harapan dari sebuah jawaban

23 3 3
                                        

Sudah tiga tahun setelah kisah itu usai, waktu berputar begitu cepat. Aku tidak bisa menceritakan seberapa banyak waktu untuk bisa kembali menghidupkan hatiku. Menatanya dengan baik. Dan melupakan kenyataan bahwa aku terluka. Namun aku harus mengobati hatiku sendiri. Aku tidak ingin terlalu lama larut dalam kepedihan yang dialami hati. Perpisahan itu, bagaikan petir yang menggelegar dan kemudian hujan berjatuhan. Dengan derasnya dan tiada henti. Semua orang terus saja mengatakan bahwa akan ada hari pelangi itu akan menciptakan keindahan setelah hujan. Namun entah mengapa. Aku sempat tidak mempercayainya.

Hari itu aku mengingatnya dengan jelas. Suara itu masih terus saja terngiang ditelingaku. Percakapan pertama yang pada akhirnya mengubah segalanya.

"Asha, kenapa kau tidak menceritakannya padaku?" Suaranya sedikit berat ketika dia menanyakan sesuatu yang membuatku mengernyitkan dahi.

" cerita apa?" Jawabku

" aku mendengarnya siang ini, dan itu kaupun sudah mengetahuinya jauh sebelum aku." Dia sedikit memalingkan wajahnya dariku.

" sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan remi? " tanyaku sedikit tidak sabar.

" ayahmu berniat menjodohkan kamu dengan anak kota itu kan? Aku melihatnya dua hari yang lalu kau bersamanya dikedai kopi pak tua itu,"

Aku sedikit terkejut. Sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak menganggapnya itu adalah hal serius. Sekarang dia mempermasalahkannya. Baiklah aku tau. Mungkin kesalahanku adalah tidak menceritakan padanya. Tapi sebenarnya aku berniat memberitahu remi. Hanya saja aku selalu lupa.

" itu tidak seperti yang kau pikirkan remi," aku dengan tersenyum menjawabnya.

"Lalu?

" dia itu ka reno. Anak teman ayah yang udah kaya saudara sendiri. Jadi jangan khawatir okay" aku tersenyum menyemangati.

" oh syukurlah" .

**

Namun tanpa disadari, keberadaan kak reno di rumah sedikit mengubahku. Aku merasa memiliki seorang kakak yang hangat. Hingga kadang aku bersyukur ayah memanggilnya untuk tinggal beberapa saat dirumah kami.
Dan hal itu juga yang membuat hubunganku dengan remi mulai tidak baik-baik saja. Kami mulai bertengkar untuk hal kecil. Alasannya hanya satu. Dibalik kemarahan yang sering ditunjukan remi padaku adalah rasa cemburu.

Suatu hari di minggu pagi. Ketika keluarga sedang santai didepan tv. Aku, ayah dan kak reno duduk santai dengan menikmati cemilan yang sengaja ibu buatkan untuk kami.
Tiba-tiba ayah membuka percakapan.

" gimana ren? Kamu sudah cukup kan untuk sekedar mengenal lebih dalam mah? " tanya ayah yang tengah menatap ke arah kak reno.
Dengan sedikit terbata kak reno menjawab.

" eh, hmm belum om. "
" belum bagaimana"
" beri aku sedikit lebih banyak waktu"
" jangan. Sudah cukup"
" minggu depan harus yah."
" hmm ba..baik om"

Aku semakin penasaran melihat ekpresi menegangkan kak reno itu membuatku ingin bertanya.
Namun aku mengurungkan niatku itu.

Satu minggu setelah obrolan minggu pagi itu. Aku dibuat terkejut. Kak reno melamarku . Tapat saat ulang tahunku yang ke duapuluh dua. Aku benar-benar terkejut. Lidahku kelu untuk seketika. Aku tidak bisa mengatakan apapun. Perasaan didalam hatiku benar-benar kacau. Entah bagaimana, aku merasa dihianati. Aku hancur. Namun aku tidak menyadari bahwa ada yang lebih terluka daripada hatiku. Dia adalah seseorang yang selalu berusaha untuk tidak mengecewakanku.

**
Hari minggu itu dia datang. Tatapannya sulit digambarkan. Ada kesedihan, luka, dan kemarahan yang berusaha diredakan. Aku takut. Aku takut sekali. Aku pasti telah melukai perasaannya.
Pagi itu. Tidak sekalipun dia melihat wajahku.

Dan kemudian. Kisah itu usai. Meninggalkan luka yang panjang.

**
Aku memiliki satu pertanyaan. Ada satu hal yang ingin aku ketahui. Namun dia, seolah tidak memberiku kesempatan untuk bertanya. Sekali lagi pertanyaan itu penting. Bagiku.
Karena seolah hatiku mempercayai satu hal. Bahwa jawaban dari pertanyaanku itu. Pasti akan membuat sebuah perubahan.
Untuk sebuah kisah yang telah lama usai.

~ Dhenata ~

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 11, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

harapan dari sebuah jawabanStories to obsess over. Discover now