13 tahun berlalu.
Maria sudah menjadi gadis dewasa yang telah lulus dengan nilai terbaik disebuah universitas terbaik. Ia mulai memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Melangkah masuk kesebuah perusahaan terkemuka di negeri ini membuatnya sangat senang. Perusahaan yang juga sudah memiliki cabang dimana-mana dan berpusat di London itu sudah memperkerjakan dirinya selama kurang lebih 6 bulan ini sebagai karyawan magang. Jika hasil penilaian kerjanya bagus, maka dia akan di angkat sebagai karyawan tetap di sana.
Sore ini ia pulang dengan seorang pria. Mark Edison. Kekasih baru Maria yang memiliki pesona yang luar biasa. Hampir semua gadis menyukainya. Tampan, berkarisma dan punya segalanya. Mereka telah berada dalam satu mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
"Apakah kau punya rencana malam ini?" tanya Mark lembut.
"Tidak ada." jawabnya sambil menggelengkan kepala.
"Bagus." gumam pria itu senang. Ada sedikit harapan untuknya setelah mendengar jawaban dari wanita pujaannya itu.
"Kenapa?" tanya Maria bingung.
"Aku ingin mengajakmu ke apartemenku. Kau meninggalkan bajumu disana. Dan aku sudah mengirimnya ke binatu. Mungkin malam ini sudah selesai mereka kerjakan." jawab Mark santai.
"Maafkan aku, Mark. Tapi aku tidak memiliki rencana untuk menginap malam ini." ujarnya membuat pria itu kecewa.
Mark mencoba untuk tetap sabar. Menghadapi wanita itu memang harus ekstra sabar.
"Dan aku menyesal sudah merepotkanmu malam itu." ucapnya dengan wajah penuh penyesalan.
"Kau ini bicara apa? Aku sama sekali tidak merasa direpotkan olehmu. Kau kan kekasihku." kata Mark sambil terkekeh.
"Maaf Mark tapi untuk hubungan yang lebih jauh, sepertinya aku masih sedikit kesulitan." kata Maria perlahan.
"Kita sudah berpacaran selama satu tahun. Apakah itu masih belum bisa membuatmu tidak meragukan hubungan kita ini?" tanya Mark mencoba untuk tetap bertahan.
"Maafkan aku Mark." ujar Maria dengan kepala tertunduk.
"Ok. Tidak masalah." ujar Mark mencoba untuk tetap bersabar lalu menghela nafas panjang.
Merekapun saling lempar senyum. Meski ada perasaan kecewa yang tergambar jelas di wajah Mark.
'Masih sulit untukku menerima seorang pria memasuki hidupku lebih dalam lagi. Aku sangat menyesal, Mark. Seharusnya aku tidak pernah menerimamu.' batin Maria.
Mobil terus melaju dengan kecepatan normal. Dengan Maria menatap ke luar jendela mobil Mark. Otaknya sudah di penuhi dengan banyaknya pikiran tentang pekerjaan dan hubungan mereka. Dia juga merasa bersalah karena masih belum bisa menerima Mark sepenuhnya.
^_^
Seorang pria berjas hitam menelepon seseorang setelah mobil Mark keluar dari area gedung itu. Tampak ia sedang berbicara memberikan kabar buruk pada pria diseberang sana. Dari raut wajahnya, pria itu terlihat sangat ketakutan.
Seseorang diseberang sana adalah seorang pria yang sedang duduk dibelakang meja kerjanya. Ia membanting ponsel yang ia gunakan tadi. Ia sangat marah. Sekuat tenaga berusaha menahan amarahnya.
"Dia milikku." ucapnya lirih. "Tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya. Tak seorangpun. Atau dia akan berakhir di neraka. Akan aku pastikan untuk mengambil kembali apa yang menjadi milikku."
Pria garang itu berdiri dan membetulkan jasnya. Ia kemudian berjalan keluar ruangan dengan menahan amarahnya yang masih meluap-luap. Ia kemudian membanting pintu ruang kerjanya dengan kasar sebagai bentuk luapan emosinya.
ESTÁS LEYENDO
Lovers : First Love (Cerita Pertama)
RomanceDanny Fernandez. Pria dari kalangan terhormat yang selalu mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Bagaikan membalikkan telapak tangan semua yang ia inginkan selalu ia dapatkan dengan sangat mudah. Tak terkecuali seorang istri. Dia mendapatkan istri ya...
