"JIS! IKET RAMBUTNYA LUCU!"
Aku senyum denger suara teriakan itu.
Bukan, aku enggak baper atau apalah itu namanya.
Cuma...
"Yong, tau gak? Kambing, kambing apa yang nggak tau apa-apa?"
Gak tahu kenapa, aku tiba-tiba pengen ngomong random pas lagi milihin iket rambut di salah satu toko. Karena ngerasa gak ada respon apa-apa dari Taeyong, aku balik badan biar bisa hadepan sama dia.
Tapi yang aku liat cuma Taeyong yang lagi ngangkat alisnya, nunggu jawaban.
Aku langsung cemberut. Abisnya Taeyong gak ada usaha nebak banget.
"Kambingungkan..."
Selanjutnya, Taeyong ngasih liat tatapannya yang gak bisa dijelasin pas aku jawab tebak-tebakan itu gak kalah random. Ya salahin aja toko ini yang bikin aku bingung harus beli iket rambut yang kayak gimana.
"Yang ini aja. Ada kambingnya, kayak lo." Taeyong tiba-tiba narik tangan aku, terus naruh satu iket rambut yang entah dari kapan dia pegangin.
Selesai mencerna perkataan Taeyong, aku langsung nyusul dia yang lagi nunggu di depan kasir. "Jadi menurut kamu aku kayak mbee, gitu?!"
Mengingat Taeyong dan segala tingkahnya yang unpredictable gak pernah gagal bikin aku ketawa. Ya... minimal senyum, lah.
Jujur, aku mau sih buka hati buat orang yang baru.
Tapi, kuncinya ketinggalan di Taeyong.
Sabtu, 07-07-3018 02:40
ngantuk imeraqueenn
hey!
aku harus ngomong apa?
paipai.
BINABASA MO ANG
The Truth Untold
FanfictionJika diketahui ada sebuah kolam dengan volume 127 meter kubik, lalu diisi air sebanyak 95 liter dan dimasukkan sebuah bola yang memiliki jari-jari 30,12 meter, maka berapakah nomor telepon Jisoo? July, 2018
