Pertemuan

4 0 0
                                        

       'Hai teman-teman nama saya Aqila Anisa Agustina Pradita, saya pindahan dari Yogyakarta, salam kenal' senyum manis yang tertekuk pada wajah Qila,
'yasudah kamu duduk sebelah Bagas di belakang sana' kata pak Andi guru Matematika sekaligus walikelas 10 IPA 2
       Qila berjalan menuju tempat duduk yang diberitahukan pada pak andi. Qila hanya diam selama pelajaran berlangsung karena qila merupakan orang yang pemalu, Nando pun hanya diam terkadang tidur hingga di tegur oleh pak andi.
Ya nama nya Aqila Anisa Agustina Pradita, anak dari seorang pengusaha yang bernama Alfons Anton Pradita, Aqila lahir di keluarga yang bisa dibilang berlebih dan Aqila lahir pada seorang wanita yang entah sekarang berada dimana dan masih hidup atau tidak.
       Aqila tumbuh menjadi anak yang selalu ceria walau beban atau kerinduan pada ibu nya sangat amat ia rindukan, tapi aqila memegang prinsip cukup ia yang merasakan ini tidak perlu ada yang tau kesedihan nya.
       Bel istirahatpun berbunyi, Anggi 'hai qila gue anggi', 'eh iyaaa aqila' kata aqila menjawab dengan senyum, 'haiiiiii aqilaaaaaaaa nama gua Nanditaaaa salam kenal ya hihihi' dengan suara cempreng dan dengan wajah yang cengar cengir, 'itu suara apa toa' bagas main nyambung-nyambung saja, 'apaan si gas urusan gue lagi juga mulut-mulut gue kenapa lo yang ribet si' kata nandita karena kesal dengan sikap nando, nando hanya menatap dingin kepada nandita langsung menatap handphone yang sedang ia pegang.
       'udah-udah pusing tau ga, congor lu kecilin dikit kenapa si dit' anggi yang sedari tadi pusing mendengar dita dan bagas 'udah mendingan kita ke kantin gue udah laper, ikut yuk qil' , 'ohya boleh deh' kata qila, lalu mereka bertiga berjalan ke kantin, walau mereka baru kenal tetapi qila sudah akrab dengan mereka karena anggita dan nandita termasuk orang yang asik
       Pada saat mereka sedang duduk qila menanyakan tentang bagas karena qila merasa bagas hanya tidur saja kerjaan nya selama pelajaran 'dit, nggi kok bagas selama pelajaran tidur terus yah' , nandita dengan suara nya yang cetar menyahut pertanyaan qila 'emang dia mah begitu tau qil maka nya udah ga heran kalau dia sering di tegor, cakep si tapi beloon banget tapi heran nya ada aja yang suka sama dia heran deh' dengan suara nya yang cempreng seisi kantin langsung menengok pada nandita dengan santai nya nandita bodoamat sambil menguyah somay yang ada di mulut nya, 'dit lu klo ngomong bisa pelanan dikit ga, malu gua punya temen kek lu suara ga bisa kecil banget si heran' aqila hanya melihat perlakuan temen nya sembari menggelengkan kepala karena merasa heran dengan mereka berdua, 'qil, kapan-kapan main bareng sama kita yah mau ga?' , 'boleh-boleh nggi' sahut qila.
       Tak lama suara bel masukpun berbunyi, aqila cepat-cepat bergegas karena ia sangat kebelet ingin buang air kecil 'nggi, dit kalian duluan yah, gue kebelet nih', 'yaudah tau kan toilet nya dimana?' sahut anggi, 'tau kok nggi bye' , qila langsung berlari pada dan tidak sengaja ia menabrak seorang cowok yang sedang memegang jus dan tidak dengan sengaja qila menabraknya hingga baju yang dikenakan cowok tersebut basah



Hai guys disini aku masih belajar buat nulis nulis cerita kalian boleh berpendapat kalau memang ada yang salah dan kurang menarik yah😌selamat membaca

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 23, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kehilangan Bukan KemauankuStories to obsess over. Discover now