1

6 2 1
                                        

'aku ingin melihatmu.'
"tidak sudi. menjauh sana."
'aku ingin menyentuhmu.'
"menjijikan. enyah sana."
'aku butuh untuk melihatnya lagi.'
'aku butuh melihat senyummu lagi atau aku akan mati.'
"kau bercanda ya?"
"kau yang membunuhku, kenapa aku harus menyelamatkanmu?"
'maaf.'
"kaupikir semudah itu?"
'maaf, aku benar benar minta maaf. kumohon kembali.'
"kau naif sekali tuan." "kita berdua tau aku tak bisa kembali."
'tapi aku membutuhkanmu.'
"dan aku tidak."

"tuan waktu anda habis, nona harus segera kembali. mari nona, akan saya antar menuju kamar anda."
"tidak bisakah aku mendapat lebih banyak waktu?"
"silahkan kembali es-"
"jangan kembali."
"eh tapi nona, tuan ini kan tun-"
"tidak, aku tidak mau bertemu dengannya lagi." "karna ini menyakitkan, aku tidak lagi bisa membedakan kenyataan. aku tidak lagi mengetahui mana kenyataan mana yang ilusi. semuanya tampak sama dimataku."
"tapi nona, saat ini anda sedang bicara normal. yang artinya saat ini adalah kenyataan nona."
"kau harus berhenti tahu."
"apa yang nona maksud?"
"itu. menyeringai selebar itu, sedangkan tanganmu sedang memegang pisau di belakang punggungku." "juga, berhenti menatap tunanganku seolah makanan. enyah kau bajing."
"wah nona ini tidak seru sekali sih. saya kan hanya menatapnya bukan benar-benar memakannya."
"aku akan mengulitimu kalau kau sampai memakannya."
"nona yakin hanya akan menguliti saya?"
"well aku sedang berpikir untuk mengukusmu hidup-hidup saja. kau terlalu banyak bicara."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 09, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

...sycho?Where stories live. Discover now