Warning: YAOI, Messy Writing, OOC, Typo.
.
.
.
Sesosok pria dengan rambut oranye kecokelatan memandang ke sekeliling, dia mencari orang. Bukan orang yang membuat dia terkesima atau bagaimana, tapi dia mencari seseorang yang dari tadi membuatnya merinding. Seseorang yang dari tadi membuatnya serasa mati rasa jika berpapasan dan tidak salah lagi membuatnya penasaran. Dia terus memicingkan matanya ke sekeliling, tanpa menyadari sekelompok orang mendatanginya dengan serigaian.
"TRICK OR TREAT!"
Pria itu terlonjak sebelum akhirnya tersenyum lebar. Yang mengelilinginya kali ini adalah anak kecil yang berbondong-bondong menghampirinya dengan berbagai kostum mengerikan. Entah itu drakula, kucing, bahkan ada yang memakai labu. Benar, dia sedang menghadiri pesta Halloween di daerahnya. Pesta itu cukup meriah lagi besar, ruang aula balai kota disulap menjadi indah dan mengerikan di saat yang sama. Belum lagi banyak makanan yang visualnya menjijikan, tapi rasanya jempolan. Bagi pecinta pesta dan makanan sepertinya, pesta Halloween tahun ini memang yang terbaik!
"Baiklah! Ini permennya."
Sebelum dirinya menjawab, pria lainnya memberi anak kecil itu permen yang cukup banyak. Dan setelah ucapan terima kasih yang disertai tawa senang mereka, kumpulan anak kecil itu pun pergi. Doyoung agaknya mengutuk sang sepupu yang baru muncul lagi di hadapannya.
"Kau memborong banyak permen, Kun," kata Doyoung yang disambut tawa sang sepupu. "Event seperti ini hanya diselenggarakan setahun sekali, tapi kenapa kau terlihat murung begitu?"
Bukannya murung. Kalau murung dia pasti sudah hilang nafsu makan dan memilih pergi. Kalau begitu sia-sia saja dirinya meminjam kostum penyihir -yang Kun tertawai heboh, karena demi apapun Kun memberi ide untuk memakai kostum kelinci. Katanya kelinci lebih cocok untuknya, yang benar saja-. Tapi Doyoung masih mencari pemilik aura dingin tak mengenakkan yang selalu mengganggunya dari tadi.
Sial baginya karena pemilik aura dingin itu selalu terjadi saat ada sekelompok orang berkostum vampire mendekat, padahal yang berkostum demikian sangat banyak. Doyoung benar-benar tidak suka ini, tapi dia juga tidak suka melihat Kun khawatir.
"Aku tidak murung. Sudahlah, kita cari makanan saja," ajak Doyoung sambil menarik tangan Kun. Si empu hanya menatapnya bingung. "Tadi sudah kuberi wortel kan?"
PLAK.
"Ayo."
Kun yang meringis kesakitan ditarik paksa oleh Doyoung ke stand makanan lainnya, tapi kelihatannya Kun tidak mau menyerah begitu saja. Dia melancarkan neck slice ke leher Doyoung yang tentu saja dibalas lagi oleh Doyoung. Dan yang terjadi selanjutnya adalah perkelahian anak kecil oleh kedua orang dewasa dengan letak permasalahan yang tidak jelas. Beberapa anak kecil melihat mereka bingung dan antusias, orang tua mereka memberi nasehat mengenai itu sementara yang lain mencoba tak peduli.
Tapi keseruan mereka bertengkar harus berakhir saat Doyoung yang terdorong menabrak seseorang yang tengah memegang gelas wine. Red wine lebih tepatnya, dan itu menambah horor di mata Doyoung -yang baru sadar- karena jas putih itu ternodai dengan sangat banyak.
"Maaf!" pekik Doyoung panik. Kun di sampingnya membatu, matanya membola.
"Maaf, aku tak sengaja!" ulang Doyoung. "Tuan, biarkan aku mencuci jasnya!"
Pria itu menggelengkan kepalanya seraya menaruh gelas wine tadi. "Tidak apa, tidak usah," katanya yang ditampik Doyoung. Doyoung sudah kepalang merasa bersalah menjawab cepat. "Tidak bisa! Aku sudah menumpahkannya ke jas mahal Anda, jadi biarkan aku mencucinya! Aku takkan merusaknya, aku janji!"
Tangan Doyoung sudah akan menyentuh jas itu ketika tangan lain menahannya. Itu tangan Kun.
"Bukankah tuan tadi bilang tak apa? Kau tak perlu memikirkannya!" pekik Kun. Matanya lurus menatap mata pria tadi, bahkan dia gemetar. "Kita pergi saja!"
"Kau kenapa?" kata Doyoung sambil melepaskan tangan Kun dari lengannya. Kenapa pula tangan itu berkeringat? "Kun, serius. Ada apa denganmu?"
"Tidak apa-apa!" pekik Kun. "Sudahlah, lagipula jas itu bisa rusak bila dicuci sembarangan. Ayo kita pergi!"
Doyoung menyentak tangan Kun kasar. Alasan itu tak cukup membuatnya membatalkan niat untuk mencuci jas itu. "Maaf, tuan..."
"KIM DONGYOUNG!"
Doyoung tersentak. Inilah kali pertamanya mendengar Kun membentaknya sedemikian rupa, dia bahkan tahu sang sepupu sudah berdiri gemetar sambil menarik jubah penyihirnya. "Kita pergi, cepat..."
"Ada a..."
"KYAAAAAAAAAA!"
Teriakan itu berhasil membuat Doyoung menoleh cepat, dia sangat yakin itu suara ibunya. Sebelum dia bergerak, pria tadi menghalanginya.
"Terlambat," bisik Kun. Dia jatuh terduduk, tangan gemetarnya menutup telinganya sendiri. "Jangan terjadi, kumohon siapapun. Jangan ambil Doyoung juga..."
Doyoung kembali dilema, tapi dia berusaha pergi dari pria tadi yang memegang kedua tangannya erat. "Lepaskan aku!" teriak Doyoung. Jeritan ibunya kembali terdengar, tapi kali ini lebih lemah. "Lepas!"
"Tidak akan," balas pria itu. Suara itu terdengar sangat dominan, dan cukup memberitahu Doyoung bahwa dia harus patuh. Tapi dia mengabaikan itu dan kembali berontak. "LEPAS!"
"Jangan terjadi. Kenapa ini harus terjadi..."
Isakkan Kun terdengar dan membuat konsentrasi Doyoung pecah.
"Kau tidak akan bisa mengubah apapun Qian Kun, Kim Dongyoung milikku."
Mata auburn red pria itu dingin, tapi terdapat kelembutan saat netra itu memandang walnut brown Doyoung. "Tidurlah."
"PANGERAN JAEHYUN!"
Dan pekikan Kun mengiringi gelapnya pandangan Doyoung seketika.
.
.
.
TBC
Panda memang berencana untuk publish ulang beberapa FF, tapi sengaja beberapa di-edit biar lebih bagus XD Jadi ya pasti bakal lebih banyak dan beberapa diubah, dan tentu saja up-nya lebih lama. Ehe, maaf ya.
BINABASA MO ANG
Stay With Me (Edited)
FanfictionCover by ichinisan1-3 Sang iblis memang mendapatkan belahan hatinya dengan mudah, tapi apa dia sanggup membunuh buah hatinya demi sang belahan hati? Pilihan apa yang akan dipilihnya? Atau bahkan dia kehilangan 2 orang yang paling berharga baginya? N...
