Why~

82 11 0
                                        

Semua berawal dari ketidaksengajaanku mencintaimu, hingga mampu membuatku terjatuh kelubang terkelam dalam hidupku. Aku tak pernah menyangka hidupku akan berubah begitu drastis setelah aku menginjakkan kakiku dikampus ku tercinta. Sebelum melanjutkan ceritanya, sebut saja namaku Yuju, gadis biasa yang mencintai teman kelasku sendiri yang begitu menggemaskan.

Untuk pertama kali aku melihatnya, saat itu tak pernah terbersit olehku akan jatuh cinta padanya, namun waktu berkata lain, dan semua berubah saat itu. Sebut saja namanya Umji, pertemuanku denganya berawal saat pertama kali masuk kuliah, aku masih ingat sekali bagaimana kronologi pertemuanku denganya, yang tak mungkin aku lupakan.

Tahun 2015, tanggal pastinya aku lupa, Pagi itu sekitar pukul 08:00 kita ada mata kuliah Speaking, dan diharuskan membentuk kelompok untuk membuat sebuah dialogue, satu kelompok sekitar 6 orang, dan salah satu kelompok sudah terisi oleh Sowon, Yerin, Eunha, SinB dan Umji, dan saat semua orang sudah menemukan kelompoknya masing-masing, hanya aku yang kebingungan karena belum mendapatkan kelompok, dalam kebingunganku, tiba-tiba Umji mendatangiku dan mengajaknya bergabung dengan kelompoknya, awalnya aku menolak, karena kelompoknya kekurangan orang dan Umji bilang "udah gak papa, gabung aja sama kelompok kami" kata-kata itu yang akhirnya membuatku bergabung dengan kelompoknya dan menjadikan kami saling mengenal satu sama lain.

Kejadian pagi itu, belum menumbuhkan perasaan apa-apa, hingga suatu hari saat aku sedang berkumpul dengan teman-temanku, sebut saja namanya Sowon, Yerin, dan Eunha, semua berawal ketika Yerin bilang kalau dia sedang naksir sama teman sekampus kita sebut saja namanya Joy, dan Sowon pun demikian bilang kalau sedang naksir sama Eunha.

"Yuju kita semua udh ngasih tau nama gebetan kita nih, sekarang kamu kasih tau siapa nama gebetan kamu" ucap Yerin

"Apa? gebetan? aku gak punya ehehehe" jawabku polos, karena memang saat itu tidak pernah terlintas untuk nyari gebetan di kampus.

"Ah masa gak ada sih? ayo donk kasih tau kita, siapa gebetanmu" desak Sowon

Aku berfikir sejenak

"Baiklah kalau kalian maksa, aku gebet Umji aja deh" jawabku sembarangan, aku pilih Umji awalnya bukan karena aku naksir atau apa, tapi karena saat itu hanya dia yang aku tau

"Apa? Umji?" kata Sowon dan Yerin kaget

"Kenapa? ada yang salah?" jawabku singkat

"Gak sih, kenapa milih dia? emang sih gak bisa dipungkiri kalo dia tuh emang gemes" jawab Yerin

"Aku juga gak tau kenapa, aku juga tadi ngasal jawab aja hehee" jawabku enteng

Setelah obrolan kita hari itu tentang gebetan kita masing masing, diam-diam aku mulai mencuri-curi waktu untuk sekedar melirik Umji disela-sela perkuliahan. Dan mencari-cari sisi lain yang membuatku memilih dia sebagai gebetanku.

•••

Hari-hari kulalui dengan terus memperhatikanya, terlalu sering aku memperhatikanya membuatku mengangguminya, hingga tanpa kusadari muncul rasa yang awalnya tak ku mengerti itu apa, dan aku tak tau pasti sejak kapan rasa itu menghuni hati ku. Ku coba terus mencari tau rasa apa yang menghuni hatiku, yang mampu membuatku sakit saat aku melihat dia dengan yang lain, hingga akhirnya aku tau kalau itu cinta, terus ku yakinkan hatiku apakah aku benar-benar telah jatuh hati padanya, dan ternyata aku benar-benar telah jatuh cinta denganya. Ketidaksengajaanku yang berpura-pura jatuh hati pada Umji di depan teman-temanku kini menjadi sebuah cinta yang teramat dalam.

Setelah aku tau kalau aku jatuh cinta padanya, aku coba menghapus rasa itu, namun semakin besar usahaku untuk menghapus rasa itu, semakin kuat cinta yang ku rasakan, hingga akhirnya kubiarkan rasa itu terus tumbuh dan berkembang, walaupun aku tau ini akan berakhir sakit. Dalam diam aku terus mencintainya.

Berbulan-bulan lamanya ku simpan rasa ini sendiri, dan berharap tak ada satu orangpun yang mengetahuinya, termasuk dia. Cinta ku untuknya yang semakin hari semakin kuat, hingga akupun tak mampu lagi menyembunyikannya, akhirnya salah satu temanku menyadari ada cinta dimataku.

"Yuju kamu lagi jatuh cinta ya?" tanya Sowon

"Hm... eh, anu, iya..." jawabku gugup dan tersipu malu

"Sama siapa, Umji? tanya nya penasaran

"Iya" jawabku singkat

"Apa? kamu beneran cinta sama dia?" Sowon meyakinkan

"Iya"

"Kamu gak tau ya, Umji kan suka sama SinB"

Ucapan Sowon sejenak membuatku merasa disambar petir, air mataku hampir saja keluar dari kedua kelopak mataku

Aku terus termenung, kata-kata Umji suka dengan SinB terus terngiang di benakku, tapi ini adalah resiko yang harus ku tanggung

"Yuju kamu gak papa?" tanya Sowon menganggetkanku

"Ehh aku gak papa kok santai aja" jawabku seraya tersenyum pahit

Walaupun sekarang aku tau dia mencintai yang lain, yang pasti itu bukan aku, namun rasa cinta untuknya masih tetap sama takkan pernah berubah, dan aku tetap berharap ada sedikit cinta yang tersisa untukku.

•••
Tahun 2021 adalah tahun yang paling kelam dalam perjalanan hidupku, pada tahun ini aku harus menyaksikan orang yang sangat aku cintai melabuhkan cintanya pada dermaga cinta yang lain, yang merupakan temanku sendiri.

Setelah bertahun tahun lamanya aku menunggu, terus menjaga cinta ini, dan berharap dia akan melihat kesempurnaan cintaku, namun kini aku harus menerima kenyataan kalau cintaku telah hancur dalam waktu beberapa detik saja. Kini Umji telah bahagia bersama SinB. Aku rela merasakan sakit asalkan Umji bahagia, mungkin ini yang disebut pengorbanan cinta, rela sakit demi dia yang dicintainya.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya akan terasa begitu sakit, walaupun sejak awal sudah kupersiapkan hatiku akan semua ini, namun masih tetap terasa begitu sakit.

Setiap kali aku melihatnya berjalan berdua, bergandengan tangan, atau sekedar ngobrol biasa, itu akan membuat hatiku terasa sangat sakit dan hancur.

Tapi entah mengapa, sakit yang ku rasakan ini tak mampu menghilangkan rasa cintaku padanya. Entah cinta apa yang ku miliki untuknya hingga rasa sakitpun tak mampu merubah semua rasa sayang dan cintaku untuknya.

Kini tak ada lagi yang bisa kulakukan, engkau telah pergi, biarlah aku mencintaimu dalam diam, dan berharap semoga waktu mampu mengikis rasa cintaku untukmu, yang membuatku mampu membuka hati untuk orang lain, setelah sakit yang membuatku hancur berkeping-keping, yang tak akan penah kembali utuh lagi.

Sakit yang teramat sangat yang diakibatkan oleh cinta, membuatku tak pernah percaya kalau cinta itu indah, hatiku hancur karena cinta, semula aku berharap kalau kisah cintaku akan berakhir happy ending seperti di FTV yang sering ku tonton, namun kini aku menyadari cinta tak selamanya berakhir bahagia.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WhyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang