Dia adalah seorang dari keturunan bumi dan langit, dimana ibunya berlambangkan bunga mawar dan ayahnya berlambangkan sepasang sayap yang kokoh. Menjadikan dia memiliki kekuatan yang langka, dan terdapat dua lambang di punggungnya yaitu sepasang saya...
Vote dulu ya! Baru baca! Typo bertebaran! Happy reading....
Hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah setelah melewati masa ospek pada hari yang lalu, begitu juga dengan para sahabatku yang sama sepertiku. Mengapa aku bilang sama sepertiku? Ya, karena kami bukan manusia. Apa kalian kaget?
Kami bukan dari golongan manusia, memang sekarang wujud kita adalah sebagai manusia, tapi kami bisa berubah menjadi sesuatu yang mungkin tidak masuk akal bagi kalian. Aku bingung mau menyebut nama apa untuk golongan kami, karena diantara kami semua jika sudah berubah akan mempunyai wujudnya masing-masing. Ada yang berubah menjadi angel, mermaid ataupun yanh lainnya. Di antara sahabatku, salah satunya adalah seorang mermaid, dan yang lainnya adalah angel. Tapi dua diantara kami dari bumi, yaitu si mermaid dan seorang dewi air.
Aku sendiri termasuk golongan angel, tapi aku berbeda. Ibuku adalah seorang angel yang berasal dari bumi, sedangkan ayahku adalah angel yang berasal dari langit. Tentu mereka mempunyai simbol yang berbeda di tubuh mereka. Karena setiap angel mempunyai simbol yang berbeda, simbol tersebut terletak di bagian tengkuk bagi lelaki dan punggung bagi wanita. Dan aku mempunyai simbol perpaduan antara simbol ayah dan ibuku, yaitu sepasang sayap dan sehelai bunga mawar yang berwarna merah.
Oh ya, perkenalkan namaku Aira Erythrina. Aku adalah seorang pengendali angin, di mana yang mempunyai kelebihan itu masih sangat jarang diantara sebangsa kami. Kami semua (golongan angel dan mermaid) mempunyai kemampuan dasar yang sama, dengan kelebihan yang berbeda. Kami dilahirkan dengan kelebihan masing-masing.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Aku terlahir dari buah cinta Ayahku dan ibuku, Orazio Maximus dan Raina Giustina Gonzalo. Ayahku termasuk dalam ketiga dari sepuluh petinggi yang ada di atas awan. Maka dari itu, ayah berani mencintai seorang dewi yang ada di bumi, jika bukan termasuk sepuluh petinggi tentu itu adalah hal yang sulit, karena kasta kami berbeda.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ibuku seorang Dewi Mawar, dia juga seorang Ratu Serigala, serigala tak kasat mata tentunya. Serigala tersebut hanya seperti sebuah bayangan yang akan selalu menjaga, melindungi, dan mengikuti kita para pemiliknya.
Aku bertemu dengan tiga sahabatku saat masa percobaan kami dulu di salah satu SMA ternama. Knightia Verdiana Kolymbos (Diana) seorang putri duyung, Flava Praedicta (Flava) seorang Dewi Kupu-kupu yang berwarna emas, dan Latimeria Lacustris (Meria) seorang Dewi Air.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Pasti kalian bertanya-tanya, percobaan apakah gerangan yang kumaksud?
Percobaan tersebut adalah sebuah tugas dari para petinggi untuk membalas orang yang berbuat jahat, dan melindungi mereka yang berbuat baik, yang dimaksud di sini adalah para manusia.
Kami dulu selalu dielu-elukan di sekolah SMA tersebut, secara kami berempat pintar dan wajah kami sangat menawan bak seorang dewi, memang kami kan seorang dewi 😏. Tidak hanya pintar dan cantik, kami juga mahir disegala bidang, entah itu akademik maupun nonakademik. Tapi, tentunya kami tidak memperlihatkan semua kemahiran kami. Kami hanya ingin sewajarnya saja, tapi tetap saja tidak wajar dimata mereka. Kami menjadi primadona sekolah, sebenarnya itu menguntungkan bagi kami, karena itu akan memudahkan kita untuk mendapatkan mangsa, hahahaha... Yup! Mangsa, seorang yang suka membunuh hati wanita atau biasa kita sebut A Ladykiller. Kami akan membalas semua perbuatan kejam mereka dengan cara yang sama, tapi sedikit berbeda tentunya.
Setelah masa percobaan di SMA, kami kembali ke sekolah kami, sekolah yang sebenarnya. Sekolah para dewa dan dewi muda. Hanya ada satu sekolah sebenarnya, sekolah tersebut terletak diantara batas langit dan bumi. Jadi semua dewa dan dewi muda dari langit maupun dari bumi akan berkumpul di sekolah tersebut untuk mendapat pendidikan sesuai jurusan yang kami ambil, jurusan "Pelindung" atau "Pembalas". Dan aku mengambil jurusan "Pembalas". Walaupun aku dan para sahabatku mengambil jurusan yang sama, tapi kami berbeda kelas, karena hanya ada dua jurusan tersebut dan kami terdiri dari banyak.
Mereka biasa menyebut jurusan "Pelindung" sebagai para Angel, sedangkan kami jurusan "Pembalasan" sebagai Devil. Huh, itu tidak adil bukan? Padahal kami semua juga sama-sama seorang Angel. Mungkin karena kami membalas perbuatan jahat seseorang dengan perbuatan jahat pula, makanya mereka menyebut kami para iblis. Tapi aku suka dengan sebutan itu. Entahlah, aku rasa sebutan itu terdengar horor dan kejam. Aku menyukainya.
Haaaiii!!!! Aku coba buat cerita beda genre nih, semoga kalian suka yaaa!! Sebenernya agak susah menurutku karena ini pengalaman pertama aku nih dalam mengimajinasikan sesuatu yang tidak masuk akal di dunia yang nyata ini. BTW, aku perlu tau nih gimana respon kalian dengan cerita baruku ini? So, jangan lupa vote dan komennya ya! Aku tunggu loh.