Sudah 30 hari sejak kematian seorang ketua Osis, pangeran sekolah yang bernama Eunwoo. Untuk pertama kalinya, para murid membuat peringatan tentang hari kematian sang Osis kesayangan.
Tetapi setiap ada hari peringatan, hanya Sejeong yang tidak masuk sekolah.
Sejeong akan mampir ke makamnya, tempat peristirahatan terakhir Eunwoo. Ia akan selalu datang kesana jika ada waktu.
Baginya, ini salahnya ia sendiri. Seharusnya ia tidak memperbolehkan Eunwoo pergi disaat hujan angin. Dia sangat merasa bersalah.
Sejeong berubah 180 derajat sejak kehilangan kekasihnya itu.
Ia kehilangan nafsu makan, muka cantiknya terlihat pucat, nilai-nilai ulangannya, latihan, tugas menurun.
Seharusnya dia kuat dan tabah seperti saat ia ditinggalkan Ayahnya waktu SMP. Tapi hatinya berkata lain.
" eh, ada yang liat Sejeong? Tuh anak ilang mulu " ucap Wendy, teman dekat Sejeong.
" dia ke makamnya kak Eunwoo hari ini, bareng kak Doyoung " jawab Jeno, Adik kelas favorit Doyoung.
Untuk pertama kalinya, Sejeong pergi berdua dengan teman sekelasnya. Biasanya dia akan pergi sendiri.
Tapi ada sesuatu yang membuat Sejeong memperbolehkan Doyoung ikut bersamanya.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Kim Sejeong
" young, pernah punya pengalaman sedih gak?"
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Kim Doyoung
" yah ada atuh cantik. Ngeliat kamu belom bisa move on sama yang udah diatas sana "