CT - 1

105 4 12
                                        

Matahari mulai menyinari bumi dengan cahayanya yang terang. Nava duduk santai di tepi bangunan yang sudah terbengkalai. Nava memandang pemandangan di depannya dengan tatapan kosong. Sesekali dia menghisap putung rokok di tangan kanannya dan mengeluarkan asap kelabu dari mulutnya.

Angin berhembus pelan. Membuat beberapa helai rambut Nava berterbangan. Dari lantai 3 bangunan itu, terlihat ada seseorang menghampiri bangunan yang menjadi tempat Nava saat ini.

Nava memicingkan matanya, agar melihat jelas wajah cowok yang sedang mendekati bangunan. Merasa ketenangannya di ganggu, Nava langsung berteriak.

"Oii!" Teriakkan Nava membuat cowok yang berada di bawah langsung mengadahkan kepalanya. Dan Nava bisa melihat jelas wajah cowok itu.

Tatapan Nava memperlihatkan jika ia tidak suka akan keberadaan cowok itu. Cowo itu hanya memandangnya sebentar, dan melanjutkan langkahnya untuk memasuki bangunan itu.

"Ck!" Nava hanya mengayunkan kakinya di udara, menunggu cowok tadi menghampirinya.

"Hemm..." dehaman dari arah belakang membuat Nava langsung menoleh ke arah belakang. Nava hanya memerhatikannya sekilas, dan kembali menghadap depan.

Cowok itu langsung duduk di sebelah Nava tanpa ada yang menyuruhnya.

"bolos juga?" Cowok itu mulai membuka suara, tanpa memandang ke arah Nava.

"Iya" jawab Nava singkat. Nava kembali menghisap putung rokoknya, dan menghembuskan asap abu dari mulutnya.

Nava menjulurkan bungkus rokok yang tadi di pangkuannya. Cowok itu pun menerima tawaran Nava dengan senang hati.

Mereka pun hanya diam tanpa membuka suara. Melihat pemandangan kota dari atas bangunan.

"Ngapain?" Tanya Nava dingin. Cowok itu menengok ke Nava sekilas lalu kembali menghadap depan.

"Ngapain apa?" Tanya cowok itu. Mereka masih setia dengan rokok di tangan kanannya.

"Disini" ucap Nava masih dengan nada dingin. Cowo itu hanya tersenyum miring.

"Hmm? Hahaha...ok ok, tadi gw liat ada orang di atas sini, yaudah sekalian aja gw samperin. Tapi kalo lu merasa terganggu gapapa, gw bisa pergi dari sini" cowo itu bangkit dan menyampirkan tasnya di bahu kanannya.

"Nama gw Zetta dari SMA Semesta, salam kenal. Sampai bertemu besok" Zetta menginjak putung rokok yang masih setengah, dan pergi dari tempat itu. Nava hanya memerhatikan Zetta dari atas, setelah melihat cowo itu menjauhi tempat itu.

"Aneh" gumamnya.

-💫-

Berjam-jam Nava di bangunan tersebut. Tak ada niatan untuk pulang, ataupun ketempat lain. Pemandangan kota bagaikan obat penenang baginya. Dua putung rokok sudah habis di hisapnya.

Nava melirik ke arah jam di tangan kirinya. Jam digital itu menunjukkan angka 12.05. Waktu pulang masih harus menunggu 1 setengah jam lagi.

Nava menjepit rambutnya dengan jepitan agar tak berterbangan, dan membuat rambutnya berantakan. Nava mengeluarkan ponsel dari tasnya, melihat ada notif apa saja yang ia diamkan sejak tadi.

Ternyata hanya notif-notif tidak penting. Nava kembali merogoh tasnya dan mengambil Headphone dari dalam tasnya.

Nava menancapkan kabelnya pada ponsel, dan mendengarkan lagu. Sesekali ia bersenandung mengikuti irama lagu dari ponselnya. Nava memejamkan mata, merasakan angin yang membelai lembut kulit wajahnya, menghayati setiap nada yang di dengar, dan seketika ujung bibirnya terangkat ke atas. Menunjukkan senyuman yang jarang ia perlihatkan.

Couple TroublemakerStories to obsess over. Discover now