Prolog

25 5 0
                                        

Semilir angin menerpa halus kulit tangan Jung Nami yang bebas,perempuan manis berambut pendek yang sekarang dikuncir rendah. Ia berdiri didepan gerbang taman. Matanya yang sipit mengedarkan pandangannya pada sekekeliling taman,mencari seseorang yang tadi mengiriminya pesan.

Ting!

Bunyi notifikasi terdengar dari handphonenya yang ia taruh dikantung hoodie coklat kebesarannya. Ia merogohnya dan melihat notifikasi dari seseorang yang ia sedaritadi tunggu dan cari.

From : Guanlin

Mianhae nami-ah aku akan sedikit terlambat,tapi bisakah kau menungguku sebentar dibangku taman? Aku akan segera datang read

Perempuan manis itu menghela nafas pelan,memasukkan handphonenya kekantung hoodienya lagi kemudian berjalan masuk kedalam taman. Ia duduk dibangku taman yang masih bisa dijangkau jika Guanlin sudah datang nanti.

Membunuh waktu Nami memasang headseat ditelinganya dan memutar sebuah lagu.

Tes tes tes

"Yak! Aish hujan" lirihnya. Ia pun segera bergegas bangkit dan mengambil snapback hitamnya ditas dan memakainya. Kemudian ia berlari mencari tempat teduh.

Dapat.

Nami berteduh didalam lorong perosotan. Ia menghela nafas pelan. Ia benci hujan. Basah dan merepotkan. Ia bersandar didinding perosotan tak peduli itu kotor.

"Jung Nami-ah" teriak seseorang dari arah luar.

Nami yang mendengar namanya dipanggil tersentak kemudian keluar dari lorong perosotan. Ia mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum tipis ketika mendapati orang yang ia tunggu sudah datang dengan payung putih ditangannya.

"Lai Guanlin" panggil Nami.

Merasa namanya disebut,laki-laki yang memakai hoodie hitam merah kotak-kotak dan celana belel hitam itu menoleh kearah Nami.

Ia terkejut kemudian menampilkan senyumnya,"Nami-ah" ucapnya. Ia berjalan mendekati Nami.

"Yak! Kenapa kau lama sekali?" tanya langsung Nami ketika Guanlin sudah didekatnya.

Guanlin memayungi Nami dan juga dirinya,ia masih dengan senyumnya,"Mian—aku tadi ada sedikit urusan" ucapnya sambil menggaruk rambut belakangnya.

Nami terkekeh melihatnya,"Arra,aku memaafkanmu,tapi—traktir aku es cream,Call?" tanya Nami dengan telunjuk yang ia acungkan didepan wajah Guanlin.

Membuat Guanlin terkekeh,"Hm Call!" ucap Guanlin dengan semangat.

Jadilah dua sejoli itu berjalan dibawah hujan dengan payung menaungi mereka menuju caffe dekat taman.

--

Hening.

Ketika Guanlin dan Nami sampai didepan Caffe dan mereka berdua masuk dan memesan. Suasana jadi canggung—itu bagi Guanlin. Berbeda dengan Nami ia menikmati keheningan ini,ia melihat keluar jendela,titik embun hujan tercetak dikaca jendela caffe. Walaupun ia membenci hujan,tapi ia salah satu penyuka pethricor—harum hujan yang melekat jelas.

"Ehem" deheman Guanlin membuat Nami mengalihkan tatapannya dari jendela keGuanlin.

"Nami-ah,apa kau menyukai idol kpop seperti teman-temanmu?" tanya random Guanlin membuat Nami mengeryitkan dahi.

Sedetik kemudian ia tersenyum tipis,"Hm idol kpop yah—aku. Ya aku menyukai beberapa idol kpop. Tapi kenapa kau bertanya seperti itu?" ucap Nami.

Sebelum Guanlin menjawab pesanan mereka datang. Satu mangkuk es cream matcha untuk Nami dan es cream coklat untuk Guanlin. Nami berseru senang ia lantas langsung memakan es creamnya.

Guanlin yang melihat itu terkekeh,"kiyowo"gumamnya.

"Hm—aku hanya bertanya saja. Tapi—jika aku nantinya menjadi idol kpop apa kau setuju?" tanya tiba-tiba Guanlin.

Nami menghentikan memakan es creamnya,ia melihat Guanlin penuh tanda tanya,"Maksudmu kau ingin menjadi idol?" tanya langsung Nami.

Guanlin menundukkan kepalanya,mengaduk es creamnya,"Aku—iya aku ditawari menjadi salah satu member disebuah grup dan—" guanlin menatap ragu Nami.

Nami yang mendapati wajah ragu Guanlin tersenyum tipis,"Guanlin-ah,kau ingin menjadi idol?" tanya Nami lagi lantas dengan tegas Guanlin menganguk.

"Ya sudah terima saja. Tapi—kau tidak boleh melupakan sahabatmu yang manis ini eoh" ucap Nami sambil menodongkan sendok es cream kearah Guanlin.

Guanlin diam,kemudian terkekeh,"Yak! Mana mungkin aku akan melupakanmu Nami-ah" ucap Guanlin sambil mengacak rambut Nami yang sekarang tidak memakai snapbacknya.

"Yak! Rambutku jadi berantakan,aish kau ini" gerutu Nami dan Guanlin masih dengan senyuman lebarnya membuat Nami tak bisa tak tersenyum juga.

"Jadi—kapan kau akan menjadi trainne?" tanya Nami.

"Hm sekitar 3 hari lagi?" ucap Guanlin membuat Nami menganguk.

"Oke. Karena nantinya kau akan sibuk. Bagaimana kalau hari ini sampai besok kita bermain bersama. Menghabiskan waktu bersama. Hm dimulai dengan bermain ditaman,kemudian berjalan santai dibawah pohon sakura yang belum mekar atau melakukan hal yang menyenangkan. Bagaimana?" ucap Nami sambil menggerakkan tangannya sambil matanya menerawang.

Guanlin yang melihat itu menopang dagunya dan tersenyum lembut,"Arra,ayo lakukakan semuanya" ucap Guanlin membuat Nami tersenyum juga.

--

ANYEONGHASEYO CHINGUDEUL,MIANHAE BARU MUNCUL SETELAH BERABAD-ABAD MENGHILANG SEBENARNYA KARENA ADA ALASAN YA, KESIBUKAN SEKOLAH ASRAMA YANG SEDANG KUJALANI HWHW. MIANHAE,KU HARAP DENGAN MEMPUBLISH CERITA INI KALIAN JADI TIDAK MARAH LAGI HWHW DAN JUGA INI UNTUK KALIAN YANG MERINDUKAN LAI GUANLIN DAN KAWAND-KAWAND. HOPE YOU LIKE JIKA BERKENAN TOLONG TINGGALKAN VOTE DAN COMENTNYA. TERIMAKASIH💋💙

Cause You • Lai Guanlin Stories to obsess over. Discover now