Part 1

25 3 0
                                        

Langkah  kaki ku berjalan menyisiri lorong yg panjang di sebuah gedung yang besar ,dengan langkah kaki yg menggema aku berlari dengan ringan karena jam pelajaran segera di mulai . detik jam terus berjalan dengan iringan langkah ku hingga aku terbentur dengan tubuh seseorang yang membuat ku jatuh.

Sebuah teriakan membuat ku terkejut "Ya ampun dik jam berapa ni ?!!" suara nya nyaring sekali dan dia adalah kakak kelas ku, biasa di panggil RISKA dan aku adalah siswa baru yg masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah IFANA.

Bibir ku mulai bergetar ketakutan mendengar teriakan itu "Ma.. ma.. maaf ... kak " ucap ku mualai terbata-bata denga kepala menduduk. Ku berharap bisa selamat dari serangan macan yang mengamuk. Ku mengeluarkan pandangan penuh harapan pengampunanan saat itu tapi sedikitpun dia tak peduli

Tatapan tajam mulai terlihat seperti juta kesalahan yang aku perbuat kepada nya “ Sekarang kamu ikut saya “ dan ya nasib ku memang kurang beruntung

====

Matahari tepat berada di atas kepala ku membuat ku duduk di bawah pohon agar lebih banyak menghirup oksigen sambil meluruskan kaki ku yg lemas . Akhir nya ketenangan ku rasakan beberapa menit ketika 1 orang teman ku datang ya dia FANIA

"I... F... A...N...A...!!!" teriak nya dengan berlari mendekati ku , 'oh tuhan cobaan apa ini ' ucap ku dalam hati ,dan aku berusaha tersenyum ketika dia datang ...
"kamu tau enggak ? " Pertanyaan yang Fania lontarkan kepada ku dengan wajah yang sangat bahagia 

Ku putar kedua bola mata ku dengan malas"gimana mau tau kalo enggak di kasik tau ? " jawab ku dengan ketus dan wajah yang sangat lelah

Benar saja apa yang aku pikirkan semua nya terjadi dia muli berbicara kedapa ku tanpa henti nya "Ih tadi ada banyak kakak kelas yg lirik aku ,lihat aku masak mereka ...."fania berbicara panjang kali lebar akan semua hal yg dia alami dan aku hanya bisa sedikit tersenyum melihat nya yg lebih beruntung dari ku ,dia cantik tanpa benda pembantu melihat menempel di mata nya seperti aku .

"Eh Na ... denger enggak ? "pertanyaan nya memecahkan lamunan ku yg sedang membandingkan diriku dengan nya

Aku mulai kebingungan menjawab nya jadi ku jawab saja daripada ku membuat bencana datang"Eh... em... denger lah " jawab ku yg sejujur nya tidak mendengarkan .Rasa lelah telah mengahantui ku "Yuk pulang ... " ajak ku dengan mengulurkan tangan untuk membantu nya bangun ,kita berjalan dengan langkah kaki yg beriringan dengan mulut nya yg tetap berbicara menceritakan hari pertama nya di sekolah ......
Hari demi hari berjalan hingga pada hari terakhir masa pengenalan lingkungan sekolah yg menurut ku bagai neraka yg halus . Saat nya pembagian kelas dimulai dan aku berbeda kelas dengan Fania .kami di bubarkan dan menuju kelas masing-masing . Jam istirahat dimulai aku dan Fania pergi ke kantin ya... hanya dia yg ku kenal disini .... kami bicara ,tertawa hingga kami terdiam ketika seseorang menghampiri kami berdua"Permisi mau nanya ruang kepala sekolah dimana ya ? " tanya nya

Tanpa berkata apa pun aku mulai berbicara menunjukan arah pada nya "Oh ruang kepala sekolah ... kamu keluar dari .... "
"Sini biar kita antar saja ..." fania memotong ucapan ku dengan cepat dia menarik ku dan ya ... aku di belakang mereka sedangkan mereka berbicara sambil tertawa kecil .

'aku melangkah kuat dengan bersama orang yang ku sayang meski aku masih di belakang


Ya kata-kata yang mungkin dapat membuat ku tersenyum saat ini.

Hingga kita sampai di ruang kepala sekolah dan kita pergi meninggalkan anak laki-laki itu ,aku melewati laki-laki itu dengan langkah kaki yg biasa tapi ... apakah hanya kebetulan atau aku yg sok tau.... bahwa setiap senyuman laki-laki itu mengandung banyak hal yg sangat rahasia ... setelah mengantarkan laki-laki itu kami ke kelas untuk mendengar pengumuman dan pulang kerumah .

Why Me ?Where stories live. Discover now