Venus menggeliatkan badannya. Entah mengapa tapi rasanya ia pegal sekali dan rasanya badannya hampir remuk. Cahaya matahari menembus jendela terasa dari silaunya cahaya tersebut. Venus menggaruk-garuk kepalanya. Perlahan ia membuka matanya dan menguap lebar. Venus memandang laki-laki disebelahnya lalu tersenyum. Tunggu! Sejak kapan ada laki-laki disebelahnya? Venus membulatkan matanya dan ia berteriak sekencang mungkin.
"Aaaaaaa," teriak Venus.
Karena kaget laki-laki tersebut ikut berteriak,"Aaaaaaa!"
Venys berhenti berteriak dan laki-laki itu pun berhenti berteriak.
"Apa yang terjadi?!" tanya laki-laki itu.
Venus menganga tak percaya apa yang dilihatnya. Tidak mungkin! Ini pasti mimpi, batinnya. Ia mencubit tangannya terasa sakit. Dia tidak bermimpi. Ini nyata dan lelaki yang dihadapannya nyata. Niall Horan benar-benar nyata ada di depan matanya.
"Siapa kau?" tanya Venus pura-pura tidak tahu.
"Demi Neptunus, Uranus, Saturnus apa yang terjadi pada mu Ve?" tanya Niall. Venus memijat dahinya ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi.
"Jangan bilang kau lupa siapa pacar mu sendiri," rajuk Niall. Venus bisa mati berdiri kebingungan jika seperti ini. Ia semakin memijat dahinya sebenernya ia mimpi apa semalam tiba-tiba ia berada dengan Niall Horan. Tetapi Venus berharap jika ini hanya mimpi semoga aja ia tidak pernah terbangun dari mimpinya.
Setelah benar-benar tersadar Venus memperhatikan sekelilingnya sepertinya ia tidak bermimpi karena jika ia bermimpi tidak mungkin ia berada dikamar mewah seperti ini. Kamar tersebut terbilang mewah bagi Venus dengan interior abu-abu kamar tersebut terkesan nyaman. Terdapat dua jendela besar dikamar tersebut dihias dengan gorden berwarna abu-abu. Bahkan di kamar tersebut terdapat perapian.
"Sebaiknya kita sarapan dulu," ujar Niall sambil lalu meninggalkan Venus sendiri yang sedang mengagumi desain interior kamar Niall.
Venus mengagumi setiap inchi desain tersebut kalau dia seorang milarder pun pasti kamarnya akan mewah seperti ini. Venus berdiri menghampiri kabinet yang terdapat beberapa figura foto. Ada foto keluarga Horan, foto Niall saat masih kecil mungkin sekitar empat tahun ah Niall lucu sekali di foto tersebut sangat menggemaskan, di sampingnya foto Niall bersama Greg, selanjutnya foto Niall memakai tuxedo benar-benar menawan Niall memakai tuxedo dan terakhir foto Niall bersama Venus. Venus mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali tidak percaya. Mengapa ada foto dirinya bersama Niall?
"Ve!" teriak Niall tetapi Venus tidak menjawab.
"Venus sarapan dahulu, jika tidak aku akan menghabiskan sarapan mu" teriak Niall. Mau tak mau Venus mengakhiri kebingungannya ia lalu menghampiri Niall mulutnya penuh dengan makanan yang membuat pipinya merah. Lucu sekali. Ingin Venus mencubit pipi Niall.
Sarapan sudah siap dengan menu american breakfast. Venus duduk disebrang Niall ia mencoba makan walaupun tidak ada nafsu untuk makan semua terasa kaku dan aneh. Venus memperhatikan Niall yang masih sibuk dengan makanan dimulutnya.
"Apa?" tanya Niall saat merasa diperhatikan.
"Tidak," jawab Venus cepat. Niall memandang Venus dalam-dalam.
"Mengapa hari ini kau sedikit aneh, Ve?" tanya Niall. Venus menjadi salah tingkah,"Benarkah?"
Niall mengangguk tetapi tidak terlalu menghiraukan Venus ia kembali melanjutkan makannya. Venus mendecak sebal. Apa Niall memang seperti itu? Kepala Venus tiba-tiba terasa sakit seperti ingin meledak rasanya tetapi tiba-tiba Venus ingat sesuatu mengapa ia bersama Niall sekarang mimpi itu. Starry. Kepala Venus semakin menjadi-jadi sakitnya.
"Ve, kau tidak apa-apa?" tanya Niall khawatir. Sepertinya Niall benar-benar khawatir terlihat dari raut mukanya yang nampak tidak tenang.
"Aku baik-baik saja Niall aku hanya harus menghabiskan sarapan ini," ucap Venus bohong padahal kepalanya sakit bukan main.
"Apa aku harus mengganti sarapannya dengan bubur?" tanya Niall perhatian.
"Tidak. Ini juga baik-baik saja."
Ajaib. Setelah selesai sarapan sakit dikepala Venus berangsur hilang. Niall juga sepertinya melihat perubahan itu karena sekarang wajahnya tidak menunjukkan wajah khawatir lagi.
"Jadi hari ini kita akan bermain golf tetapi jika kau masih merasa pusing sebaiknya kita batalkan saja," ucap Niall.
Mata Venus membulat,"Tidak! Aku baik-baik saja."
Niall nampak kebingungan karena sikap Venus yang tiba-tiba bersemangat. Niall menyuruh Venus untuk mandi dan berganti pakaian. Sebenarnya Venus sedikit bingung apa ia tinggal bersama Niall atau bagaimana karena disini juga terdapat banyak baju-baju perempuan mungkin miliknya. Venus memakai kaos polo berwarna putih, dan juga memakai rok berwarna putih yang hanya mencapai atas lutut Venus. Setelah selesai berpakaian Venus melihat Niall yang juga memakai pakaian putih-putih. Kebetulan yang menyenangkan karena Venus memang suka memakai baju yang berwarna sama.
..Di perjalanan Venus dan Niall bernyanyi lagu-lagu 'NSYINC walaupun suara Venus fals tetapi ia tidak peduli dan Niall juga tidak menghiraukannya. Tiba-tiba saja tercium bau tidak sedap. Venus mencoba mengendus dan Niall hanya tersenyum samar-samar.
"Astaga Niall kentut mu bau sekali," ujar Venus sambil menutup hidungnya.
"Tidak. Siapa yang kentut?" elak Niall.
"Disini hanya ada kita berdua dan jangan mengelak lagi!" Venus membuka jendela membiarkan angin masuk untuk mengusir bau kentut Niall.
"Hehehe," ucap Niall tanpa merasa dosa. Venus hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah pacarnya seperti ini. Ralat. Pacar 30 hari Venus.
***
Mereka sudah sampai dipadang golf. Niall membawa tas golf dipunggungnya. Sedari tadi Niall tidak bisa berhenti berbicara entahlah tetapi selalu saja ada bahan pembicaraan bagi Niall dan Venus suka itu. Terkadang Niall membuat lelucon dan Venus tertawa dibuatnya.
Niall memfokuskan dirinya saat bermain golf. Stick sudah berada ditangannya Niall mengayunkan stick golf lalu bola tersebut terlempar jauh. Niall menghampiri tempat dimana bola tersebut berhenti ia kembali mengayungkan stick golf tersebut dan bola kembali terlempar jauh. Cukup menyenangkan bagi Niall dan cukup membosankan bagi Venus.
"Giliranmu Ve," ujar Niall sambil memberikan stick golf tersebut pada Venus. Venus mengernyit ia tidak bisa bermain golf bahkan ini pertama kalinya ia bermain golf. Bisa atau pun tidak Venus tetap menerima stick golf yang Niall berikan.
"Bagaimana cara memainkannya?" tanya Venus bingung.
"Kau lihat tadi bagaimana aku memainkannya seperti itu hanya mengayunkan saja."
Venus mengayunkan stick golf tersebut ke belakang. "AAAAH," terdengar sebuah teriak yang diikuti beberapa umpatan. Venus yang panik segera menoleh dan melihat Niall terkujur dengan tangan memegang kakinya. Sepertinya Venus mengenai kaki Niall.
"Astaga Niall maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu," ucap Venus panik dan Niall masih mengerang kesakitan.
"Astaga Niall maafkan aku." Venus memegang kaki Niall yang terkena pukulannya tadi dan saat disentuh Niall menjerit. Venus menatap Niall khawatir dengan ragu ia kembali memegang kaki Niall lalu memijitnya pelan.
"Pelan-pelan Ve!" teriak Niall.
"Aku tahu!" Tiba-tiba saja suara erangan Niall berubah Venus menatap Niall bingung dan Niall tersenyum licik. Ia baru saja dikerjai Niall.
"Niall! Astaga aku khawatir dan kau malah menjahili ku. Niall aku marah!"
Niall tertawa puas dan Venus melipat tangannya di dada menunggu Niall berhenti tertawa sepertinya ia puas sekali menjahili Venus. Kesal. Venus menginjak kaki Niall dan Niall berteriak kesakitan setidaknya bukan sakit yang palsu.
***
YOU ARE READING
30 Days With You // Niall Horan
FanfictionAneh tetapi nyata. Ada sebuah bintang yang datang pada mimpi Venus lalu mengabulkan permintaan Venus yaitu bersama Niall Horan selama 30 hari tetapi setelah 30 hari semua kembali normal. Apa yang akan dilakukan Venus selama 30 hari dengan Niall?
