Prolog

8 1 0
                                        

Angin bertiup kencang. Awan sedikit menggelap. Menandakan sebentar lagi hujan akan turun.

"Cuaca nya buruk Ray"

"Aku tau. Apa kita tunda saja liburannya Clay?" Tanya seorang pria paruh baya bernama Ray kepada seorang wanita paruh baya bernama Clay yang sedang menggandeng tangannya.

Mereka berdua sedang berada disebuah dermaga kapal pesiar yang berukuran sedang, milik mereka. Keberadaan mereka disana untuk berlibur bersama anak semata wayangnya bernama Ren, dengan menggunakan kapal pesiar itu.

"Liburan ditunda? Ayolah ayah. Jangan seperti ini. Aku sangat ingin liburan hari ini juga~"

Tiba-tiba seorang gadis berdiri ditengah-tengah mereka, merengek kepada Ray seraya melepaskan secara paksa gandengan Clay kepada Ray. Gadis itu adalah Ren. Anak dari Ray dan Clay yang sudah menginjak umur 15 tahun.

Clay dan Ray saling menatap dengan satu alis yang dinaikkan ke atas. Beberapa lama kemudian Clay mengangguk diikuti helaan napas dari Ray.

"Yeheeeyyy!!" Sorak Ren gembira lalu menciumi pipi kedua orang tuanya.

"Kalian adalah yang terbaik" ujar Ren lalu berlari-lari kecil memasuki kapal pesiar.

"Lihatlah Clay. Anakmu tak berubah sama sekali. Masih saja suka merengek minta ini dan itu. Padahalkan umurnya sudah cukup dewasa untuk meminta sesuatu dengan cara yang dewasa pula tanpa harus merengek seperti tadi" oceh Ray panjang lebar sementar Clay hanya terkekeh.

"Hey jangan lupa dengan dirimu yang sudah berumur 38 tahun tapi masih bersikap seperti Ren. Bahkan tak jarang kau bersikap seperti big baby." Balas Clay geleng-geleng kepala.

Ray mendengus ketika mendengar balasan dari istrinya sendiri yang seperti sedang meledeknya dan lebih memilih berpihak pada Ren dari pada dengannya.

"Apa itu salah? Aku kan suami mu" Rengut Ray lalu pergi meninggalkan istrinya dengan wajah cemberut.

Clay kembali terkekeh.

"Ayah dan anak sama saja" lirih Clay dengan wajah bahagia lalu berjalan menyusul suami dan anaknya yang sudah berada didalam kapal persiar.

.
.
.
.
.
.
.

Ditengah perjalanan kapal pesiar milik keluarga Ren menuju kota Altayr yang berada diseberang kotanya yang bernama Renzey, hujan turun dengan lebatnya. Didalam kapal pesiar itu hanya terdapat empat manusia saja yaitu Ren, Ray, Clay dan si pengemudi kapal itu yang bernama Weyr.

Weyr sendiri sudah bekerja pada keluarga Ren sejak setahun belakangan ini sebagai pengawal. Dan kali ini kebetulan weyr memiliki kemampuan untuk membawa kapal, jadi dia dimintai untuk membawa kapal tersebut oleh Ray.

Sekarang Weyr sedang kesulitan mengendalikan kapal dikarenakan ombak yang semakin mengganas. Tapi sebisa mungkin ia kendalikan kapal tersebut.

"Weyr apakah ada masalah?" Tanya Ray cemas menyadari raut kesulitan dari Weyr.

"Sebenarnya aku tak tau sampai kapan kapal ini akan bertahan, tapi aku harap kalian bersiap. Kamungkinan besar akan ada ombak besar yang menerjang kapal kita." Jawab Weyr. Keringat dingin bercucuran diwajahnya.

"Huh? Bersiap seper-"

"AYAAAHHHHH!!!" Ucapan Ray tiba-tiba terhenti ketika mendengar putrinya berteriak kencang menghadap jendela kapal.

Clay, Ray dan Weyr ikut menatap keluar. Tiba-tiba saja ombak besar datang bersiap menghantam kapal pesiar mereka.

"Semuanya selamatkan diri kalian!!" Teriak Weyr panik. Semua orang disana ikut panik.

Ray dan Weyr berlari ke arah Clay dan Ren.

"Amankan Ren, Weyr!!" Teriak Ray.

Weyr mengangguk menarik Ren agar lebih dekat dengannya dan bersiap untuk melompat keluar kapal jika sewaktu-waktu ombak besar itu menerjang. Tiba-tiba saja Ren memeluk Weyr erat. Weyr terkejut. Tangannya memegang kedua bahu Ren yang gemetaran karena takut.

"Aku takut" lirih Ren.

"Percaya padaku Ren, aku akan melindungimu...."

Buaarr!!

Ombak besar itu menghantam kapal pesiar mereka sebelum Weyr menyelesaikan kalimatnya. Ketika itu pula, Weyr dan Ray tak tinggal diam. Mereka sudah siap.

Ray menarik istrinya keluar dari kapal pesiar yang sudah setengah tenggelam itu.  Begitu pula dengan Weyr yang menarik Ren. Tapi sebelum mereka sampai ke permukaan Ren sudah tak sadarkan diri. Ia sudah banyak meminum air dan kehabisan napas. Namun Weyr belum menyadari hal itu.
.
.
.
.
.
.
.
.

Yuhuuuu!! Allo guys! Welcome to my first fantasy story. Aduh degdegan banget pas nulis prolog nya. Hehehe... soalnya ini kali pertama aku nulis cerita bergenre Fantasy.

Semoga kalian senang membaca cerita ini!!

The prince of the pastStories to obsess over. Discover now