Yakinkan dirimu,Bang Chan. Dia adik kandungmu,dia juga pembunuh Ibumu. Orang yang paling kau sayang,Bang Chan. Tidak mungkin kau mencintainya. Dia juga laki-laki. DIA LAKI LAKI PERSETAN! Huhh kau harus tenang,jangan sampai kau menjadikan anak kecil itu terluka lagi"

Chan melanjutkan kegiatannya. Dia mandi dan langsung makan malam.

Tak lama Adiknya keluar dari kamar dan berjalan mendekati Chan. Adik yang selalu menyayangi kakaknya dan selalu memberikan perhatian lebih pada Kakak yang begitu jahat padanya.

Sikapnya yang cuek,selalu marah marah dan terkadang jika ada masalah yang lumayan besar Adik ini yang menjadi alat peluap kemarahan. Memukul seseorang jika menjadi salah satu obat peredam amarah,mungkin dia rela. Itu semua demi satu-satunya keluarga yang dia miliki.

"Kak,apa kau tidak capek jika terus terusan menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan?" tanya Sang Adik sambil menatap Kakaknya yang sedang makan malam.

"Bukan urusan kamu" jawab sang kakak singkat,jelas dan padat.

"Kakak bisa sakit" timpal adiknya.

"Sakit? Bahkan aku rela mati menyusul ibuku daripada hidup dengan manusia sepertimu" jawab Chan menghentikan kegiatan makannya.

Sang Adik tertunduk,matanya mulai menetesakan air mata. Beberapa kali dia seolah olah diperlakukan seperti layaknya seorang 'pembunuh' oleh kakaknya sendiri.

"Aku memang tidak pantas hidup,hiks...hiks" cicit sang adik sambil terus sesenggukan.

"Memang,dan kau lebih pantas mati dan Ibu akan tetap hidup bersamaku" Chan berdiri dan meninggalkan meja makan.

"Kak,habiskan makan malammu,kau bisa sakit jika tidak mengisi perutmu"

Walaupun seperti itu,sang adik masih saja perhatian dengan kakaknya yang membencinya. Dia hanya ingin membalas beberapa sikap baik yang kakaknya berikan. Membesarkan dirinya salah satunya.

"Melihat mukamu saja aku muak," jawab Chan lalu membanting pintu dan masuk ke kamarnya.Duduk di tepi ranjang dan mengusak kasar rambut coklatnya.

Dia masih terlalu benci untuk menerima kenyataan jika dia menyukai adiknya.

Yang juga sesama pria.

Bukankah itu menjijikkan?

'Sial,aku semakin tidak bisa mengontrol diriku dari pesonamu,Seungmin'~Bang Chan

'Kakak,sampai kapan kau akan bersikap acuh padaku? Aku menyayangimu'~Kim Seungmin

-tbc-
nathos_gotsvt
22/07/2018
00.16

love hate┆CHANMIN (hiatus) Stories to obsess over. Discover now