Seoul salah satu kota yang maju di Korea Selatan. Bangunan-bangunan menjulang tinggi,tidak terkecuali dengan pendidikkan. Negara dengan sebutan ginseng itu memiliki sekolah-sekolah dengan kualitas pendidikan yang tinggi. Dan salah satunya GyeonSeong International High School dan International GyeonSeong Unifercity.
Kim Taehoon— sang pemilik mendirikan dua pusat pendidikan dalam satu tempat dengan luas tanah empat ribu hektar. GyeonSeong International High School memiliki tiga gedung dengan masing-masing sepuluh lantai. Sedangkan disisi baratnya berdiri International GyeonSeong Unifercity yang memiliki dua gedung dengan masing-masing dua puluh lantai dengan satu gedung gamer disisi selatan. Bertempat diantara GIHS dan GIU. Ada peraturan berbeda dari sekolah-sekolah biasanya yang dibuat oleh sang pemilik dan hanya diketahui oleh para dewan sekolah dan tugas itu diberikan pada putra sulungnya— Kim Taehyung. Namun,karena Taehyung sudah lulus dan masuk ke Unifersitas,tugas itu digantikan sang putri bungsu.
Taehoon adalah sosok ayah penyanyang namun juga tegas tapi wataknya yang dingin terhadap orang yang membutnya ditakuti. sifat itu yang diturunkan pada sang sulung.
pagi ini cuaca tidak terlalu Cerah. Hujan tadi malam meninggalkan sisa-sisa rintik yang membasahi tanah namun tidak membuat beberapa orang untuk berhenti beraktifitas diluar dan hanya bergelung didalam selimut. Begitu pula dengan keluarga Kim Taehoon. Tapi hari ini agak berbeda suasana diluar yang mendung seperti menunjukkan suasana hati sang putri bungsu Kim itu.
Diruang kerjanya Taehoon duduk bersedekap menatap tajam kedepan kearah gadis berusia belasan tahun yang sedang duduk memangku dagu diatas meja. "Sudah berapa kali Dad katakan dan sudah berapa kali kau mendapat hukuman tapi kau tetap saja melanggar peraturan yang aku berikan." Gadis itu memberenggut menatap ayahnya. "Apa kau ingin diam dirumah dengan poncel,mobil, tv,laptop dan semua fasilitasmu Dad sita."
"comeon dad...." Rin— sang bungsu menegakkan tubuhnya sambil menghela nafas. "Aku tidak kemana-mana dan semalaman aku tidur." dikamar
"Sungguh?" Rin dan Taehoon menatap kearah dinding dimana seorang pria bersandar sedang menggigit apel ditangannya. "Aku rasa tidak." ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri.
"Jangan dengarkan monyet itu." Beralih menatap kearah sang ayah setelah memberikan lirikan sinis pada sang kakak. "Ayolah Dad ini sudah habis jam pelajaran pertama dan sebentar lagi akan masuk Mr. Willson dan kau tau jika ia marah seperti apa."
"wah...wah...wah. Seorang Kim TaeRin takut pada guru killer disekolahnya?" Taehyung berucap dengan nada mengejek yang kembali dibalas sang adik dengan tatapan sinis.
"Tidak usah memikirkan itu. aku sudah meminta ijin pada gurumu."
"Begini saja" Taehyung menarik kursi disamping Rin kearah samping meja lalu duduk dengan sandaran kursi sebagai tumpuan dagu. "Aku rasa Dad harus memberi hukuman yang lebih besar supaya gadis jadi-jadian ini jera..." Taehoon menghela nafas lelah memperhatikan sedari tadi kedua buah hatinya saling olok. ".....misalnya dengan menyita tiket konser boyband kesukaannya. Bukankan besok malam kau akan pergi?" Taehyung menyeringai menatap kearah sang adik yang menatap horor kearahnya.
"Aku rasa yang dikatakan kakak mu itu benar."
tatapan horor Rin menatap sang ayah. "Tidak. Jangan. Dad kau..kau bisa menyita poncel,laptop, uang,kartu ATM terserah tapi...tapi asalkan jangan tiket dan melarangku untuk pergi. Kumohon..." Taehyung tergelak dengan kepala mendongak kebelakang. Inilah salah satu kegiatan kesukaannya. Menjahili sang adik. Rin menatap kesal kearah Taehyung lalu memberi sang kakak tendangan keras dikaki namun perlakuannya itu tidak menghentikan tawa pemuda dihadapannya. "Kau... diam kau sialan!"
YOU ARE READING
GIHS & GIU
RandomGua kaga bisa mendeskripsikan. Kalo mau baca silahkan kalo kaga mau just Go Away! Vkook MinYon Yang lain comingsoon
