Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

3.Mencoba

92 35 14
                                        

Kayla

Disinilah gue, didalam kelas 10-G, dimana gue sekelas sama orang yang gue suka. Ingin sekali, gue duduk dengan dia. Tapi, rasa takut dan gugup menghantui gue.

Melihat tatapnya saja udah dingin banget, apalagi nanti pas gue duduk bersebalahan dengan dia.

"KAYLA!!" panggil seseorang dari belakang

"GABY?!"

Ya, Gaby Bianca Putri. Cewe cantik, kurus, kecil, ramah, pinter ini dulunya pernah sd dan smp bareng sama gue. Pas smp, kita sempet mulai deket. Tapi, mulai kesini kita udah jarang lagi deket.

"Apa kabar Kay?"

"Gue baik. Lo gimana?"

"Selalu baik dong hehehe.."

"Eh Gab, duduk bareng sama gue yuk!"

"Ayo ayo aja gue mah."

Gue dan Gaby langsung mengambil tempat duduk ditengah baris kedua. Dan tepat diserong depan kiri gue adalah Zeffa.

Tapi, gue berusaha untuk tetap tenang dan tidak salting(salah tingkah).

Tak lama kemudian...

"Pagi anak-anak. Perkenalkan saya wali kelas kalian. Panggil saya Bu.Ina, dan saya juga akan mengajar kalian pelajaran Bahasa Indonesia." jelas Bu.Ina sampai detail.

"Nah, sekarang saya kasih waktu untuk kalian beristirahat dan saya memperbolehkan kalian mengelilingi sekolah ini. Tapi, tidak ada yang saya izinkan untuk keluar sekolah. Mengerti semua??"

"MENGERTI BU!!" jawab kami serempak.

Setelah penjelasan Bu.Ina, anak-ank kelas 10-G langsung keluar dari kelas, dan menyisakan gue dan Zeffa.

Gue melihat dia sedang asik bermain handphone. Sedangkan gue, hanya melihat pemandangan indah didepan serong kiri gue.

"Kenapa liat-liat?" tanya Zeffa tiba-tiba

SKAKMAT! Gue tercyduk sama dia. Dan gue langsung pura-pura lihat ke arah jendela.

"Jawab kali. Gue lagi ngomong."

"Ehmm.. itu.. engg.. engga, gue ga liatin lo. Geer amat sih."

"Gue liat sendiri."

Oke, sekarang pipi gue mulai merah. Dan tiba-tiba, keringat gue keluar dengan perasaan gue yang kedinginan. Panas dingin lah ya.

Karena, gue sudah tidak kuat dengan suasana ini, gue memutuskan untuk menemui Gitta.

"Mau kemana?"

"Ehmm... mau.. mau ke Gitta ."

"Gue ikut."

"Mau ngapain??"

"Mau nyari temen."

"Lo mau ke kelas 10-C?"

"Iya."

Lagi dan lagi, gue dibuat deg-degan sama cowok satu ini.

Gue dan Zeffa pun berjalan keluar kelas berbarengan. Diam-diam gue melirik ke arah Zeffa, tapi pandangan dia tetap kedepan. Rahangnya yang mengeras semakin membuat sempurna pada sosok cowok satu ini.

***

Gitta

"Don, abis ini lo mau kemana?" tanya gue kepada Dona

"Ehm... gatau deh. Ikut-ikut aja paling."

"Gue pengen pulang tau sekarang."

 TIMEStories to obsess over. Discover now