"kak yoyooo!" suara ceria elsa dari seberang sana otomatis mencetak senyum di bibir gue.
seketika, rasanya semua beban di pundak gue luruh. nggak ada yang bersisa. cukup dengan mendengar dia memanggil nama gue dengan nada riang khasnya dan cengiran manisnya.
"kamu kok on skype? ini udah malem elsa, besok kamu un," gue sok-sok mengingatkan, padahal dalam hati senang setengah mati karena beberapa hari ini gue dan elsa nggak bisa komunikasi sebab dia lagi sibuk-sibuknya belajar untuk ujian nasional.
gue tahu seberapa sibuknya dia, jadi gue dengan tahu diri menutup segala jalur komunikasi. bukannya apa-apa, gue cuma nggak mau belajar dia terganggu karena pop up line atau notifikasi yang menandakan kalau gue on skype.
selain itu, perbedaan waktu 12 jam juga jadi pertimbangan gue atau pun dia buat saling menghubungi. di london pagi, di sana hampir tengah malem. di indonesia siang, di sini malem. ketika gue sudah lelah dengan segala materi kuliah dari pagi, elsa baru berangkat ke sekolah. saat elsa hendak memejamkan mata, gue baru siap-siap untuk ke kampus dan cari sarapan.
"kak yoyo ih kok kurusan sihhhh di sana pasti makan mi terus yaaaaa??" seperti biasa, elsa dengan kebiasaannya memanjangkan kata.
gue senyum lihat seberapa perhatiannya dia. bahkan kakak gue aja nggak menyadari kalau berat badan gue turun beberapa kilo karena tugas kuliah yang mati-matian gilanya.
"enggak lah, kalo makan mi terus nanti aku mati," kata gue.
"ihhhh aku seriusss!" elsa mulai memasang ekspresi cemberutnya—yang mana amat menggemaskan buat gue. oke, katakanlah gue bucin, tapi itu memang benar adanya. "kak kamu tuh coba dong sesekali masak, kamu kan pinter masak masa gak pernah masak sama sekali? percuma dong kemampuannya disia-siain gitu aja."
"elsa sayang, aku gak punya cukup waktu buat sering-sering masak. aku lagian gak makan mi terus kok," gue mencoba memberi pengertian pada elsa, si bocah kelas 2 sma yang entah kenapa bisa buat gue jatuh sejatuh-jatuhnya pada sosoknya.
"oke ... oh iya, aku mau cerita deh, kak," kata elsa. gue pun mulai mengatur posisi duduk, lalu memasang ekspresi seserius mungkin untuk mendengarkan ceritanya.
tanpa disangka, tawa elsa menggema. lah, kenapa ini anak?
"kak, astaga hahhahahaha muka kamu lucu banget sih!"
oke, gelsa sherinda, oke.
"apanya yang lucu sih emang mukaku mirip sule??"
elsa tertawa lagi. kayaknya gara-gara pacaran sama gue, humor dia jadi jeblos ke inti bumi.
"oke, oke, serius," elsa berusaha menghentikan tawanya. "tadi, ada anak baru di kelas aku. namanya adriel. ganteng ih sumpah coba kalo aku gak inget kak yoyo udah aku gebet deh."
YOU ARE READING
usai di sini | ✔️
Fanfiction➡️ ft. song yunhyeong • lowercase intended. • written in bahasa.
