Our Wedding

1.7K 80 17
                                        

Ditoko acsesoris itu sepasang kekasih tengah duduk disebuah kursi. Dimeja depan mereka ada banyak macam-macam pernak-pernik khas pernikahan.

"Sayang, pita yang warna apa merah atau biru?"

"Terserah kau saja sayang,aku percaya padamu."

"Kalau pernak-perniknya kau mau yang mana?"

"Kau pilih saja sayang."

"Setelah ini kita harus melihat undangan kita."

"Iya, ahh tunggu dulu ada telfon."

Cai Xukun berjalan menjauh dari kursi tempatnya dan calon istrinya duduk.

"Zhengting…"

"Tidak apa-apa Zhangjing. Bukankah itu resiko punya calon suami seorang direktur muda sebuah perusahaan."

"Kau harus menemui Yanchen untuk undanganmu,lalu…"

"Aku akan menemui Xingjie untuk bunganya. Lalu,aku harus viting baju lagi pada Chengxiao. Ya ampun ini melelahkan sekali Zhangjing."

"Ingatlah sebentar lagi kau akan jadi nyonya muda Cai."

"Akan cukup menyenangkan. Lalu,kapan kau dan Yanjun akan menyusul?"

"Ahh,Yanjun…, Tidak tahu,mungkin kapan-kapan."

"Sayang,aku harus pergi kekantor. Ada relasi bisnisku yang datang. Apa perlu kutelfon Justin?"

"Tidak,aku akan pergi sendiri. Usahakan sore nanti kau sudah kembali. Kita harus melihat bajunya."

"Aku percaya pilihanmu sayang."

Cai Xukun mencium puncak kepala Zhengting lembut lalu berlalu pergi keluar toko Zhangjing.

"Pasangan pengantin harusnya pergi bersama Zhengting."

"Itu bukan masalah Zhangjing. Cai Xukun sudah percaya pada pilihanku,jadi aku akan memilihnya sendiri."

"Zhengting…"

"Oh ya,yang biru atau yang merah ya."

.
.
.
.
Pria berambut cokelat itu berjalan pelan ditrotoar yang cukup ramai. Zhengting merapatkan jas cokelatnya saat udara dingin semakin menyapa kulit. Pria itu berhenti disebuah toko bunga.

Bunyi lonceng terdengar saat Zhengting membuka pintu toko itu.

"Halo, selamat datang ditoko kami."

"Halo Xingjie. Bagaimana tokomu hari ini? Mana xiao Gui?"

"Dia pulang,katanya Bufan sakit."

Zhengting duduk desebuah kursi yang berhadapan dengan Xingjie.

"Jadi apa rekomendasimu untukku?"

"Bunga mawar adalah bunga yang umum Zhengting."

"Hei,tunggu dulu. Bagaimana dengan wanita dirumah sakit yang selalu kau antar bunga itu?"

"Zhengting,jangan membahasnya lagi. Aku malu,"

"Ayolah."

"Kekasihnya masih sering datang. Aku jahat selalu berharap wanita itu meninggalkan pria itu."

KunTing Story Love ❤Stories to obsess over. Discover now