02.

3 1 0
                                        

Hari ini begitu melelahkan.
Riyand mengajakku makan malam di cafe bernuansa belanda.
Sahabatku juga mengajakku beli ini dan itu.

Aku adalah anak paling beruntung di dunia ini!

" ibu, aku pulang!! " seruku dari depan pintu.

Hening, tak ada jawaban.
Ada apa disini?
Aku membuka pintu, tapi terkunci.

Oh tuhan..
Apa aku pulang terlalu malam?
Aku melirik jam tangan yang kupakai di tangan kananku.

'23.54'

Aku menelan salivaku.
Huhhh.. Apa yang telah aku lakukan?

Aku hanya bisa duduk di tangga dan berjalan jalan di halaman depan. Tak ada yang membukakan pintu untukku malam itu.

" ibu, tolong buka pintunya. Aku minta maaf." ucapku lirih menahan tangis

" anakku sayang... " sahut seseorang dari balkon rumah.

Aku melihat ke atas, ibu menatapku tajam sambil membawa pisau dapur.

" ibu... Tolong maafkan gadis kesayanganmu ini ."

aku menangis tersedu sedu sambil menutup wajahku.
Rasa bersalah telah menghantuiku.

Kudengar, langkah kaki ibu menuju pintu. Aku siap menerima hukuman apapun darinya. Jika itu memang pantas untukku.

....

Terror-Stories to obsess over. Discover now