01. BASI

19 1 1
                                        

" Udah elah jawab aja. Gue lebih baik di tampar pake kebenaran daripada kebohongan lo. Gue tanya sekali lagi, kenapa lo mau break sama gue? " Seru Ardisa dengan tatapan tajam menuju dinding.

" Aku ga baik buat kamu dis, kasarnya gitu." jawab Thariq dengan nada suara sendu
" Basi alesan lo. Jujur aja kenapa sih? Ga susah kan? Jawab yang bener. Kenapa! " Ardisa semakin geram. Apa susahnya sih tinggal menjawab jujur?! Gak susah kan? huh sungguh menyebalkan.

" Aku suka sama cewe lain dis. Aku gamau selingkuh, makannya aku bilang " jawab Thariq dengan penuh rasa penyesalan. Sesak, itulah yang di rasakan Ardisa. Air mata yang masih terbendung oleh Ardisa sehingga tidak ada satu pun yang lolos.

"lo suka banget sama dia?" Tanya Ardisa datar
" I think " jawab Thariq.
" yaudah, apa yang kita jalanin sekarang pokonya udah beres. Barang-Barang lo gue balikin soalnya gue gamau di ganggu sama lo lagi tentang barang lo yang ada di gue. Semoga lo seneng ya dengan keputusan ini " Ardisa memaksakan senyumannya. Sakit hati melanda Ardisa namun apalah daya? Dia tidak bisa apa apa. Keputusan lelaki itu sepertinya sudah bulat

"dis, kamu benci ya sama aku? " Tanya Thariq dengan ragu-ragu akan respon dari gadis itu.
"Mau gue benci atau engga urusannya apa? gabakal ngerubah apa-apa juga. Gausa contact gue ya, gue gamau di contact lo. Sampai Kapanpun." Ardisa pun menutup telfonnya itu. Geram sekali! Menyebalkan!
" Dasar pengecut, gila ya itu orang, sebadai apasih dia, Justin Bieber bukan Hamish Daud juga bukan. Gue kasih semuanya gue relain semuanya eh dia begini lagi, sakit emang itu orang. " Gumam kesal Ardisa.

Sekesal kesal nya dia, namun tetap Seorang Ardisa Kirana Fandeni tidak boleh egois. Mungkin ada kekurangan dalam dirinya sehingga pria itu memutus kan untuk pergi dan berpaling darinya. Lagian, cowo ga cuman dia doang kan? Iya kan?

" wah gila sih gue ngomong sendiri, makin absurd gue. Mending cabut gue dari sini. Kerumah Lili aja deh " gumam Ardisa kepada dirinya sendiri. Ia pun bersiap siap untuk pergi kerumah lili.
Huuhh, gini rasanya patah hati ternyata? absurd juga.

Hallo nama gue Ardisa Kirana Fandeni, Biasanya temen-temen gue manggil gue deni, orang rumah manggil gue icha, atau orang yang baru kenal sama gue manggilnya ardisa atau disa geli sih dengernya cuman yasudahla. Umur gue 18 tahun, gue baru aja lulus SMA dan sekarang kuliah di salah satu Universitas ternama di Indonesia ngambil jurusan Ilmu Komunikasi, klasik rite? Dan seperti yang lo liat, gue baru aja mengalami patah hati terberat seumur hidup gue, tapi di saat yang sama gue juga ngerasa lega. Aneh? Entahlah, emang gitu gue orangnya. Gue ga punya banyak temen karena pada dasarnya gue aga ribet untuk terbuka dengan orang baru jadi sabar sabar aja ya.

Seputar keluarga gue, Gue terdiri dari 3 bersaudara, gue punya abang namanya Revoni Rabiota Gumarda yang biasa gue panggil epon dia beda 3 tahun sama gue, dan seorang adik laki laki yang namanya Barashua Hanum Ardenito yang sekarang masih duduk di bangku SMA kelas 11 Gausah heran kenapa nama mereka unik kaya gitu, gue juga masih bingung kenapa nama mereka bisa se unyu itu fix iri. Orang tua gue bisa di bilang berasal dari kalangan orang kaya dengan Ayah gue yang merupakan CEO di salah satu perusahaan keluarganya dan Bunda yang notabene adalah ibu rumah tangga yang mengurusi anak anak dan suami serta rumahnya.

Walaupun seperti itu, keluarga kami bukan tipe keluarga yang bisa beli Lamborghini 10 unit, yang hartanya ga habis 7 mungkin 8 turunan, yang biasa pakai-buang pakaian, oh tidak seperti itu teman. Kedua orang tuaku mengajarkan untuk tetap hidup sederhana dan selalu bersyukur, maupun itu hal yang baik atau buruk.

ABODETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang