Bermodalkan pena dan sebuah kertas , tercarik ukiran indah yang terangkai dari kata demi kata.
"TOLONG" satu kata penuh makna, yang tertulis diantara ribuan kata lainnya di atas kertas tersebut. Arsya Margaretta, remaja 15 tahun yang selalu menulis surat untuk lelaki idamannya.
Bagi remaja "normal" pasti mendambakan laki - laki yang tinggi, putih, pintar, dan tentu saja tampan. Lain halnya dengan si penghayal ini , dia selalu minta tolong kepada sang "vampir" idamannya untuk di culik dan mendapat akhir bahagia selamanya.
Tak jauh dari ekspetasinya akhir bahagia yang dimaksud adalah hidup di kerajaan vampir bersama putri - putri dongeng lainnya.
Untuk remaja seumuran itu sudah tidak mungkin bagi kita untuk berfikiran yang masih sungguh kekanak - kanakan, namun lain hal nya dengan Arsya.
Dia selalu menulis suratnya dan menaruh nya di depan jendela nya bersama sekumpulan tanaman - tanaman lainnya.
" Sudah ibu katakan berkali - kali untuk jangan melakukan hal konyol ini lagi! " sahut Margo, yang tak lain adalah ibunya.
" Sudah kubilang bu , ini bukan hal konyol dan sang vampir pun pasti sudah menerima suratku " resah Arsya.
" Semua surat yang kamu taruh disitu semuanya diambil oleh musang kalau tidak tetangga mu, Virga. Berhenti lakukan hal konyol itu lagi , itu hanya membuat kamu malu! "
Virga, sama seperti Arsya. Remaja 15 tahun tapi sedikit lebih waras dari pada Arsya. Tinggal di sebuah desa, dan kurang berkecukupan.
-----------
Apa yang akan dilakukan Virga terhadap surat - surat itu???? Apakah hanya dihiraukan atau dia ikut percaya dengan semua pikiran - pikiran Arsya.
Next part okey >>>>
YOU ARE READING
Our Fault
Teen FictionArsya Margaretta, seorang gadis remaja yang selalu mendambakan bertemu bahkan diculik oleh seorang "vampir" di sisa umur remajanya. NGEHEE! NGIGO DEH LU SYA.. mana ada hari gini ada orang yang masih mimpi ketemu vampir, berwajah polos dan suka mengh...
