Dingin.
Ya kamarku memang sangatlah dingin,seperti hatiku dan situasi rumah ku saat ini.
Brakkkk ... suara keras yang berbunyi nyaring hingga tembus kedalam ruang kamar tidurku membuatku meneteskan air mataku.
"Kamu tidak pernah bisa mengurus anak dengan benar !!".
"Aku itu sibuk dengan pekerjaanku,aku kerja juga buat anak kita !!".
"Tapi kamu itu seorang ibu Marlisa !! Kamu harus tau tempat kamu bekerja !!".
".........".
"Aku sepakat kita cerai.". Suara berat yang pelan membuat keadaan semakin hening dan membuatku sangat syok.
-------
Aku muak aku sangat muak dengan semua ini
Aku berjinjit diatas sebuah kursi yang sebelumnya terletak didepan meja rias dan sekarang berada didepan lemari pakaianku,kuambil sebuah tas ransel yang lumayan besar ukurannya diatas lemari ku.
Ku masukan beberapa pakaianku kedalam tas ransel tersebut. Kuambil hoodie hitam dan legging hitam yang ku gantung didalam lemari ,kukenakan juga masker beserta sneakers hitamku , kali ini aku benar benar kehilangan akal . Kejadian dulu mungkin akan terulang lagi namun pikiran ku saat ini sangat blank aku tidak berpikir panjang soal ini.
-----
"To...tol...tolongg".
"A...ak..akuu".
5 menit telah berlalu,dan tidak ada satupun orang yang melihat atau pun mendengar permohonan pertolongan gadis tersebut.
Hingga akhirnya...
"Bagaimana anda menemukannya?,jika telat sedikit saja dia sudah di pasti kan meninggal,dalam waktu 5 menit jantung dan paru parunya tidak berfungsi dengan baik seharusnya dia sudah tiada."ucap seseorang yang sepertinya sangat mengerti dengan topik pembicaraan.
"Betapa bodohnya gadis ini,ntah dok saya menemukannya di lautan kemaren saat saya sedang snorkling , saya pikir putri duyung haha".Ucap seorang laki laki di sebelah ku.
Perlahan kubuka mataku namun sangat kabur buram dan kepalaku sangatlah pusing dan kupejamkan kembali mataku.
Beberapa jam kemudian.
"Aww sakitt,kepalaku sakit banget".
"Oh nona anda sudah sadar? Perlahan nona kepala nona sedang terluka". ucap seorang suster
Ku pegang kepalaku , dan agh sial sangatlah perih . Akupun bertanya kepada dokter yang baru saja tiba.
"Dok mengapa saya bisa disini?".
"Oke pertama tama anda harus mengisi formulir ini dulu"
oh biodata.
"Oke Mba Maura,anda kemarin sore mengalami sebuah kecelakaan di lautan,yaitu anda tenggelam dalam waktu yang cukup lama dan mengalami trauma syok otak yang menyebabkan anda pingsan dalam beberapa waktu".
"Te..tenggelam dok?" . Tanyaku syok
"Iya mba Maura".
Oh Tuhan.
--------
Aku tidak perduli dengan apa yang telah terjadi dulu,aku muak dengan keadaan ku sekarang.
Kubuka jendela kamarku yang berada di lantai 2
Yang jaraknya sekitar 2 meter dari tanah.
"Aww".Aku melompat dari jendela kamarku dan lari menuju jalan besar.
"Taxi!!".
Bandara pun tujuanku satu satunya saat ini . Sekolah? Sudah berantakan semenjak peperangan dirumah .
Kubuka dairy dan gadgetku,aku pun searching tempat yang bagus untuk menjadi tempat pelarianku.
Pantai Busan pun terlintas dibenak ku.
Dan akhirnya Negara impian kpopers pun menjadi tujuan ku yaitu Korea
Aku pun menuju bandara dengan selakadarnya hanya bermodal tas gadget pasport dan yah dompet , setelah membeli tiket dan menunggu untuk waktu yang lama aku pun tiba pada waktu penerbangan , aku pun menggunakan earphone ku saat berjalan menuju pesawat yah masih mengingat kejadian kejadian dirumah .
-------
"Permisi mba,kursi saya didekat jendela".
Suara itu...?
Aku pun sempat terdiam membelakangi orang tersebut dengan memandang ke jalur pesawat terbang.Dan mengingat ingat suara tersebut seperti suara seseorang yang pernah berbicara denganku?atau didekatku? Ah ntahlah
"Oh iya,maaf mas".
Aku pun berdiri untuk menukar posisi duduk dari diujung dekat kaca ke kursi tengah.
Dan Brukkk...
Situasi dimana aku sangat tidak mengharapkannya,yak benar sekali kami seperti orang pelukan.Bagaimana bisa? Pesawatnya tiba tiba goyang padahal belum terbang.
"Ah maaf maaf sorry ga sengaja".
"Oh iya gapapa mba,santai aja pesawatnya aja tuh ga pekaan".
"Haha mas bisa aja,ohiya saya Maura".
"Saya Davin,ngga usah ngomong formal santai aja"
"Oh oke".
Kami pun selama di pesawat berbicara banyak hal,baik lucu seru dan asik Itulah deskripsi yang tepat untuk davin saat ini. Mungkin beberapa saat aku sangat bersyukur bisa mengenal davin walau hanya di pesawat dan hingga pada akhirnya kami berpisah di bandara.
Tak sempat bertukar kontak sosmed yang membuatku sangat menyesal bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan seperti itu.
Bayang bayang sosok davin masih menghiasi benak ku selama perjalanan ku menuju Busan,Tinggi mancung sedikit berotot dan mata yang bulat.
kebetulan lokasi resort ini sangat dekat dengan pantai di Busan.
Setelah tiba di resort aku pun langsung mencari sebuah benda yang sangat nyaman yang bernama KASUR -iya kasur.
Tubuhku langsung kurebahkan dikasur dan aku pun terlelap untuk sesaat , bayangkan saja aku telah kabur dari rumah dan melakukan perjalanan yang sangat panjang tanpa istirahat apalagi di pesawat aku bertemu orang yang sangat spesial.
Zzzzz...
Dreett... Drettt...Dreett
Duh berisik.
Ponselku dimeja terus saja bergetar hingga saat ini. Ku cek ponselku dan yah seperti biasa Mama.
Masih peduli juga dia terhadap diriku but i dont care mom im not there , im here.
-------
Hembusan anginnya membuatku terpana,ingin rasanya membawa kasur dari resort dan tidur disini sepanjang malam. Aku pun duduk di pasir pantai dengan rambut terurai yang terkibas angin laut, kupejamkan mataku untuk beberapa saat dannn Jeprett... Kilauan putih silau membuat mataku pusing dan asal kilauan putih itu dari seseorang yang sangat aku harapkan kehadirannya Davin..
Aku reflek langsung berdiri dan menatapnya,Davin pun perlahan mendatangi ku dengan senyumannya yang masya allah manis bet.
"Hai nona gingsul".
Hehe davin manggil aku nona gingsul karna gigi aku yang gingsul.
"Hai,kok kamu disini sih?"
"Seharusnya aku yang nanya gitu kekamu Maura"
"Emm,kalo aku cuma liburan gitu vin. Kalo kamu?".
"Aku ada project di Busan"
"Project? Fotografer?"
"Yah begitulah"
Aku pun duduk dan davin berada tepat disampingku,dapat kurasakan tubuhnya yang hangat dan aroma parfum nya yang elegan
Entah mengapa jantungku ini seperti maraton
Dagdigdug...dagdigdug....
Setelah berbincang hangat berdua bersama davin di pesisir pantai,
Sekarang davin memandang ku dengan tatapan nya yang semua cewe inginkan , entah hanya perasaan ku atau emang iya kalo wajah nya semakin mendekat? Semakinnn... Dan
Dia mengecup bibirku
Dan kami pun menghabiskan malam bersama.
*- Pelarian , karena pelarian aku dapat bertemu takdir cintaku -*
-xa.
YOU ARE READING
My Trip
Short StoryEscape, sesuatu yang dikatakan orang mudah-terlalu mudah. Escape dari masalah adalah cerminan diriku. Namun,dari escape lah kita dapat melihat indahnya dunia ini... luasnya bentang alam ini... dan sempitnya sebuah pertemuan.
