"Jika memang cinta tak mungkin akan menodai tapi akan melindungi dan menjaga kesuciannya brengsek" perkataan itu seperti kaset rusak yang terus berputar di kepala Reamor Radito Sanjaya atau biasa dipanggil Remon. Ia sekarang berada di salah satu kamar villa milik temennya bersama sang kekasih yang tengah berada di kamar mandi sambil menangis karena kesalah yang telah diperbuat Remon.
"Sayang udah donk aku minta maaf ya" terdengar suara tangis yang semakin menjadi, tangis tersebut seolah menyayat hati Remon. Remon sadar jika ia salah namun jika boleh jujur ia tak merasa bersalah sama sekali karena telah merebut mahkota kekasihnya.
Flashback
Remon sengaja mengajak Rinia Kusma Wijaya kekasihnya untuk ikut ke pesta di salah satu villa milik temannya Aditio, Rini awalnya menolak kerena dia memiliki firasat buruk namun Remon memaksa Rini dan akhirnya Rini mengalah kepada Remon, karena Rini tau bagaimana keras kepalanya Remon jika menginginkan sesuatu.
Dua jam mereka habiskan untuk perjalanan menuju villa. Pesta di mulai dua jam lagi, Remon menengok ke samping dan menemukan Rini yang tengah tertidur dengan sangat nyaman tak tega untuk membangunkannya ia pun menggendong Rini ala bridal style.
Ia memasuki satu kamar setelah meminta kunci pada Aditio, diletakkannya Rini secara perlahan di atas tempat tidur dan keluar menemui teman-temannya.
Bahu kanan Remon di tepuk yang membuat Remon menoleh ke belakang dan menumpuk Dandi temannya yang sangat playboy.
"Apaan sih Lo Dan ngagetin aja" Dandi hanya tertawa seolah tak berbuat apa-apa.
"Eh Mon elok bawa jalang ya gue juga mau ikut dong" seketika wajah Remon merah menahan amarahnya. Jika bukan temannya mungkin sudah dia musnahkan.
"Jaga omongan Lo, dia tuh pacar gue" bukannya meminta maaf Dandi malah menunjukkan ekspresi mengejek.
"What ternyata pacar Lo seorang jalang, baru tau gue selera Lo bro" bugh Remon yang sudah tersulut emosi memukul rahang Dandi dengan tinjunya.
"Jaga omongan Lo kalau gak mau mati" saat Remon akan melangkah pergi menuju kamar dimana Rini berada ucapan Dandi menghentikannya.
"Rinia Kusuma Wijaya anak seorang jalang yang bernama Selenia Wijaya tidak pernah mempunyai bokap alias anak haram. Lo tau bro nyokapnya aja jalang atau lebih tepatnya pelacur papan atas seorang bitch apa lagi anaknya" Remon menatap tajam Dandi kemudian memilih meninggalkannya pergi.
Remon bukan pergi ke tempat Rini namun ke barisan minuman beralkohol, entah mengapa setelah mendengar ucapan Dandi dia menjadi sedikit bimbang dengan kekasihnya. Apa benar jika kekasihnya juga seorang pelacur jika ibunya saja seorang pelacuran.
Akhirnya Remon kembali dengan keadaan mabuk berat, Rini terkejut saat melihat Remon masuk dalam keadaan mabuk kemudian mengunci pintu dan membuang kuncinya sembarangan.
"Remon kenapa kamu mabuk aku gak suka kamu kayak gini" Rini berucap dengan nada kesal yang sangat kentara. Remon menatap Rini kemudian mendorongnya hingga Rini terjatuh di atas ranjang.
"Remon kamu apa'an sih"marah Rini yang melihat kelakuan Remon. "Lo.." Remon menggantung ucapannya sambil menatap mata Rini "anak seorang jalang" lanjut Remon yang membuat Rini teringat masa saat dia dicemoong oleh semua orang karena ibunya.
"Kalau memang iya kenapa" ekspresi Rini berubah dingin namun tak disadari oleh Remon karena pengaruh alkohol. Tiba-tiba Remon mencium bibir Rini dengan bringas, Rini berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuh Remon menjauh namun nihil. Remon menghentikan ciumannya pada bibir Rini, menatap Rini dengan tatapan mata yang kosong pengaruh dari alkohol.
"Jika nyokap Lo aja jalang apalagi Lo jadi jangan sok suci lagi deh, gue yakin Lo juga pernah dibobol sama om-om" Rini diam tak menyangka kekasih yang sangat dicintainya mengatakan hal yang amat sangat menyakitkan.
Jika yang mengatakan orang luar mungkin dia akan berusaha tak peduli atau seolah-olah tuli. Tapi ini yang mengatakannya adalah sang kekasih yang amat sangat dia cintai. Rini hanya diam menerima perlakuan Remon pada dirinya. Dia tak bersuara namun airnya terus mengalir dari pelupuk matanya.
Hingga akhirnya Remon tertidur setelah merebut mahkota sang kekasih. Sedangkan Rini terus menangis tanpa suara. 'Sekarang apa bedanya aku dengan mama sama-sama kotor' batin Rini yang meratapi nasibnya yang malang.
.
.
.
.
Paginya Remon bangun dalam keadaan tanpa sehelai kain pun. Dia mencoba mengingat apa yang tadi malam terjadi dan terkejut saat kilasan ingatan demi ingatan tadi malam berputar di kepalanya.
Dia menoleh kesamping dan menemukan Rini dengan mata sebam dan keadaan tanpa busana sepertinya. Saat dia akan menyentuh lengan sang kekasih tangannya sudah ditepis terlebih dahulu.
"Akan ku beri tau satu hal padamu tuan Sanjaya yang terhormat, mama ku memang seorang pelacur dan aku mengakui itu, jika kau menganggap aku meniup mu karena tidak memberi tau mu itu salah mu karena tidak bertanya pada ku" Rini berucap dengan datar, Remon hanya diam dan tidak berani menatap mata Rini dia tau jika dia salah.
"Dan asal kau tau walau pun mama ku seorang pelacur dia tidak pernah mengajari ku untuk menjadi sepertinya, tapi kemarin malam untuk pertama kalinya aku sadar bahwa anak seorang pelacur pasti juga menjadi pelacur dan kau adalah pelanggan pertama yang telah memasukinya" setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Rini.
Rini berdiri berjalan dengan tertatih menuju kamar mandi membanting pintu dan menguncinya. Kemudian hanya suara tangis Rini yang terdengar.
Flashback off
"Sayang buka pintunya ku mohon, aku salah maafin aku ya please" Remon menunggu Rini di depan pintu kamar mandi. Dia masih bisa mendengar tangisan Rini yang membuat hatinya ngilu.
Tiba-tiba tangisan Rini terhenti walau pun masih terdengar isakan isakan kecil. Pintu di buka menunjukkan Rini dengan baju lengkap dan wajah datar, mata yang sebam menunjukkan bahwa dia habis menangis.
"Sayang aku..." Belum selesai Remon menyelesaikan ucapannya sudah dipotong terlebih dahulu oleh Rini.
"Terimakasih telah menyadarkan ku bahwa jika anak seorang pelacur pasti juga akan menjadi seorang pelacur" Remon terdiam menyadari kesalahannya.
Rini melewati Remon begitu saja dia mencari handphonenya kemudian memesan ojek online. Rini keluar dari kamar tersebut sebelum keluar Rini berdiri di depan pintu, sedangkan Remon masih diam membeku.
"Satu lagi tuan Sanjaya yang terhormat kita akhiri hubungan ini karena jalang ini sudah bosan dengan tubuh mu" Rini keluar menunggu ojek online yang dia pesan. Remon tersadar dan mengejar Rini namun nihil Rini sudah pergi meninggalkannya.
"Bodoh bodoh BODOH!!!!!!" Remon berteriak seperti orang gila di depan villa. Meneriaki kebodohannya.
To be continued
Comment and like
Salam sayang dari ku😘
YOU ARE READING
Gelap
RandomDunia ini di dominasi warna gelap, seterang terangnya kehidupan seseorang pasti mempunyai sisi gelap pada dirinya. Ini hanya kisah yang mungkin membosankan namun jika kau tertarik lihat dan bacalah apa kisah mu mungkin seperti ini. Jika iya ambil pe...
