Untitled.

7 0 0
                                        

Cahaya mentari perlahan meyinari isi kamarku. Menerpa wajahku yang tengah tertidur pulas.

'Silau' pikirku.

Kemudian perlahan aku membuka mata dan mengedip-ngedipkan kedua mataku. Membiasakan diri dengan cahaya yang masuk.

Perlahan akupun bangkit dari tempat tidur dan menatap bayangan diriku pada cermin yang tepat berada di sebelah tempat tidurku.

'Gendut' pikirku sesaat setelah melihat bentuk tubuhku yang terpantul pada cermin.

Tatapanku pun sejenak berpindah ke arah wajahku.

'Jelek. Kau tidak cantik' ucapku dalam hati setelah menyadari bahwa adanya kerutan pada wajahku, kantung mata yang tampak menghitam, hidung yang pesek, komedo disekitaran hidung dan jerawat dimana-mana.

Sejenak aku kembali menatap ke arah tubuhku sendiri.

'Pendek!'

Aku meringis ketika menyadari bahwa gadis berusia 20 tahun ini memiliki tinggi yang tidak lebih dari 150cm. Sungguh naas.

'Kau sungguh tidak sempurna!'

Memang benar jika manusia itu tidak ada yang sempurna. Tapi setidaknya setiap manusia pasti memiliki satu kelebihan diantara ketidaksempurnaannya itu.

Tapi aku? Aku bahkan sungguh buruk. Aku tidak memiliki bakat apapun kecuali mengacau. Aku sangat berbakat membuat orang kecewa dan marah.

Aku hanyalah sampah yang tidak lagi pantas untuk hidup di dunia ini.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 16, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

UntitledWhere stories live. Discover now